Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teknis Piala Liga Tarkam Antar Saat Lebaran

Tarkam atau antar kampung adalah sebuah ajang lomba atau kompetisi olahraga, seni dan lainnya yang diselenggarakan dan diikuti oleh semua kampung, dusun, ataupun desa sebagai peserta.

Piala tarkam lebih identik dengan sepakbola, bola voli, dan lomba kesenian. Biasanya piala tarkam ini sering diadakan ketika hari-hari besar seperti HUT Kemerdekaan RI dan Hari Raya Idul Fitri.

Apalagi piala tarkam bidang sepakbola merupakan ajang bergengsi sekelas piala dunia tingkat desa atau kecamatan. Untuk teknisnya, sebagai berikut.

1. Setiap Kampung Wajib Ikut

Setiap kampung atau dusun harus mengikuti piala tarkam. Sebagai ajang bergengsi tingkat desa, dimana bukan hanya soal menang dan kalah tetapi menjaga sportivitas dan menjalin silaturahmi melalui olahraga.

Kalau contohnya dalam desa atau kelurahan anda hanya ada 4 sampai 5 kampung (dusun) saja, maka setiap kampung harus mengirimkan minimal 2 tim. Syukur-syukur jikalau ada 10 kampung, maka sudah cukup 1 kampung 1 tim olahraga.

2. Ada Biaya Pendaftaran dan Biaya Keamanan

Untuk menambah dana operasional liga tarkam, kalau bisa setiap dusun / kampung harus membayar uang pendaftaran dan uang jaminan keamanan (dari keributan) ketika mendaftarkan tim kebanggaan.

Hal ini sebagai wujud tanggung jawab, rasa serius, dan juga untuk menjaga keamanan bila mana terjadi keributan.

3. Penonton Dilarang Masuk Lapangan

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ketika pertandingan liga tarkam, maka suporter dari tiap kampung dilarang masuk ke area lapangan pertandingan. Penonton hanya nonton dari sisi lapangan dan tribun lapangan saja, supaya lebih aman.

4. Wajib Pemain Asli Daerah

Selain aturan tim yang tegas, pemain juga harus tegas. Semua yang bermain adalah para pemuda asli daerah (kampung) baik itu pribumi ataupun ada garis keturunan. 

5. 1 Pemain 1 Tim

Walaupun masih satu dusun (kampung), tidak boleh ada 1 pemain yang masuk dalam 2 tim atau lebih. Jadi, mau tidak mau 1 pemain yakni 1 tim. Supaya lebih adil.

6. Biaya Kartu Merah dan Kartu Kuning

Untuk menghindari permainan sepakbola yang kasar, keras dan tidak sesuai aturan, maka alangkah lebih baiknya untuk biaya Kartu merah dihargai Rp. 100.000,- dan kartu kuning Rp. 50.000,-.

7. Wasit Bukan dari Kampung yang Bertanding

Supaya bisa adil, alangkah lebih baiknya untuk wasit itu bergilir. Maksudnya adalah contohnya ada 5 dusun dalam liga tarkam yakni: Manis, Pahing, Puhun, Wage dan Kliwon. 

Maka ketika pertandingan antara Manis vs Pahing, yang menjadi wasit harus dari dusun lain, bisa dari Puhun, Kliwon ataupun Wage. Ataupun bisa dari luar desa atau luar kecamatan.

8. Adakan Doorprize

Untuk menarik minat masyarakat menonton pertandingan liga tarkam yang diselenggarakan oleh pihak karang taruna desa atau kecamatan, maka adakanlah Doorprize.

Hadiahnya cukup yang sederhana saja, tetapi bermakna dan bisa mencairkan suasana.

9. Lama Pertandingan dan Waktu Strategis

Karena ini adalah liga bergengsi tingkat kampung, maka untuk waktu pertandingan kalau bisa untuk 1 babak dibawah 30 menit.

Jadi, totalnya adalah dibawah 2 x 30 menit. Kemudian, untuk waktu penyelenggaraan liga tarkam dimulai setelah Ba'da Dzhuhur menuju sore hari.

Nah, itulah teknis umum dalam menyelenggarakan piala liga tarkam saat lebaran ataupun HUT RI. Semoga tim dari setiap kampung tetap menjaga sportivitas dan menjunjung tinggi persaudaraan. Terimakasih 🙏