Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Paragraf, Menurut Para Ahli, Fungsi, Jenis dan Ciri-cirinya

Paragraf merupakan salah satu perangkat pertukaran pesan lewat teks yang paling diandalkan dalam berbagai pola komunikasi tulisan. Secara umum, ia terdiri dari pikiran, ide pokok atau gagasan yang didukung oleh rangkaian beberapa kalimat pendukung.  Lebih lanjut, paragraf merupakan bagian dari pembangun teks jenis apa saja. Maka dari itu, pengetahuan dasar tentang paragraf dan segala yang berkaitan dengannya mesti dikuasai oleh semua orang yang mendukung budaya literatur. 

Sebab dari teks lah semua orang bisa mendapatkan pengetahuan, wawasan dan informasi apa saja yang pastinya berpengaruh pada kualitas peradaban suatu bangsa. Kerangka pembahasan mengenai paragraf sebenarnya sangat luas, dari mulai aspek etimologis, filosofis, klasifikasi dan yang lainnya. Pada artikel kali ini, pembahasan akan berfokus pada pengertian, fungsi, jenis-jenis dan ciri-ciri dari paragraf, yakni sebagai berikut.

Pengertian Paragraf

Paragraf secara umum diartikan sebagai sekumpulan kalimat yang memiliki satu ide pokok dan beberapa kalimat pendukung. Setidaknya terdapat dua kalimat dalam satu paragraf, di mana kalimat-kalimat tersebut saling mendukung untuk menyajikan suatu informasi secara jelas.

Adapun cara penulisannya menggunakan garis baru, di mana baris pertama menjorok ke dalam. Paragraf juga bisa disebut alinea, di mana ia mendukung terbangunnya suatu teks atau karangan. Antara paragraf satu dan yang lainnya saling berkaitan sehingga membentuk kesatuan yang padu.

Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami tentang pengertian paragraf, mari sejenak menyimak pengertian paragraf dari para ahli bahasa berikut ini:
  1. Menurut Gorys Keraf menjelaskan bahwa “Paragraf merupakan suatu kesatuan pikiran di mana terbentuk suatu kesatuan yang lebih tinggi atau luas dari rangkaian kalimat. Ini merupakan himpunan dari kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian sehingga membentuk sebuah gagasan.”
  2. Menurut Lamuddin Finoza menjelaskan bahwa “Paragraf atau alinea adalah satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat.”
  3. Menurut Akhaidah, dkk. menjelaskan bahwa “Paragraf adalah inti penuangan buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut, mulai dari kalimat pengenal, kalimat utama atau kalimat topik, kalimat penjelas sampai pada kalimat penutup. Himpunan kalimat ini saling bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk suatu gagasan”.
  4. Menurut Arifin dan S. Amran Tasai menjelaskan bahwa “Paragraf adalah seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik. Kalimat dalam paragraf memperlihatkan kesatuan pikiran atau mempunyai keterkaitan dalam membentuk gagasan atau topik tersebut.”
  5. Menurut Ramlan menjelaskan bahwa “Paragraf adalah bagian dari suatu karangan yang terdiri atas sejumlah kalimat yang mengungkapkan satuan informasi dengan ide pokok sebagai pengendalinya.”

Fungsi Paragraf

1. Alat Mengekspresikan Gagasan.

Untuk fungsi yang satu ini, penulis merangkai kalimat yang memiliki misi agar ide dan gagasannya tersampaikan secara gamblang dan terarah.

2. Menjadi Penanda dari Peralihan Gagasan Baru

Seperti diketahui, suatu teks terdiri dari beberapa paragraf. Masing-masing paragraf memiliki satu ide pokok yang berbeda, tetapi saling berkaitan dan membentuk suatu kesatuan. Paragraf akan menjadi pembeda antara ide pokok yang satu dengan yang lainnya sehingga memudahkan pembaca untuk mengumpulkan informasi yang utuh dari suatu teks.

3. Menjadi Pondasi dari Suatu Kerangka Berpikir yang Teratur

Sebagaimana ketika bicara, dibutuhkan suatu keteraturan sehingga pendengar bisa menangkap dengan mudah inti pesan serta sejumlah informasi penting yang ada di dalamnya. Sama juga dengan teks yang terdiri dari sejumlah paragraf.

Penulis yang bijak akan berusaha membuat pembacanya mengerti, maka ia tidak akan secara tiba-tiba membahas tentang suatu kasus tanpa dimulai dengan pendahuluan atau orientasi. Karenanya, disusunlah rangkaian paragraf yang menjelaskan suatu ide atau gagasan secara runut, terarah dan dapat dimengerti.

4. Membantu Pengembangan Topik

Ide pokok atau gagasan utama mencakup pembahasan yang lumayan luas dan harus segera diarahkan dengan mengandalkan paragraf. Contohnya, ketika penulis ingin membahas tentang “Smartphone”, maka paragraf akan membantu mencegah terjadinya campur aduk pembahasan.

Dengan adanya paragraf, penulis akan bisa menguraikan secara runut tentang pengertian, sejarah, contoh, harga dan uraian lainnya yang berkaitan dengan smartphone. Teks yang terdiri dari sejumlah paragraf juga pastinya akan memudahkan pembaca dalam menangkap pesan dari suatu teks.

Jenis-jenis Paragraf

Paragraf secara umum dikelompokkan menjadi beberapa jenis. Ada paragraf yang dibedakan berdasarkan fungsinya, letak gagasan utamanya, serta berdasarkan isi kontennya.

A. Jenis-Jenis Paragraf Berdasarkan Fungsi

  1. Paragraf Pembuka. Posisi paragraf pembuka ada di bagian awal teks atau karangan, di mana fungsinya sebagai orientasi, pengenalan, pengantar, sehingga pembaca siap untuk menyambut penjelasan yang lebih detil dan teknis di paragraf selanjutnya. Biasanya paragraf pembuka dibuat menarik dan mengundang rasa penasaran pembaca sehingga punya selera untuk membaca teks lebih lanjut.
  2. Paragraf Isi. Paragraf ini tampil setelah paragraf pembuka, di mana di dalamnya terdapat serangkaian ide pokok yang menjelaskan teks secara keseluruhan. Pada paragraf ini biasanya terdapat sejumlah penjelasan teknis, uraian, contoh kasus serta materi lainnya yang bertujuan memahamkan pembaca terhadap pesan yang ingin disampaikan.
  3. Paragraf Penghubung. Sebagaimana namanya, paragraf ini berada di antara paragraf isi yang mungkin terdiri dari beberapa paragraf. Adapun fungsi dari paragraf penghubung yakni menghubungkan setiap paragraf sehingga menjadi suatu kesatuan yang utuh. Ia semacam tali yang membantu pembaca agar tidak buyar konsentrasinya ketika membaca rangkaian paragraf isi yang terpapar panjang lebar.
  4. Paragraf Penutup. Selayaknya pembicaraan yang beretika, penulis dalam menyampaikan pesan tidak boleh pergi begitu saja setelah membiarkan pembaca pusing membaca bagian isi teks. Setelah sebelumnya dibuka dengan paragraf pembuka, teks akan terasa lengkap ketika memiliki paragraf penutup. Paragraf penutup biasanya berisi ringkasan, kesimpulan, penegasan, hingga saran, sehingga membantu pembaca memahami teks secara keseluruhan.

B. Jenis-Jenis Paragraf Berdasarkan Isi Kontennya

  1. Paragraf eksposisi (memaparkan), yakni paragraf yang berisi pemaparan atas ide pokok yang ditampilkan. Tujuan paragraf yakni menjelaskan suatu informasi yang singkat dan padat kepada pembaca.
  2. Paragraf deskripsi (melukiskan), merupakan paragraf yang menggambarkan suatu keadaan atau peristiwa secara rinci dari segi fisiknya. Paragraf deskripsi yang sukses seharusnya mampu menggambarkan situasi atau keadaan, sehingga pembaca seolah-olah bisa melihat, mendengar dan merasakan peristiwa yang dipaparkan.
  3. Paragraf narasi (menceritakan), merupakan paragraf yang isinya bercerita. Maksudnya, pembaca bisa larut dalam teks sehingga emosinya terbawa untuk merasa senang, sedih, terharu, akibat cerita yang disampaikan dalam paragraf.
  4. Paragraf Persuasi (mempengaruhi atau mengajak), yakni paragraf yang isinya mengandung misi untuk membujuk pembaca agar tertarik serta terpengaruh akan pesan dan gagasan yang disampaikan penulis.
  5. Paragraf argumentasi (berpendapat), yaitu paragraf yang isinya berupa kalimat-kalimat pendapat penulis terhadap suatu wacana. Argumen yang dipaparkan penulis bertujuan meyakinkan pembaca terhadap suatu ide yang dipaparkan, berdasarkan pendapat atau sudut pandang penulis.

C. Jenis-Jenis Paragraf Berdasarkan Letak Gagasan Utamanya

  1. Paragraf Deduktif (Umum ke Khusus). Yakni paragraf yang letak gagasan utamanya berada di bagian awal paragraf. Paragraf ini biasanya diawali dengan pernyataan umum yang merupakan gagasan utama, lalu diikuti dengan kalimat penjelas yang sifatnya khusus atau spesifik. Kalimat penjelas juga bisa berupa pemaparan, fakta atau bukti, contoh-contoh, rincian yang merupakan penjelas dari kalimat di awal paragraf. Adapun pola dari paragraf deduktif adalah: Kalimat Umum –> Kalimat Khusus –> Kalimat Khusus–> Kalimat Khusus
  2. Paragraf induktif (Khusus ke Umum). Merupakan kebalikan dari paragraf deduktif, di mana letak gagasan utamanya berada di bagian akhir paragraf. Pada tipe paragraf ini, penulis akan terlebih dahulu memaparkan kalimat-kalimat penjelas yang bersifat spesifik, kemudian diakhiri dengan kalimat umum yang memuat ide utama paragraf. Dengan kata lain, letak ide utama paragraf induktif terletak di akhir paragraf. Adapun pola dari paragraf induktif adalah: Kalimat Khusus –> Kalimat Khusus–> Kalimat Khusus –> Kalimat Umum
  3. Paragraf Campuran (Umum ke Khusus ke Umum). Ini merupakan paragraf gabungan antara paragraf deduktif dan induktif. Pada paragraf ini, letak gagasan utama ditempatkan di awal dan akhir kalimat dalam suatu paragraf. Dengan begitu, paragraf jenis ini memiliki dua kalimat utama. Ciri lain dari paragraf campuran yakni terdapat variasi atau pengulangan di beberapa kata kunci yang terdapat di bagian akhir maupun awal paragraf. Adapun pola dari paragraf campuran adalah: Kalimat Umum –> Kalimat Khusus–> Kalimat Khusus –> Kalimat Umum

Ciri-ciri Paragraf

Paragraf memiliki sejumlah ciri yang bisa dengan mudah diidentifikasi dan dipelajari. Adapun ciri-ciri paragraf di antaranya:
  1. Memiliki satu gagasan utama yang biasanya terdapat dalam satu kalimat, lalu diperkuat dengan serangkaian kalimat lainnya yang mendukung gagasan utama tersebut.
  2. Terdapat kalimat topik yang berisi gagasan utama, serta kalimat penjelas yang berisi rincian dari kalimat topik. Dengan kata lain, di dalam satu paragraf hanya terdapat satu kalimat topik dan sejumlah kalimat penjelas.
  3. Secara fisik, paragraf yang satu bisa dibedakan dengan paragraf yang lainnya dengan garis baru, di mana setiap baris pertama paragraf dibuat menjorok ke dalam sebanyak beberapa spasi.
  4. Dalam satu paragraf setidaknya terdiri dari minimal dua kalimat.
Heri MS
Heri MS Blogger Influencer dari Kuningan yang suka dengan dunia IT, Data Technology, website dan senang bereksplorasi tentang Ipteks. Semoga artikel saya ini bisa antik, otentik, asyik, unik dan menarik.

Posting Komentar untuk "Pengertian Paragraf, Menurut Para Ahli, Fungsi, Jenis dan Ciri-cirinya"