Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian dan Desain Metode Penelitian Kombinasi Mixed Methods

Dalam melakukan sebuah penelitian ilmiah tentunya kita perlu menggunakan metodologi yang baik dan benar. Seperti metode penelitian kualitatif, kuantitatif, mixed methods, research & development dan sebagainya.

Nah, kali ini kita akan membahas tentang metode penelitian kombinasi atau yang disebut mixed methods. Yuk simak pembasahannya sebagai berikut.

Pengertian Mixed Methods

Metode penelitian kombinasi atau Mixed Methods merupakan sebuah metode kombinasi atau campuran antara kualitatif dan kuantitatif. Kenapa harus ada Mixed Methods? karena, metode kombinasi ini mencampurkan atau menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif, dimana apabila dikombinasi akan saling melengkapi kelebihan dan kekurangan masing-masing metode tersebut dengan maksud dan tujuan yang berbeda.

Contohnya seperti ini, penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yang utama adalah tes pemahaman konsep siswa, nah selanjutnya untuk mengecek dan meyakinkan data yang diperoleh tersebut dilakukan pengumpulan data dengan teknik lain (penelitian kualitatif) dengan wawancara dan observasi, sehingga dengan kombinasi atau Mixe Methods ini peneliti dapat memperoleh pemahaman dan hasil penelitian yang terbaik.

Menurut Creswell, menjelaskan bahwa metode penelitian kombinasi ini disebut juga dengan metode multimethods (multi metode), convergence (dua metode bermuara ke satu), integrated (integrasi dua metode) dan combine (kombinasi dua metode).

Data yang Diperoleh

Ketika melakukan sebuah penelitian menggunakan Mixed Methods, kita akan memperoleh data, yakni sebagai berikut.
  1. Komprehensif. merupakan data yang lengkap yang didapat dari kombinasi kuantitatif dan kualitatif.
  2. Valid. data yang memiliki derajat ketepatan atau keakuratan tinggi antara data yang sesungguhnya dan data yang diperoleh oleh peneliti. Karena, dengan Mixed Methods ini ketika diawali dengan penelitian kuantitatif, maka hasil dari penelitian kuantitatif tersebut bisa di check, diperjelas, diperdalam dan dikuatkan kembali dengan penelitian kualitatif ataupun sebaliknya. Dalam artian, data yang tidak bisa divalidasi dalam penelitian kuantitatif bisa divalidasi di kualitatif, begitu pula sebaliknya.
  3. Reliabel. Data yang konsisten dari waktu ke waktu dan dari orang ke orang. Dengan begitu, ketika reliabilitas data tidak dapat diuji di penelitian kualitatif maka akan bisa diuji realibilitasnya di penelitian kuantitatif, begitu pula sebaliknya.
  4. Obyektif. Data yang disepakati banyak orang. Karena, dengan Mixed Methods ini data bisa ditingkatkan obyektivitasnya. Apabila pada penelitian kualitatif masih bersifat subjektif, maka obyektivitas ditingkatkan di penelitian kuantitatif. Begitu pula sebaliknya.

Model Mixed Methods

Terdapat dua model utama dalam penelitian Mixed Methods, yakni Sequantial dan Concurrent
  1. Sequential merupakan model Mixed Methods, dimana mengkombinasikan antara metode Kualitatif dan Kuantitatif secara berurutan dan dalam waktu yang berbeda. Misalnya, diawali metode kualitatif dulu kemudian kuantitatif.
  2. Concurrent merupakan model Mixed Methods, dimana mengkombinasikan dua metode sekaligus (kualitatif dan kuantitatif) dalam waktu yang bersamaan. Model concurrent ini cocok apabila dipakai apabila oleh banyak peneliti (berbentuk tim).

Sequential Design

Dibagi lagi menjadi 3 desain dan tentunya berbeda-beda, yakni:
  1. Sequential Explanatory Design, pada desain ini diawali dengan penelitian kuantitatif kemudian kualitatif. Dengan tujuan untuk menguji hipotesis dengan fakta di lapangan.
  2. Sequential Exploratory Design, pada desain ini diawali dengan penelitian kualitatif terlebih dahulu, kemudian kuantitatif. Dengan tujuan untuk menghasilkan hipotesis atau teori.
  3. Sequential Transformative Design, pada desain ini boleh diawali kualitatif / kuantitatif, selanjutnya juga boleh kualitatif / kuantitatif. Maksudnya boleh kualitatif → kuantitatif atau kuantitatif → kualitatif. dengan catatan, harus dipanda dengan teori Lensa (maksud teori Lensa adalah dengan memperhatikan gender, ras dan ilmu sosial).

Concurrent Design

Dibagi lagi menjadi 3 desain dan tentunya berbeda-beda, yakni:
  1. Concurrent Triangulation Design, dimana kombinasi dalam waktu bersamaan dan bobot antara metode kualitatif dan kuantitatif mestinya seimbang. Maksudnya, Kualitatif 50% + Kuantitatif 50%.
  2. Concurrent Embedded Design, dimana kombinasi dalam waktu bersamaan dengan bobot antara metode kualitatif dan kuantitatif berbeda. Misalnya, Kualitatif 40% + Kuantitatif 60% ataupun sebaliknya.
  3. Concurrent Transformative Design, bobot bisa sama atau tidak sama, tapi dipandu dengan teori perspektif Lensa (gender, ras dan ilmu sosial).
Nah itulah, sekilas tentang metode penelitian kombinasi atau Mixed Methods. Terima kasih.
Heri MS
Heri MS Blogger Influencer dari Kuningan yang suka dengan dunia IT, Data Technology, website dan senang bereksplorasi tentang Ipteks. Semoga artikel saya ini bisa antik, otentik, asyik, unik dan menarik.

Posting Komentar untuk "Pengertian dan Desain Metode Penelitian Kombinasi Mixed Methods"