Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Diplomasi, Menurut Para Ahli, Fungsi, Tujuan, Tugas Diplomasi dan Permasalahan

Dalam kehidupan di dunia ini, kita sering mendengar kata diplomasi, apalagi jika berkaitan dengan suatu negara yang ingin berkomunikasi dengan negara lainnya.

Nah, lalu apa sih diplomasi itu? apa saja pengertian secara umum, pengertian menurut para ahli, fungsi, tujuan, tugas diplomasi hingga permasalahan-permasalahan yang timbul ketika diplomasi? Yuk, simak penjelasan sebagai berikut.

Pengertian Diplomasi

Diplomasi berasal dari kata Yunani “diploun” yang berarti “melipat”. Menurut the Chamber’s Twenthieth Century Dictionary, diplomasi adalah “the art of negotiation, especially o treaties between states; political skill.” (seni berunding, khususnya tentang perjanjian di antara negara-negara; keahlian politik). Di sini, yang pertama menekankan kegiatannya sedangkan yang kedua meletakkan penekanan seni berundingnya.

Secara etimologis, kata “diplomasi” berasal dari kata Yunani “diploun” berarti melipat. Hal ini merujuk kepada fenomena yang ada pada masa Kekaisaran Romawi dimana semua paspor yang melewati jalan negara dan surat-surat jalan dicetak pada piringan logam dobel, dilipat dan dijahit jadi satu.

Menurut Ivo D. Duchachek, dia berpendapat bahwa “Diplomasi biasanya didefinisikan sebagai praktek pelaksanaan politik luar negeri suatu negara dengan cara negosiasi dengan negara lain. Tetapi diplomasi kadang-kadang dihubungkan dengan perang. Oleh karena itulah Clausewitz, seorang filolsof Jerman, dalam pernyataannya yang terkenal mengatakan bahwa perang merupakan kelanjutan diplomasi melalui sarana lain.

Menurut Para Ahli

  1. Menurut Suwardi Wiriaatmadja, 1970. Dalam diplomasi sendiri terdapat merupakan prosedur hubungan antar negara yang bebas nilai dan dengan bergantung pada kemampuan serta kecakapan dari mereka yang melaksanakannya.
  2. Menurut David W Ziegler, 1984. Dengan kata lain diplomasi itu merupakan mesin atau alat dari politik luar negeri sebuah negara, pentingnya diplomasi ini sangat vital dalam mengkomunikasikan sesama negara-negara dunia untuk menjaga perdamaian dunia. Kerena memang salah faktor pecahnya perang (war) dikarenakan tidak adanya komunikasi antar negara-negara yang bertikai seperti kasus perang dunia.
  3. Menurut Ian Brownlie, “Diplomasi merupakan setiap cara yang diambil untuk mengadakan dan membina hubungan dan berkomunikasi satu sama lain atau melaksanakan transaksi politik maupun hukum yang didalam setiap hal dilakukan melalui wakil-wakilnya yang mendapat otorisasi”.
  4. Menurut Ellis Briggs. Diplomasi merupakan sebuah kegiatan urusan official dengan cara mengirim seseorang untuk mewakili pemerintahan. Tujuan diplomasi ialah untuk menciptakan persetujuan dalam kecamata kebijakan (1967, p.202).
  5. Menurut Geoffrey McDermott. Diplomasi merupakan pertimbangan dalam manajemen hubungan internasional, masing-masing Negara, seberapapun kaliber dan ukurannya, selalu ingin memelihara/mengembangkan posisinya dalam kancah Internasional, begitulah adanya, kendati faktanya akan lebih baik jika lebih sedikit negara nationally minded di dunia ini (1973. p.39).
  6. Menurut Honore de Balzac. Ilmu pengetahuan bagi mereka yang tidak berkuasa, suatu ilmu pengetahuan menyenangkan yang selalu demi memenuhi dirinya sendiri, suatu ilmu pengetahuan yang mengijinkan praktisinya untuk tidak mengatakan apapun dan berlindungh dibelakang anggukan kepala misterius, suatu ilmu pengetahuan yang mengatakan bahwa eksponen yang paling berhasil, pada akhirnya ialah mereka yang mampu berenang bersama kepalanya diatas arus kejadian-kejadian yang pura-pura ia lakukan (p.37).
  7. Menurut KBBI. Diplomasi diartikan sebagai urusan penyelenggaraan perhubungan resmi antara satu negara dengan negara lain. Bisa juga diartikan sebagai urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara lain.

Fungsi Diplomasi

  1. Representasi. Wakil negara yang ditunjuk dalam melakukan perundingan dan sebagainya membawa nama negara asal merupakan wakil negara tersebut.
  2. Negosiasi. Ditandai dengam adanya perundingan nego dengan negara lain yang berhubungan dengan permasalahan yan erjadi pada negara asal.
  3. Reporting atau Proteksi. Merupakan fungsi perlindungan kepentingan berbangsa serta warga negaranya di tanah sebelumnya
  4. Observasi. Yaitu menelaah dengan teliti setiap kejadian atau peristiwa di negara penerima. Para pejabat diplomatik memiliki kewajiban untuk melaporkan segala yang terjadi di negara penerima kepada negara pengirim.
  5. Persahabatan. Yaitu meningkatkan hubungan persahabatan antara negara pengirim dengan negara penerima.

Tujuan Diplomasi

  1. Tujuan Politik. Hal ini berkaitan dengan adanya kebebasan berpolitik dan juga integritas teritorial suatu negara, dalam konteks Indonesia ialah mempertahankan suatu kemerdekaan yang diperoleh dan juga menjaga sistem kedaulatan wilayah NKRI.
  2. Tujuan Ekonomi. Hal ini berhubungan dengan pembangunan sistem ekonomi nasional suatu negara untuk mencapai kesejahteraan suatu negara dalam bidang ekonomi.
  3. Tujuan Kultur. Dengan melestarikan serta memperkenalkan semua kebudayaan nasional dalam dunia internasional. Dengan berbagai kultur yang beragam saling memperkenalkan untuk saling berbagi pengetahuan dan keberagaman setiap negara.
  4. Tujuan Ideologi. Mampu mempertahankan keyakinan serta kepercayaan suatu bangsa dan di Indonesia adalah Pancasila. Dan Negara lain juga tentu memiliki ideologi yang berbeda dan tak mungkin sama antara negara satu dan negara lain, sehingga menjadi pembeda.

Tugas Diplomasi

Menurut Hans J. Morgenthau tugas diplomasi dapat dibagi dalam empat pokok:
  1. Diplomasi harus membentuk tujuan dalam rangka kekuatan yang sebenarnya untuk mencapai tujuan tersebut. Suatu negara yang ingin menciptakan tujuan-tujuannya yang belum dicapai haruslah berhadapan dengan suatu risiko untuk perang. Karena itu diperlukan suksesnya diplomasi untuk mencoba mendapatkan tujuannya tersebut sesuai dengan kekuatannya.
  2. Di samping melakukan penilaian tentang tujuan-tujuannya dan kekuatannya sendiri, diplomasi juga harus mengadakan penilaian tujuan dan kekuatan dari negara-negara lainnya. Didalam hal ini, sesuatu negara haruslah menghadapi resiko akan terjadinya peperangan, apabila diplomasi yang dilakukannya itu salah dalam menilai mengenai tujuan dan kekuatan negara-negara lainnya.
  3. Diplomasi haruslah menentukan dalam hal apa perbedaan dalam tujuan-tujuan itu dapat cocok satu sama lain. Diplomasi harus dilihat apakah kepentingan negaranya sendiri dengan negara lain cocok. Jika jawabannya “tidak”, maka harus dicari jalan keluar untuk merujukkan kepentingan-kepentingan tersebut.
  4. Diplomasi harus menggunakan cara-cara yang pantas dan sesuai seperti kompromi, bujukan dan bahkan kadang-kadang ancaman kekerasan untuk mencapai tujuan-tujuannya.

Berbagai Permasalahan dalam Diplomasi

Bill Scott (1990) mengatakan dalam proses komunikasi terdapat hambatan-hambatan, sebagai berikut:
  1. Apa yang dikatakan belum tentu didengar
  2. Apa yang didengar belum tentu dimengerti
  3. Apa yang dimengerti belum tentu diterima
  4. Pembicara mungkin tidak dapat mengetahui apa yang telah didengar/dimengerti/diterima oleh pendengar.
Blake dan Haroldsen juga menyimpulkan beberapa sumber gangguan semantik, antara lain:
  1. Kata-kata yang dipergunakan terlalu sukar dimengerti atau dipahami komunikan.
  2. Perbedaan dalam memberikan arti kata denotatif pada kata-kata yang dipergunakan saat berkomunikasi.
  3. Perbedaan dalam memberikan arti kata konotatif pada kata-kata yang dipergunakan saat berkomunikasi.
  4. Pola kalimat yang dipergunakan komunikator membingungkan komunikan.
  5. Terdapat perbedaan budaya antara komunikator dengan komunikan.
Heri MS
Heri MS Blogger Influencer dari Kuningan yang suka dengan dunia IT, Data Technology, website dan senang bereksplorasi tentang Ipteks. Semoga artikel saya ini bisa antik, otentik, asyik, unik dan menarik.

Posting Komentar untuk "Pengertian Diplomasi, Menurut Para Ahli, Fungsi, Tujuan, Tugas Diplomasi dan Permasalahan"