Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Astronom Menemukan Rongga Raksasa di Luar Angkasa, Dilubangi oleh Supernova Kuno

Pembentukan bintang adalah topik yang masih coba dipahami sepenuhnya oleh para astronom. Kita tahu, misalnya, bahwa bintang tidak terbentuk satu per satu, melainkan lahir di dalam awan molekul antarbintang yang luas. Pembibitan bintang ini mengandung gas yang cukup padat untuk gravitasi untuk memicu pembentukan bintang. Di galaksi spiral, awan molekuler ini paling sering ditemukan di lengan spiral, itulah sebabnya bintang paling sering lahir di lengan spiral.

Kita dapat mengamati beberapa awan molekuler ini di lingkungan lokal Bima Sakti kita. Yang paling terkenal adalah nebula Orion, yang merupakan bagian dari Kompleks Awan Molekuler Orion, tetapi ada awan molekuler terkenal lainnya, seperti awan molekuler Perseus dan Taurus. Kita bisa melihat bintang - bintang terbentuk di dalam awan ini.

Salah satu bagian dari cerita yang tidak sepenuhnya kita pahami adalah bagaimana awan molekul padat ini terbentuk. Karena mereka sering ditemukan di sepanjang lengan spiral, satu gagasan adalah bahwa mereka terbentuk dalam gelombang tekanan di sepanjang lengan saat bintang-bintang berkumpul seperti kemacetan lalu lintas. Gagasan lain adalah bahwa pembentukan mereka dipicu oleh supernova. Ledakan besar ini menciptakan gelombang kejut dalam gas dan debu antarbintang, menyebabkan mereka berkumpul bersama. Tetapi membuktikan ide ini sulit karena sangat sulit untuk menentukan lokasi awan molekuler. Kita bisa melihat di mana letaknya di langit, tetapi menentukan jaraknya sulit. Tetapi sebuah studi baru telah menemukan lokasi awan Perseus dan Taurus, dan hasilnya mendukung model supernova.

Gelembung ada di antara awan molekul Taurus (biru) dan awan molekul Perseus (merah). Kredit: Jasen Lux Chambers/Pusat Astrofisika | Harvard & Smithsonian

Menggunakan data dari pesawat ruang angkasa Gaia, tim dapat memetakan awan molekuler Perseus dan Taurus dalam 3-D. Mereka juga memetakan awan lain yang lebih redup di wilayah tersebut, dan menemukan bahwa mereka semua adalah bagian dari satu struktur. Mereka semua terletak di sepanjang permukaan gelembung sekitar 500 tahun cahaya. Struktur bola sangat jelas, dan tim bahkan telah membuat versi augmented reality yang dapat Anda lihat. Berdasarkan struktur gelembung, tim memperkirakan itu dibentuk oleh supernova besar atau serangkaian supernova yang terjadi sekitar 10 juta tahun yang lalu. Awan yang kita lihat sekarang, dan bintang-bintang yang terbentuk di dalamnya, adalah hasil dari gelombang kejut supernova.

Karya ini menunjukkan bahwa supernova dapat memainkan peran penting dalam pembentukan bintang, di luar kontribusi elemen yang lebih berat. Dengan peta 3-D seperti ini, kita sekarang dapat membandingkannya dengan model simulasi untuk lebih memahami pembentukan awan dan pembentukan bintang.

Sumber : Bialy, Shmuel, et al. “The Per-Tau Shell: A Giant Star-forming Spherical Shell Revealed by 3D Dust Observations.” The Astrophysical Journal Letters 919.1 (2021): L5.
Heri MS
Heri MS Blogger Influencer dari Kuningan yang suka dengan dunia IT, Data Technology, website dan senang bereksplorasi tentang Ipteks. Semoga artikel saya ini bisa antik, otentik, asyik, unik dan menarik.

Posting Komentar untuk "Astronom Menemukan Rongga Raksasa di Luar Angkasa, Dilubangi oleh Supernova Kuno"