Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bahasa Pemrograman : Pengertian, Struktur, Fungsi, Tingkatan, Macam-macam dan Sejarah

Apa yang terbayang dalam benak kita ketika mendengar kata 'bahasa pemrograman' ? Jawabannya pasti berhubungan dengan komputer, aplikasi, website dan ponsel pintar. Iya, bahasa pemrograman itu salah satu elemen yang penting dalam sebuah komputer dan ponsel pintar.

Nah, lalu apa sih bahasa pemrograman itu? Apa saja pengertian, struktur, fungsi, tingkatan, macam-macam dan sejarah bahasa pemrograman itu? Ayo, simak penjelasannya sebagai berikut.

Pengertian Bahasa Pemrograman

Pada umumnya, bahasa merupakan alat komunikasi manusia. Menurut KBBI, bahasa diartikan sebagai lambang bunyi yang arbitrer atau bebas, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri.

Manusia bisa menyampaikan informasi melalui percakapan bahasa, baik lisan maupun tulisan. Namun informasi hanya bisa tersampaikan dengan baik apabila lawan bicara memahami bahasa yang digunakan. Dan sistem tersebut berlaku pula pada bahasa pemograman.

Jika komunikasi antarmanusia menggunakan bahasa berbentuk kata-kata atau istilah, untuk dapat berkomunikasi dengan perangkat komputer, dibutuhkan bentuk bahasa berbeda. Bahasa ini dinyatakan dalam kode-kode unik yang disebut bahasa pemograman.

Untuk mengetahui pengertian bahasa pemograman, pahamilah terlebih dahulu tentang pemograman itu sendiri. Pemograman merupakan aktivitas pembuatan program. Sedang program adalah instruksi tertulis yang membuat komputer dapat beroperasi.

Tanpa adanya program, mustahil komputer bisa digunakan. Pembuat program memberi perintah pada komputer dalam bentuk bahasa pemograman. Kemudian peranti tertentu pada komputer menerjemahkannya sehingga program tersebut bisa berjalan.

Dari sini, bisa disimpulkan bahwa bahasa pemograman adalah sebuah sistem komunikasi yang digunakan untuk memberi perintah pada perangkat komputer agar menjalankan fungsi tertentu yang spesifik.

Bahasa pemograman terdiri dari serangkaian aturan sintaks dan semantik yang digunakan untuk mendefinisikan program komputer. Sistemnya terdiri dari beberapa tingkatan untuk memberi perintah pada setiap peranti, utilitas, dan aplikasi yang dipakai dalam pengoperasian komputer.

Struktur Penyusun Bahasa Pemrograman

Setiap jenis bahasa memiliki struktur penyusunnya, berupa prosedur sistematis yang dinyatakan dalam kode untuk membuat perintah. Ini disebut dengan algoritma, dan setiap jenis bahasa pemograman menerapkan kategori struktur berikut ini.

1. Runtutan

Struktur runtutan dimulai dari langkah awal, yaitu instruksi pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya secara berurutan. Setiap instruksi hanya bisa dimulai setelah instruksi sebelumnya selesai dijalankan. Struktur ini selalu dipakai dalam jenis bahasa pemograman apa saja.

2. Perulangan

Struktur perulangan membuat program dapat menjalankan perintah secara berkelanjutan hingga berhenti pada kondisi tertentu. Penghentian perulangan pun dapat diatur sedemikian rupa dengan kode-kode perintah khusus.

3. Percabangan

Di sini, bahasa pemograman mulai beranjak ke tingkat lanjut. Struktur bahasa pemograman dapat berupa percabangan yang berarti menginstruksikan pada komputer agar dapat membuat keputusan sendiri berdasarkan pilihan syarat-syarat tertentu.

Pengoperasian program melibatkan beberapa peranti keras komputer. Program terlebih dulu disimpan dalam memori (RAM) sebelum sistem operasi dapat menjalankannya. Sedang prosesor berperan untuk mengeksekusi perintah demi perintah pada saat program tersebut dioperasikan.

Fungsi Bahasa Pemrograman

Fungsi dasar dari bahasa pemograman adalah agar komputer dapat mengolah data sesuai dengan alur yang dibuat secara sistematis oleh penyusunnya. Lebih lanjut, pemograman dapat memudahkan pengoperasian sebuah mesin sehingga meringankan pekerjaan manusia.

Produksi bahasa pemograman dilakukan melalui proses yang cukup kompleks. Dimulai dengan penyusunan, pengujian, analisis, penyuntingan, hingga optimalisasi. Kode sumber disusun, kemudian diubah menjadi kode mesin, lalu diterjemahkan oleh prosesor sebagai perintah.

Bahasa pemograman bisa digunakan untuk membuat program atau perangkat lunak, sekaligus menjadi perintah bagi perangkat keras komputer untuk memulainya agar kemudian dapat dioperasikan oleh pengguna.

Contoh-contoh konkret dari penerapan bahasa pemograman ini, antara lain biasa ditemukan pada perangkat komputer kasir swalayan, lampu lalu lintas, signage lampu LED bergerak, aplikasi smartphone dan komputer, website, dan lain sebagainya.

Terdapat berbagai macam bahasa pemograman yang dikenal saat ini. Di antaranya Visual Basic, Java, C++, dan yang terbaru, Bosque yang dikembangkan oleh Microsoft. Tentang jenis-jenis bahasa pemograman tersebut akan dibahas lebih lanjut di poin tersendiri.

Tingkatan Bahasa Pemrograman

Berbagai jenis bahasa pemograman tersebut hanya dapat diterapkan menurut fungsi dan disesuaikan dengan perangkat penggunaannya. Hal ini kemudian menjadi dasar klasifikasi bahasa pemograman yang secara umum dibagi menjadi empat kategori, yaitu:
  1. Object Oriented Language
  2. High Level Language
  3. Middle Level Language
  4. Low Level Language
Selain itu, bahasa pemograman juga diklasifikasikan berdasarkan kedekatannya dengan perangkat komputer. Terdapat empat jenis bahasa pemograman dalam kategori ini, di antaranya:
  1. Bahasa Mesin. Berupa bahasa biner dengan kode angka 0 dan 1.
  2. Bahasa Tingkat Rendah. Istilah lain dari bahasa rakitan dengan kode huruf singkat.
  3. Bahasa Tingkat Menengah. Menggabungkan kode kata-kata dan simbol.
  4. Bahasa Tingkat Tinggi. Menggunakan kode dari istilah yang biasa dipakai manusia.
Menurut kategori-kategori di atas, kita bisa menemukan bahwa bahasa pemograman memiliki tiga tingkatan. Penggolongan tersebut diterapkan berdasarkan tingkat kesulitan dan aplikasinya pada perangkat komputer. Berikut tingkatan bahasa pemograman yang umum dikenal.

1. Bahasa Tingkat Rendah

Tingkatan ini termasuk generasi paling awal dari bahasa pemograman. Umumnya masih menggunakan kode-kode biner atau bahasa mesin berupa huruf dan angka. Instruksi yang diterapkan pada mesin atau perangkat masih terbatas dan sederhana.

2. Bahasa Tingkat Menengah

Setingkat di atas kode mesin, bahasa pemograman tingkat menengah mulai menggunakan kode huruf, angka, dan simbol khusus. Beberapa contoh bahasa tingkat menengah, antara lain Assembler dan MASM (Microsoft Macro Assembler).

3. Bahasa Tingkat Tinggi

Bahasa inilah yang paling banyak dipakai saat ini. Biasa digunakan pada pemograman berbasis website dan basis data. Baik untuk diaplikasikan pada perangkat komputer desktop maupun mobile. Contohnya bahasa Turbo C++, Visual Basic, Delphi, PHP, dan Turbo Pascal.

Object Oriented Language dikatakan termasuk dalam kategori bahasa tinggkat tinggi. Pasalnya, jenis ini juga kerap kali menggunakan basis data atau jaringan. Namun, ada pula yang menggolongkannya di tingkatan Very High Level, karena banyak melibatkan instruksi otomatis.

Tingkatan bahasa Very High Level Language (VHLL) termasuk penggolongan baru yang masih diperdebatkan. Umumnya, digunakan untuk memprogram website dinamis dan interaktif, menggabungkan konsep Object Oriented dan Visual.

Beberapa jenis bahasa pemograman yang awalnya dikategorikan sebagai VHLL, antara lain Perl, Phyton, Ruby, dan Visual Basic. Namun, kemunculan PHP, Java, dan Visual Basic .NET, menggeser kedudukan Perl dan jenis bahasa lain yang segenerasi dengannya.

Macam-macam Bahasa Pemrograman

Banyak sekali bahasa-bahasa pemrograman yang berkembang di era revolusi industri 4.0 ini, terutama setelah trends Internet of Things (IoT) meningkat mulai tahun 2018 ini. Sebagai contoh, inilah 5 macam bahasa pemrograman yang populer, yakni sebagai berikut.

1. Visual Basic

Turunan dari bahasa BASIC yang sederhana. Bahasa ini populer ketika fase awal perkembangan komputer personal. Visual Basic dianggap mudah dan cepat dalam penerapannya. Juga masih kompatibel untuk pemograman yang lebih kompleks.

2. C

Bahasa C pertama kali muncul pada tahun 1972. Ini merupakan hasil pengembangan dari Bahasa B, dan merupakan tahap awal dari sistem bahasa pemograman. Bahasa C dapat dipakai untuk berbagai aplikasi. Apple menggunakannya sampai saat ini.

3. C++

Generasi lanjutan dari Bahasa C dengan fitur-fitur lebih kompleks. Bahasa ini adalah yang pertama kali menerapkan konsep Object Oriented. C++ dapat dipakai untuk mendukung penggunaan bahasa tingkat rendah, sementara masih termasuk dalam tingkat menengah.

4. Java

Adalah bahasa pemograman paling populer dan paling banyak digunakan di dunia. Fleksibilitas menjadi keunggulannya, dapat dipakai untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari pemograman jaringan, pengembangan website, perangkat lunak, dan sebagainya.

5. PHP

Singkatan dari Personal Home Page. Paling banyak dipakai untuk pengembangan website. Raksasa media sosial, Facebook merupakan salah satu perusahaan yang setia menggunakan bahasa pemograman satu ini.

Sejarah Bahasa Pemrograman

Tahukah Anda jika ternyata dasar-dasar bahasa pemograman pertama kali diletakkan pada pertengahan abad ke-19? Peletak dasar-dasar tersebut adalah Ada Lovelace, wanita kelahiran London tahun 1815.

Kiprah Ada Lovelace dalam dunia pemograman dimulai ketika ia bertemu dengan Charles Babbage pada usia 17 tahun. Charles Babbage sendiri adalah penemu perangkat komputer mekanis pertama, dikenal pula sebagai bapak komputer dunia.

Kolaborasi Lovelace dan Babbage kemudian membuahkan Mesin Analitik (Analytical Engine), yaitu sebuah alat hitung otomatis yang dioperasikan menggunakan instruksi dari kode-kode huruf, simbol, dan angka.

Ada Lovelace juga berteori tentang metode menerapkan instruksi berulang-ulang pada sebuah mesin. Dan teori inilah yang kemudian menjadi dasar dari penggunaan struktur perulangan pada bahasa pemograman komputer masa kini.

Komputer bertenaga listrik mulai dikembangkan sekitar tahun 1930-an. Kala itu, para praktisi mengalami kesulitan dengan pengembangan dan perbaikan program. Lalu, muncullah bahasa tingkat menengah atau bahasa rakitan yang salah satunya dicetuskan oleh Konrad Zuse (1943).

Namun, bahasa tingkat menengah masih dipandang menyulitkan dan kurang praktis. Hingga kemudian, para praktisi menyusun bahasa jenis baru yang lebih baik sejak tahun 1950-an. FORTRAN, LISP, dan COBOL, adalah beberapa jenis bahasa paling inovatif pada waktu itu.

Bahasa-bahasa tersebut masih digunakan hingga kini. Bahkan menjadi yang tertua di antara bahasa yang masih dipakai. Bahasa pemograman sendiri mengalami evolusi secara terus menerus, terutama sejak kemunculan Pascal pada tahun 1970 dan C dua tahun kemudian.

Pascal dan C termasuk bahasa pemograman generasi ketiga. Kemudian berkembang lagi pada periode 1980-an dengan lahirnya bahasa pemograman generasi keempat. C++ yang merupakan turunan dari Bahasa C dan PERL adalah dua di antaranya.

Kemudian, bahasa pemograman mengalami evolusi terakhirnya pada dekade 1990-an. Pada waktu itu, generasi kelima mulai bermunculan. Berawal dari Phyton dan disusul oleh Ruby, Java, PHP, serta Javascript yang dipakai Google sekarang.

Para praktisi programming belum berhenti melakukan inovasi baru dalam bidang ini. Lahirnya konsep bahasa HTML/CSS, serta generasi terbaru rilisan Microsoft, Bosque, menandakan bahwa revolusi bahasa pemograman masih akan terus berlanjut.
Heri MS
Heri MS Blogger Influencer dari Kuningan yang suka dengan dunia IT, Data Technology, website dan senang bereksplorasi tentang Ipteks. Semoga artikel saya ini bisa antik, otentik, asyik, unik dan menarik.

Posting Komentar untuk "Bahasa Pemrograman : Pengertian, Struktur, Fungsi, Tingkatan, Macam-macam dan Sejarah"