Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Unsur-unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen

Membaca adalah sesuatu hal yang menyenangkan, bahkan membaca berarti membuka jendela dunia yakni buku. Termasuk pula membaca cerpen atau cerita pendek. 

Cerpen atau cerita pendek merupakan sebuah karangan yang dibentuk oleh beberapa unsur. Unsur-unsur yang ada dalam cerpen terdiri dari unsur intrinsik dan ekstrinsik. Untuk penjelasannya sebagai berikut.

Unsur Intrinsik Cerpen

Unsur intrinsik dalam cerpen terdiri dari alur, penokohan, latar, tema, amanat, sudut pandang dan gaya bahasa. Lebih jelasnya sebagai berikut.

1. Alur

Alur adalah pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab akibat, sehingga membentuk satu kesatuan cerita yang nyambung. Contoh alur sebagai berikut.
  • Sebab : "Seorang gadis sedang membawa belanjaan menuju tangga dengan tergesa-gesa"
  • Akibat 1 : "gadis tersebut terjatuh"
  • Akibat 2 : "belanjaan si gadis berantakan"
  • Akibat 3 : "orang-orang melihat kearah gadis sambil tersenyum"
Secara sederhana, alur memiliki beberapa tahapan, mulai awalnya pengenalan, konflik, komplikasi (kerumitan), klimaks, leraian, sampai pada penyelesaian.

Selain memiliki tahapan, alur sebuah cerita juga memiliki jenisnya masing-masing. Secara umum, ada tiga jenis alur yang bisa ditemukan pada cerpen, yakni sebagai berikut.
  1. Alur Maju. Pada model alur ini, cerita dijabarkan secara kronologis dan mengikuti ketentuan waktu yang selalu bertambah. Untuk cerita dengan alur maju, tahapan alurnya cenderung konvensional, yaitu pengenalan-konflik- klimaks, leraian-penyelesaian.
  2. Alur Mundur. Model alur ini biasanya menampilkan konflik atau penyelesaian terlebih dahulu. Dari sana, barulah diceritakan ulang mengenai tahapan masalah yang membentuk alur sehingga terkesan waktunya bergerak mundur dan disebut sebagai alur mundur.
  3. Alur Kilas Balik (Flash Back). Alur kilas balik merupakan penggabungan alur maju yang disertai kilasan-kilasan kisah yang sifatnya mengenang atau mengingat. Kenangan ini diceritakan pula secara detail untuk membangun kelengkapan cerita.

2. Penokohan

Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan tokoh-tokoh yang ada dalam cerpen. Berikut cara-caranya dalam membuat penokohan, yakni:
  • gambaran fisik
  • perilaku
  • tata bahasa tokoh
  • lingkungan kehidupan, pikiran tokoh
  • pembicaraan tokoh lain

3. Tema

Tema adalah gagasan dasar yang ada dalam cerpen. Misalnya apabila cerpen tersebut tentang "arti kejujuran" berarti tema dari cerpen tersebut adalah pendidikan.

Selain itu, tema dalam cerpen akan selalu berhubungan dengan amanat yang hendak disampaikan oleh pengarang dalam pengisahannya. Jadi, sulit untuk memisahkan kedua unsur ini guna berdiri sendiri-sendiri.

4. Amanat

Amanat adalah pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah cerpen, baik itu pesan yang tersuat maupun tersirat. 

5. Latar

Latar atau sering disebut juga setting dalam cerpen ini terdiri dari latar waktu, latar tempat dan latar suasana. Latar waktu menggambarkan kapan peristiwa dalam kisah tersebut terjadi. Latar tempat menggambarkan di mana dan lokasi tempat terjadinya peristiwa. Sedangkan, Latar Suasana menggambarkan cara peristiwa itu terjadi dan perasaan yang dialami para tokoh.

6. Sudut Pandang

Sudut pandang merupakan bagian unsur intrinsik cerpen yang menjelaskan pencerita yang mengisahkan cerpen tersebut atau pandangan pengarang terhadap karya cerpennya dalam cerpen tersebut.

Secara umum dalam prosa dikenal ada dua jenis sudut pandang, yakni sebagai berikut.
  • Sudut Pandang Orang Pertama. Model sudut pandang yang satu ini biasa diceritakan oleh kata ganti orang pertama, yaitu “aku”. Pencerita sebagai aku bisa memiliki dua peran, yakni dia sebagai pemeran utama cerita tersebut ataupun dia hanya sebagai pengamat dari tokoh-tokoh lain yang diceritakannya.
  • Sudut Pandang Orang Ketiga. Sudut pandang yang memakai orang ketiga ditandai dengan penggunaan kata ganti “dia” untuk menunjuk para tokoh yang bermain dalam cerita. Model sudut pandang ini juga dapat dibagi menjadi dua jenis. Yang pertama adalah sudut pandang orang ketiga sebagai narator serbatahu yang bisa menjelaskan isi hati dan rahasia dari peristiwa-peristiwa yang dialami tokoh. Yang kedua adalah sudut pandang orang ketiga sebagai tokoh bawahan yang berfungsi sebagai pengamat.

7. Gaya Bahasa

Gaya Bahasa adalah cirikhas seorang penulis dalam menyampaikan tulisanya kepada para pembaca. Masing-masing penulis memiliki ciri khas tersendiri seperti penggunaan majas yang khas, diksi dan pemilihan kalimat yang tepat dalam sebuah cerita.

Unsur Ekstrinsik Cerpen

Selain unsur intrinsik dalam cerpen, tentunya ada unsur ekstrinsik yang terkandung dalam cerpen tersebut. Inilah unsur-unsur ekstrinsik dalam cerpen sebagai berikut.

1. Latar belakang pengarang

Latar belakang penulis adalah faktor yang ada dalam diri penulis sehingga mendorong penulis dalam membuat cerpen. Ada beberapa faktor latar belakang penulis antara lain:
  • Biografi pengarang
  • kondisi psikologis pengarang
  • aliran sastra pengarang

2. Latar belakang masyarakat

Latar belakang atau situasi maupun keadaan masyarakat. Meliputi situasi yang sedang berkembang atau terjadi di tengah-tengah masyarakat, seperti ideologi, politik, sikap sosial, budaya, dan juga kondisi perekonomian masyarakat. Latar budaya masyarakat muncul dalam cerita dapat dituliskan dalam bentuk setting maupun muncul dalam dialog tokoh, atau pada narasi penulis.

3. Nilai-nilai

Nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen meliputi nilai agama, nilai sosial, nilai moral, nilai budaya dan sebagainya.
Heri MS
Heri MS Blogger Influencer dari Kuningan yang suka dengan dunia IT, Data Technology, website dan senang bereksplorasi tentang Ipteks. Semoga artikel saya ini bisa antik, otentik, asyik, unik dan menarik.

Posting Komentar untuk "Unsur-unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen"