Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

E-Commerce : Definisi, Tujuan, Manfaat, Jenis, Faktor, Struktur dan Klasifikasi

Perkembangan teknologi beserta revolusi industri mendorong terhadap semua lini perekonomian, pendidikan, kesehatan dan sebagainya untuk berkecimpung dalam teknologi, tak terkecuali internet. Manfaat dari internet dan teknologi informasi ini memberikan keleluasaan jangkauan akses, fleksibelitas dan juga keefisienan sesuatu hal. 

Salah satu manfaat dari adanya perkembangan teknologi adalah munculnya E-Commerce. E-Commerce memudahkan dalam transaksi perdagangan, perekonomian dan sebagainya dalam lingkup yang cepat, tepat dan target yang luas. Nah, lalu apa sih e-commerce itu? yuk kita simak pembahasannya sebagai berikut.

Pengertian E-Commerce

Secara umum, E-Commerce adalah suatu perdagangan berupa jual / beli  melalui jaringan elektronik dimana komputer dan internet dijadikan sebagai lalu lintas, sarana dan penyimpanan data transaksi tersebut.

Electronic commorce atau E-commerce ialah sebuah sistem yang di dalamnya memuat aktivitas penjualan, pembelian, serta penyebaran barang dan jasa yang mendayagunakan sistem elektronik seperti misalnya televisi, internet, ataupun jaringan komputer lainnya. E-commerce pada era digital ini menjelma menjadi salah satu bisnis yang cukup menjanjikan untuk menghasilkan provit yang cukup besar.

Selain itu, E-Commerce memberikan kemudahan dalam berinteraksi secara virtual dan digital antara pembeli, penjual dan sebagainya dalam waktu yang cepat, fleksibel dan bisa diakses dari mana saja terkait transaksi perekonomian.

Tujuan E-Commerce

  1. Agar orang yang ingin membeli barang atau transaksi lewat internet hanya membutuhkan akses internet saja tanpa harus ke tempat atau toko yang dituju (apalagi jika jarak pembeli dengan toko berjauhan atau beda negara tentunya akan memakan waktu yang lama)
  2. Efisiensi waktu belanja, waktu jualan dan waktu pengelolaan.
  3. Menjadikan portal e-commerce / e-shop tidak sekedar portal belanja, tapi menjadi tempat berkumpulnya komunitas dengan membangun basis komunitas, membangun konsep pasar bukan sekedar tempat jual beli dan sebagai pusat informasi (release, product review, konsultasi, dll)
  4. Pengelolaan yang berorientasi pada pelayanan, kombinasi konsepsi pelayanan konvensional dan virtual : responsif (respon yang cepat dan ramah), dinamis, informatif dan komunikatif
  5. Informasi yang up to date, komunikasi multi-arah yang dinamis
  6. Model pembayaran yang mudah: kartu kredit atau transfer.
  7. Integrasi data dan informasi
  8. Menjangkau ke seluruh penjuru dunia dalam menyebarkan informasi dan menarik pelanggan ataupun partnership.

Manfaat E-Commerce

  1. Memberi kemudahan dalam berkomunikasi antara konsumen dan produsen
  2. Memberi kemudahan dalam usaha pemasaran serta promosi barang ataupun jasa
  3. Melakukan perluasan terhadap jangkauan calon konsumen dengan segmentasi pasar yang lebih luas
  4. Memberi kemudahan dalam prosesi pembelian dan penjualan
  5. Memberikan kemudahan dalam melakukan pembayaran karena dapat dilakukan secara online
  6. Memberikan kemudahan dalam penyebaran informasi

Jenis-jenis E-Commerce

Ada empat jenis E-Commerce, yakni sebagai berikut.

1. Business to Business (B2B)

B2B adalah bentuk jual-beli produk atau jasa yang melibatkan dua atau beberapa perusahaan dan dilakukan secara elektronis. Dalam hal ini, baik pembeli maupun penjual adalah sebuah perusahaan dan bukan perorangan. Biasanya transaksi ini dilakukan karena mereka telah saling mengetahui satu sama lain dan transaksi jual beli tersebut dilakukan untuk menjalin kerjasama antara perusahaan itu.

2. Business to Consumer (B2C)

Jenis E-Commerce Business to Consumer (B2C) ialah bisnis yang dikerjakan antara pelaku bisnis dengan konsumen. Misalnya saja produsen melakukan aktivitas jual beli produk kepada konsumen melalui pemasaran online. Produsen akan melakukan bisnis dengan cara memasarkan produk-produknya ke konsumen tanpa adanya feedback dari konsumen untuk berbisnis ulang. 

Dengan kata lain, produsen hanya memasarkan produk dalam bentuk barang ataupun jasa, sementara konsumen hanya berperan sebagai pengguna atau pembeli saja. B2C adalah bentuk jual-beli produk yang melibatkan perusahaan penjual dan konsumen akhir yang dilakukan secara elektronis.

3. Consumer to Consumer(C2C)

C2C adalah jenis e-commerce dimana pelakunya adalah sama-sama pelanggan atau konsumen. Di sini pelanggan akan menjual barang atau jasa dari produsen tertentu kepada pelanggan lainnya. Bisa dikatakan di sini penjual adalah semacam perantara.

Jenis e-commerce consumer to consumer adalah bisinis yang dijalankan antara konsumen dengan konsumen. Sebagai contoh, konsumen akan menjual kembali barang yang diperoleh dari produsen ke konsumen lainnya.

4. Consumer to Business (C2B)

Jenis E-Commerce Consumer to Business (C2B) ialah aktivitas bisnis yang terjadi diantara produsen dan konsumen. Bisnis ini dikerjakan oleh konsumen terhadap produsen yang menyediakan produk (barang atau jasa). 

Misalnya saja, konsumen akan memberitahukan detai produk (barang atau jasa) yang diminati melalui pemasaran online terhadap produsen. Selanjutnya, produsen yang tahu akan permintaan tersebut kemudian akan melakukan penawaran produk yang diminati terhadap konsumen.

Faktor yang Mempengaruhi E-Commerce

Inilah faktor-faktor kunci yang mempengaruhi dalam proses ataupun melakukan kegiatan E-Commerce, yakni sebagai berikut.
  1. daya jual atau kekuatan produk
  2. tim manajemen yang handal
  3. pengiriman yang tepat waktu
  4. pelayanan yang bagus
  5. struktur organisasi bisnis yang baik
  6. jaringan infrastruktur dan keamanan
  7. desain situs web yang bagus
  8. Menyediakan harga kompetitif
  9. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah
  10. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas
  11. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon
  12. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian
  13. Menyediakan wadah komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan
  14. Mempermudah kegiatan perdagangan

Struktur dan Klasifikasi E-Commerce

Struktur dan klasifikasi E-Commerce meliputi sebagai berikut.
  1. Business-to-Consumer (B2C) : transaksi online terjadi antara perusahaan dengan konsumen individual.
  2. Business-to-Employee (B2E): layanan yang disediakan sebuah perusahaan pada karyawannya untuk memudahkan urusan karyawan dengan perusahaan.
  3. Government-to-Citizen (G2C) : Pelayanan Negara Pada Warganya.
  4. Business-to-Business (B2B): perusahaan melakukan transaksi online dengan perusahaan lain.
  5. Business-to-Business-to-Consumer (B2B2C): model EC dimana suatu perusahaan menjadi perantara (broker) antara perusahaan lain dengan konsumennya.
  6. Consumer-to-Business (C2B): model EC dimana individu menggunakan portal Internet untuk menjual produk atau jasa kepada suatu perusahaan, atau untuk mencari penjual atas produk atau jasa yang diperlukannya.
  7. Consumer-to-Consumer (C2C): model EC dimana konsumen menjual (bertransaksi) langsung kepada konsumen lain.
  8. Mobile Commerce (M-commerce): E-Commerce dilaksanakan dengan menggunakan fasilitas wireless. Misal: penggunaan handphone untuk berbelanja melalui internet
Nah, itulah pembahasan tentang E-Commerce. Semoga bermanfaat. Terima kasih.
Heri MS
Heri MS Blogger Influencer dari Kuningan yang suka dengan dunia IT, Data Technology, website dan senang bereksplorasi tentang Ipteks. Semoga artikel saya ini bisa antik, otentik, asyik, unik dan menarik.

Posting Komentar untuk "E-Commerce : Definisi, Tujuan, Manfaat, Jenis, Faktor, Struktur dan Klasifikasi"