Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa itu Higher Order Thinking Skills (HOTS)

Belajar bukan hanya di sekolah dan dibangku kuliah saja, tetapi bisa juga dari lingkungan masyarakat. Termasuk juga pola berpikir tidak hanya sama antar semua orang ataupun setiap individu. Bahkan, seseorang pun bisa mempunyai tingkat berpikir yang berbeda-beda sesuai situasi dan kondisi.

Salah satu kemampuan berpikir yang sekarang sedang buming adalah HOTS atau Higher Order Thinking Skills. Jika diterjemahkan berarti, Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi.

Pengertian HOTS

Higher Order Thinking Skills (HOTS) atau berpikir tingkat yang lebih tinggi adalah kemampuan, proses atau cara berpikir individu pada tingkat yang lebih tinggi dengan cara mengambil informasi baru, menyimpan dalam memori yang saling terkait, kemudian mengatur ulang dan memperluas informasi untuk mencapai tujuan atau menemukan kemungkinan jawaban dalam situasi membingungkan.

Higher order thinking skills merupakan pemikiran tingkat tinggi melalui proses menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Higher order thinking skills bukan berupa menghafalkan fakta, mengemukakan fakta, atau menerapkan peraturan, rumus, dan prosedur, namun lebih berupa kemampuan menganalisis, evaluasi dan kreasi, penalaran logis (logical reasoning), pengambilan keputusan (judgement), berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas dan berpikir kreatif.

Higher order thinking skills mencakup dua karakteristik utama yaitu kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif. Pemikiran tingkat tinggi menggabungkan keterlibatan mental dengan ide, objek, dan situasi secara logis, elaboratif menunjukkan orientasi ke arah pengetahuan yang kompleks.

Dimensi HOTS

Taksonomi Bloom pada ranah kognitif merupakan dasar bagi keterampilan berpikir tingkat tinggi atau dikenal dengan istilah Higher Order Thingking Skills (HOTS). Dimensi proses kognitif dalam Taksonomi Bloom digambarkan seperti di bawah ini.
Gamber di atas menjelaskan kemampuan berpikir dari tingkat rendah sampai tinggi. Dimensi proses kognitif yang termasuk dalam kategori kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills) adalah kemampuan menganalisis (analyze), mengevaluasi (evaluate) dan mencipta/mengkreasi (create).

Indikator HOTS

Menurut Lewy, Zulkardi, dan Aisyah (2009), indikator yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi yang meliputi tiga deskriptor dari setiap kemampuan yaitu kemampuan menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Adapun indikator tersebut adalah sebagai berikut:

1. Menganalisis 

  • Menganalisis informasi yang masuk dan membagi-bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya. 
  • Mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari sebuah skenario yang rumit. 
  • Mengidentifikasi/merumuskan pertanyaan.

2. Mengevaluasi 

  • Memberikan penilaian terhadap solusi, gagasan, dan metodologi dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yang ada untuk memastikan nilai efektivitas atau manfaatnya. 
  • Membuat hipotesis, mengkritik dan melakukan pengujian. 
  • Menerima atau menolak suatu pernyataan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.

3. Mengkreasi 

  • Membuat generalisasi suatu ide atau cara pandang terhadap sesuatu. 
  • Merancang suatu cara untuk menyelesaikan masalah. 
  • Mengorganisasikan unsur-unsur atau bagian-bagian menjadi struktur baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Jenis-jenis HOTS

1. Critical Thinking (Berpikir Kritis)

Berpikir kritis mengandung makna suatu kegiatan mental yang dilakukan seseorang untuk dapat memberi pertimbangan dengan menggunakan ukuran tertentu. Kemampuan berpikir dalam level kritis adalah mampu menyampaikan sesuatu dengan berbagai pertimbangan dan alasan yang masuk akal yang mampu dilakukan oleh pribadi yang cakap. Keterampilan berpikir kritis sangat penting di dalam aktivitas-aktivitas harian manusia dan hanya pribadi-pribadi yang cakap yang memiliki kemampuan untuk berkembang. 

Adapun bentuk-bentuk berpikir kritis antara lain yaitu: 
  • Sikap penyelidikan yang melibatkan kemampuan untuk mengenali keberadaan dan penerimaan kebutuhan umum untuk bukti dalam apa yang ditegaskan untuk menjadi kenyataan.
  • Pengetahuan tentang alam dari kesimpulan yang valid, abstraksi dan generalisasi dimana bobot akurasi berbagai jenis bukti ditentukan secara logis. 
  • Keterampilan dalam menggunakan dan menerapkan di atas sikap dan pengetahuan.

2. Problem Solving (Pemecahan Masalah)

Keterampilan pemecahan masalah merupakan kemampuan dasar seseorang dalam menyelesaikan suatu masalah yang melibatkan pemikiran kritis, logis, dan sistematis. Pemecahan masalah merupakan upaya untuk mengatasi rintangan yang menghambat jalan menuju solusi. Pemecahan masalah sebagai proses penerapan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya ke situasi baru dan yang tidak biasa (atau tidak terduga).

Keterampilan dasar dalam memecahkan masalah meliputi beberapa hal, di antaranya keterampilan menganalisis masalah, keterampilan mengaitkan konsep yang relevan dengan masalah, dan keterampilan merencanakan alternatif penyelesaian yang tepat.

3. Creative Thinking (Berpikir Kreatif)

Keterampilan berpikir kreatif adalah keterampilan yang mencakup hal atau ide baru yang dimiliki dan mampu dikembangkan untuk mencapai tujuan. Berpikir kreatif adalah berpikir yang mengarah pada pemerolehan wawasan baru, pendekatan baru, perspektif baru, atau cara baru dalam memahami sesuatu. 

Selain itu berpikir kreatif juga mengandung pengertian keterampilan mengembangkan atau menemukan ide atau gagasan asli, estetis dan konstruktif, yang berhubungan dengan pandangan dan konsep serta menekankan pada aspek berpikir intuitif dan rasional khususnya dalam menggunakan informasi dan bahan untuk memunculkan atau menjelaskannya dengan perspektif asli pemikir.
Heri MS
Heri MS Blogger Influencer dari Kuningan yang suka dengan dunia IT, Data Technology, website dan senang bereksplorasi tentang Ipteks. Semoga artikel saya ini bisa antik, otentik, asyik, unik dan menarik.

Posting Komentar untuk "Apa itu Higher Order Thinking Skills (HOTS)"