Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Sidik Jari : Definisi, Bagian dan Karakteristik

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti pernah mendengar kata Sidik Jari atau dalam bahasa Inggris disebut dengan fingerprint. Bahkan, sidik jari (fingerprint) sekarang sudah dipakai dalam teknologi keamanan seperti untuk membuka smartphone, laptop, pintu, bahkan untuk absen / presensi daftar hadir.

Lalu apa sih sidik jari itu? apa saja definisi, bagian dan karakteristik dari sidik jari itu? Nah, dari pada bingung, yuk kita simak penjelasannya sebagai berikut.

DEFINISI SIDIK JARI

Sidik jari atau fingerprint adalah garis-garis atau guratan-guratan epidermis yang terdapat di kulit ujung jari tangan seseorang. Studi yang mempelajari sidik jari disebut dengan dermatoglifi. Sidik jari merupakan identitas diri seseorang yang bersifat alamiah, tidak berubah, dan tidak sama pada setiap orang. Sidik jari juga merupakan salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasikan seseorang.

Pola sidik jari ditentukan secara genetis oleh beberapa gen (poligenik), sehingga tidak ada pola sidik yang sama antara satu orang dengan yang lainnya (individuality). Identifikasi sidik jari dikenal dengan istilah daktiloskopi, yaitu ilmu yang memperlajari sidik jari untuk keperluan pengenalan kembali identitas orang dengan cara mengamati garis yang terdapat pada guratan garis jari tangan dan telapak kaki.

Sidik jadi menjadi teknologi yang dianggap cukup handal, karena terbukti relatif akurat, aman, mudah dan nyaman untuk dipakai sebagai identitas bila dibandingkan dengan sistem biometri yang lainnya seperti retina mata/DNA.

BAGIAN-BAGIAN SIDIK JARI

Klasifikasi bagian-bagian sidik jari pertama kali dikenalkan oleh Galton pada tahun 1892. Menurut Galton pola guratan (sidik jari) berdasarkan jumlah triradius diklasifikasikan dalam tiga bentuk, yakni sebagai berikut.

1. Arch (garis melengkung) 

Pola dermatoglifi yang dibentuk oleh rigi epidermis yang berupa garis-garis sejajar melengkung seperti busur. Bentuk sidik jari ini merupakan bentuk paling sederhana, tidak mempunyai triradius.

Terdapat dua macam pola arch yaitu plain arch dan tented arch, dengan penjelasan sebagai berikut:
  • Simple arch atau plain arch, yaitu arch yang tidak memiliki triradius. Rangkaian guratan berjalan paralel dari satu sisi ke sisi lain tanpa membuat lengkungan yang curam.
  • Tented arch, yaitu arch yang memliki satu triradius di aksis tengah distal phalanx. Guratan distal dari triradius biasanya mengarah lurus ke puncak distal phalanx dan guratan lainnya membentuk lengkungan yang meninggi sehingga terbentuk pola seperti tenda (tent).

2. Loop (garis melingkar) 

Pola dermatoglifi berupa alur garis-garis sejajar yang berbalik 180°. Pattern area pada loop dikelilingi radiant atau type line. Pola terdiri dari rangkaian guratan yang berjalan paralel masuk ke pattern area, lalu membelok 180ยบ dan meninggalkan pattern area di sisi yang sama saat guratan itu masuk. Inti (core) loop berbentuk garis lurus seperti tangkai atau kumpulan dua atau lebih guratan yang berjalan paralel dan dilalui guratan lain yang melengkung di atasnya. Loop memiliki satu triradius di bagian lateral distal phalanx.

Terdapat dua macam pola loop, yaitu ulnar loop dan radial loop, dengan penjelasannya adalah sebagai berikut: 
  • Ulnar loop, yaitu loop yang terbuka atau menghadap ke arah os. Ulnar. Ulnar loop di plantar disebut fibular loop, yaitu loop terbuka ke arah os. Fibula. Pola ini memiliki satu triradius di sisi radial/tibial dari pola. 
  • Radial loop, yaitu loop yang terbuka atau menghadap ke arah os. Radius. Radial loop di plantar disebut tibial loop, yaitu loop terbuka ke arah os. Tibia. Pola ini memiliki satu triradius di sisi ulnar/fibulal dari pola.

3. Whorl (pusaran) 

Pola dermatoglifi yang dibentuk oleh garis-garis rigi epidermis yang memutar berbentuk pusaran. Patten area pada whorl sama dengan loop yang dikelilingi radiant atau type line. Pola terdiri dari rangkaian guratan yang melingkari inti. Inti (core) whorl berbentuk titik atau guratan pendek, dan memiliki dua atau lebih triradius. Satu triradius terletak pada sisi radial/tibial dan yang lainnya terletak pada sisi ulnar/fibular dari pola.

Terdapat empat jenis whorl atau pusaran pada sidik jari, yaitu sebagai berikut: 
  • Plain whorl atau concentric whorl, yaitu whorl yang berbentuk oval atau konsentris.
  • Double loop, yaitu dua loop yang terpisah dan keduanya berbentuk spiral mengelilingi inti dengan arah yang berlawanan. 
  • Central pocket loop whorl, yaitu loop yang di dalamnya terdapat whorl yang lebih kecil. 
  • Accidental whorl, yaitu pola yang kompleks dan tidak dapat diklasifikasikan ke dalam subtipe di atas.

KARAKTERISTIK SIDIK JARI

Teknologi yang menggunakan sidik jari telah terbukti akurat, aman, mudah dan nyaman untuk dipakai sebagai identifikasi. Hal ini dapat dilihat pada sifat karakteristik yang dimiliki oleh sidik jari, antara lain yaitu sebagai berikut: 
  1. Perennial nature, yaitu guratan-guratan pada sidik jari yang melekat pada kulit manusia seumur hidup. 
  2. Immutability, yaitu sidik jari seseorang tidak pernah berubah, kecuali mendapat kecelakaan yang serius. 
  3. Individuality, pola sidik jari adalah unik dan berbeda untuk setiap orang.
Heri MS
Heri MS Blogger Influencer dari Kuningan yang suka dengan dunia IT, Data Technology, website dan senang bereksplorasi tentang Ipteks. Semoga artikel saya ini bisa antik, otentik, asyik, unik dan menarik.

Posting Komentar untuk "Sidik Jari : Definisi, Bagian dan Karakteristik"