Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Intelektual : Pengertian, Faktor, Tahap, Karakteristik dan Tingkatan

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata intelektual, termasuk pula kaum intelektual. Kadang-kadang kita suka penasaran, apa sih arti intelektual itu lebih dalam.

Untuk itu, yuk kita pelajari bersama-sama tentang intelektual dari pengertian, faktor, tahap, karakteristik dan tingkatan sebagai berikut.

PENGERTIAN INTELEKTUAL

Intelektual atau Cendikiawan merupakan orang yang memakai kecerdasan untuk belajar, bekerja, mengagas, membayangkan serta menjawab masalah tentang berbagai gagasan. Secara umum, intelektual sering dikaitkan dengan mereka yang sering terlibat dalam buku-buku dan ide-ide, memiliki keahlian seni dan budaya, golongan pengacara, guru, dosen, ilmuwan, wartawan, jurnalis dan sebagainya.

Dapat di simpulkan bahwa intelektual adalah kemampuan untuk memperoleh berbagai informasi, berpikir abstrak, menalar, serta bertindak secara efisien dan efektif. Selain itu, intelektual merupakan kemampuan yang dibawa individu sejak lahir, intelektual tersebut akan berkembang bila lingkungan memungkinkan dan kesempatan tersedia sehingga dapat bergerak dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru.

MENURUT PARA AHLI

  1. Menurut Gunarsa (1991). Intelektual merupakan suatu kumpulan kemampuan seseorang untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan mengamalkannya dalam hubungannya dengan lingkungan dan masalah-masalah yang timbul.
  2. Menurut William Sterm (dalam Sunarto, 1994). intelektual merupakan kesanggupan untuk menyesuaikan diri kepada kebutuhan-kebutuhan baru dengan menggunakan alat berfikir sesuai dengan tujuannya.
  3. Menurut Cattel (dalam Clark, 1983). Intelektual adalah kombinasi sifat-sifat manusia yang terlihat dalam kemampuan memahami hubungan yang lebih kompleks, semua proses berpikir abstrak, menyesuaikan diri dalam pemecahan masalah dan kemampuan memperoleh kemampuan baru.

FAKTOR PERKEMBANGAN INTELEKTUAL

Menurut Andi Mappiare (1982), hal- hal yang mempengaruhi perkembangan intelektual antara lain sebagai berikut.
  1. Bertambahnya informasi yang disimpan (dalam otak) seseorang sehingga ia mampu berpikir reflektif.
  2. Banyaknya pengalaman dan latihan-latihan memecahkan masalah sehingga seseorang dapat berpikir proporsional.
  3. Adanya kebebasan berpikir, menimbulkan keberanian seseorang dalam menyusun hipotesis-hipotesis yang radikal, kebebasan menjajaki masalah secara keseluruhan, dan menunjang keberanian anak memecahkan masalah dan menarik kesimpulan yang baru dan benar.

TAHAPAN PERKEMBANGAN INTELEKTUAL

Menurut August Comte ada tiga tahapan perkembangan intelektual, yang merupakan perkembangan dari tahapan sebelumnya, yakni sebagai berikut.
  1. Tahap Teologis. Tingkat pemikiran manusia adalah seluruh benda di dunia mempunyai jiwa dan itu disebabkan oleh kekuatan yang bebeda diatas manusia.
  2. Tahap Metafisis. Tahap manusia menganggap bahwa di dalam setiap kejadian ada inti tertentu atau kekuatan yang ada akhirnya akan bisa diungkap. Oleh sebab itu adanya kepercayaan bahwa setiap cita-cita yang berhubungan dengan suatu realitas serta tidak ada usaha sebagai penentu hukum alam yang sama.
  3. Tahap Positif. Tahapan dimana manusia mulai berfikir secara ilmiah.

KARAKTERISTIK INTELEKTUAL

Adapun karakteristik setiap tahapan perkembangan intelektual tersebut adalah sebagai berikut.

1. Karakteristik Tahap Sensoris-Motoris

Tahap sensori-motoris ditandai dengan karakteristik menonjol sebagai berikut.
  • Segala tindakannya masih bersifat naluriah.
  • Aktivitas pengalaman didasarkan terutama pada pengalaman indra
  • Individu baru mampu melihat dan meresapi pengalaman, tetapi belum mampu untuk mengkategorikan pengalaman.

2. Karakteristik Tahap Praoperasional

Tahap praoperasional ditandai dengan karakteristik menonjol sebagai berikut.
  • Individu telah mengkombinasikan dan mentrasformasikan berbagai informasi.
  • Individu telah mampu mengemukakan alasan-alasan dalam menyatakan ide-ide.
  • Individu telah mengerti adanya hubungan sebab akibat dalam suatu peristiwa konkret, meskipun logika hubungan sebab akibat belum tepat.
  • Cara berpikir individu bersifat egosentris ditandai oleh tingkah laku :
  • Berpikir imajinatif
  • Berbahasa egosentris
  • Memiliki aku yang tinggi
  • Menampakkan dorongan ingin tahu yang tinggi
  • Perkembangan bahasa mulai pesat

3. Karakteristik Tahap Operasional Konkret

Tahap operasional konkret ditandai dengan karakteristik menonjol bahwa segala sesuatu dipahami sebagaimana yang tampak saja atau sebagaimana kenyataan yang mereka alami. Jadi, cara berpikir individu belum menangkap yang abstrak meskipun cara berpikirnya sudah tampak sistematis dan logis.

Dalam memahami konsep, individu sangat terikat kepada proses mengalami sendiri. Artinya, mudah memahami konsep kalau pengertian konsep itu dapat diamati atau melakukan sesuatu yang berkaitan dengan konsep tersebut.

4. Karakteristik Tahap Operasional Formal

Tahap operasional formal ditandai dengan karakteristik menonjol sebagai berikut.
  • Individu dapat mencapai logika dan rasio serta dapat menggunakan abstraksi.
  • Individu mulai mampu berpikir logis dengan objek-objek yang abstrak.
  • Individu mulai mampu memecahkan persoalan-persoalan yang bersifat hipotesis.
  • Individu bahkan mulai mampu membuat perkiraan (forecasting) di masa depan.
  • Individu mulai mampu untuk mengintrospeksi diri sendiri sehingga kesadaran diri sendiri tercapai.
  • Individu mulai mampu membayangkan peranan-peranan yang akan diperankan sebagai orang dewasa.
  • Individu mulai mampu untuk menyadari diri mempertahankan kepentingan masyarakat di lingkungannya dan seseorang dalam masyarakat tersebut.

TINGKATAN INTELEKTUAL

1. Jenius

Suatu kemampuan yang sangat luar biasa, dalam ukuran atau tingkatan di atas 140. Kemampuan ini bisa dimiliki oleh siapa saja yang mau berusaha untuk meningkatkan kecerdasan dan memanfaatkan potensi dasarnya dengan baik.

2. Normal

Merupakan suatu kemampuan yang biasa saja, tetapi kecerdasan ini mampu untuk melakukan semua aktivitas yang dibutuhkan dan diinginkan dirinya. Mempunyai tingkat ukuran yang rata-rata 100 sampai dengan 110. Kecerdasan ini bisa pada anak yang cerdas atau disebut kecerdasan yang rata-rata.

3. Rendah

Kemampuan ini dibawah rata-rata, bukan berarti kemampuan ini tidak dapat menyelesaikan kebutuhan dan keinginan atas dirinya, hanya saja mengalami keterhambatan dalam melaksanakan tugas-tugas untuk dirinya maupun orang lain, tingkat ukuran diantara 70 sampai 90. Pada umumnya ia mampu melaksanakan berbagai tugas hanya lambat dan cepat lelah serta jenuh.

4. Keterbelakangan

Anak yang mempunyai kemampuan yang sangat rendah dan sangat sulit untuk melakukan tugas atas dirinya, setiap tugas memerlukan bantuan orang lain, dengan bantuan akan memberikan kemampuan meningkat. Di antara keterbelakangan ada yang disebut dengan :
  • Idiot IQ (0-29) yaitu keterbelakangan yang sangat rendah sekali. Tidak dapat berbicara hanya dapat mengucapkan beberapa kata saja, tidak dapat mengurus dirinya seperti mandi, makan dan rata-rata kemampuan ini berada di tempat tidur, kemampuannya seperti anak bayi. Kemampuan ini tidak tahan terhadap penyakit.
  • Imbecile IQ (30-40) yaitu lebih meningkat dari idiot, jika dilatih dalam berbahasa ia mampu, tetapi sangat sukar sekali, dalam berbahasa kadang dapat dimengerti dan kadang tidak dapat. Dapat mengurus dirinya dengan latihan dan pengawasan yang benar. Biasanya anak yang umur 7 tahun kemampuan kecerdasannya sama dengan anak yang berumur 3 tahun.
Heri MS
Heri MS Blogger Influencer dari Kuningan yang suka dengan dunia IT, Data Technology, website dan senang bereksplorasi tentang Ipteks. Semoga artikel saya ini bisa antik, otentik, asyik, unik dan menarik.

Posting Komentar untuk "Intelektual : Pengertian, Faktor, Tahap, Karakteristik dan Tingkatan"