Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hosting : Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, Macam, Jenis Tier Data Center dan Cara Memilih

Era globalisasi dan modernisasi ini merupakan era yang serba melibatkan internet dalam beberapa sektor seperti pendidikan, pertanian, instansi, perekonomian sampai jasa. Internet menjadi hal yang lumrah dan mudah diakses di era revolusi industri 4.0.

Salah satu fitur atau fasilitas internet adalah situs web (world wide web) yang menyimpan dan mengonlinekan data berupa html, gambar, audio, video dan sebagainya. Situs web itu perlu hosting sebagai rumah penyimpanan data. Nah, lalu apa itu hosting? Yuk, kita simak penjelasannya sebagai berikut.

PENGERTIAN HOSTING

Hosting adalah sebuah tempat untuk menampung semua data yang ada di dalam sebuah website. Data di dalamnya dapat berupa tulisan, gambar, video, script, dan lainnya. Jadi dengan adanya hosting tersebut, saat website kamu diakses oleh orang lain, data-data yang ada di dalam website kamu akan secara otomatis ditampilkan. 
Cloud Hosting
Tanpa adanya hosting, website kamu tidak akan bisa menyimpan dan menampilkan data, dengan begitu maka website kamu juga tidak akan bisa diakses oleh orang lain.

FUNGSI HOSTING

Inilah beberapa fungsi hosting, yakni sebagai berikut.
  1. Tempat Penyimpanan Data. Fungsi utama dari sebuah web hosting yaitu sebagai tempat penyimpanan data atau file dari sebuah aplikasi atau website secara online, sehingga bisa diakses oleh orang banyak dengan jaringan internet. Hosting dapat dikatakan sebagai sebuah perpustakaan dan website sebagai buku-bukunya, sehingga banyak orang yang bisa melihat atau membaca buku tersebut. Jadi pemilik website bisa memberikan informasi sesuai kebutuhan user.
  2. Alamat Akses atau Link Website. Hosting juga berfungsi sebagai redireksi dari sebuah DNS. Contohnya ada sebuah situs Apple(dot)com, situs ini sudah teregistrasi dalam sebuah DNS. Ketika ada seseorang ingin mengakses situs tersebut, maka server akan mengakses link hosting yang digunakan dalam hosting.Jadi biarpun website atau situs kamu sudah terdaftar dalam DNS tetapi tidak dimasukkan dalam web hosting, website tersebut tidak akan bisa di akses oleh orang lain. Bahkan bisa memunculkan keterangan error saat ada orang ingin mengaksesnya.
  3. Menjaga Website atau Aplikasi Tetap Online. Fungsi terakhir dari web hosting yang terakhir sangatlah penting untuk sebuah website atau aplikasi, bahkan fungsi ini hanya ada di hosting. Dimana website kamu akan selalu dalam kondisi online selama penyedia hosting website tetap terjaga dan tidak ada masalah, maka website kamu bisa di akses kapan saja dan dimana saja tanpa khawatir bila sewaktu-waktu mati.

CARA KERJA HOSTING

Ketika Anda mengakses sebuah website (baik menggunakan IP Address maupun nama domain) melalui browser yang menggunakan network protocol HTTP, internet akan mengirimkan permintaan akses kepada server hosting. Selanjutnya, server akan mengirimkan informasi file yang diminta ke komputer melalui internet yang selanjutnya diterjemahkan oleh web browser dalam bentuk tulisan dan gambar.

Ketika Anda ingin mengakses suatu website, maka Anda perlu mengetikkan alamat website pada browser yang Anda gunakan. Kemudian, perintah dari browser akan diteruskan internet ke server hosting untuk dieksekusi sesuai permintaan. Hasil dari aktivitas ini adalah tampilan gambar dan informasi website yang ingin diakses, yang akan diteruskan oleh internet agar dapat tampil pada browser Anda. Sehingga Anda mendapatkan tampilan halaman website yang Anda butuhkan, begitulah cara kerja web hosting.

MACAM-MACAM HOSTING

  1. Shared Hosting. Jika Anda memiliki blog atau bisnis kecil yang baru saja dimulai, Shared Hosting adalah pilihan yang baik untuk memulai. Ini adalah opsi hosting paling terjangkau yang tersedia karena ruang server Anda digunakan bersama oleh situs web lain. Sederhana dan mudah digunakan. Di sisi lain, karena Anda berbagi ruang dan sumber daya dengan beberapa situs web lain di server yang sama, kelebihan muatan dengan situs web lain akan menyebabkan situs web Anda melambat. Anda memiliki kontrol minimal atas server.
  2. WordPress Hosting. Jika Anda memiliki blog atau situs web WordPress, Anda disarankan untuk membeli paket hosting WordPress karena secara khusus dioptimalkan untuk memenuhi situs web WordPress Anda. Hosting yang satu ini sering kita temukan juga pada personal blog.
  3. Reseller Hosting. Jika Anda ingin terjun ke bisnis hosting, membeli Reseller Hosting memungkinkan Anda menyewakan atau menjual kembali layanan hosting yang sama yang disediakan oleh perusahaan hosting induk. Dengan Reseller Hosting, Anda juga dapat melakukan upsell setiap layanan web lain yang ditawarkan oleh web host induk.
  4. Dedicated Hosting. Hosting khusus memberi Anda kendali penuh / administratif atas server Anda dengan akses root penuh. Anda dapat memilih untuk menginstal perangkat lunak apa pun yang Anda inginkan. Dengan menggunakan hosting khusus Anda akan menyewa seluruh server dan tidak dibagi dengan orang lain.
  5. VPS Hosting. Anda dapat menganggap VPS hosting sebagai bentuk shared hosting yang lebih tinggi, lebih kuat, dan lebih canggih. Saat Anda berbagi server dengan situs web lain, Anda diberikan sumber daya yang tidak dibagikan dengan properti lainnya. Jika Anda tidak mampu membeli server khusus, VPS adalah cara yang tepat.
  6. Cloud Hosting. Akhir-akhir ini Cloud Hosting memang banyak diperbincangkan oleh para blogger. Karena Cloud Hosting mengklaim bahwa mereka mampu menjaga website agar tidak down. Hal tersebut bisa terjadi karena dengan Cloud Hosting website kamu akan disimpan di beberapa server virtual. Jadi, disaat salah satu server mati, maka server yang lain masih bisa menghidupkan website kamu. Jadi pengertian singkat dari cloud hosting yaitu sebuah server yang berjalan di cloud atau server virtual.
  7. Colocation Server. Dedicated server dan Colocation Server sebenarnya merupakan server yang sama, yang membedakan adalah komponen hardware Dedicated Server menyewa milik datacenter, sedangkan Colocation server, server fisik dan semua komponennya dibeli sendiri, mulai dari hardware, software, firewall hingga komponen lainnya dan diletakkan di data center untuk dikelola & dirawat.

CARA MEMILIH HOSTING

Tentunya banyak sekali perusahaan hosting yang tersebar di seluruh dunia. Namun, kita perlu web hosting yang berkualitas. Oleh karena itu, kita harus memilah dan memilih web hosting yang terbaik sesuai keperluan kita dengan mempertimbangkan spesifikasi-spesifikasi perangkat sebagai berikut.
  1. Diskspace. Aspek pertama yang harus kamu perhatikan yaitu diskspace atau kapasitas penyimpanan dari hosting tersebut. Selain kapasitas dari penyimpanannya, kamu juga harus memperhatikan jenis media penyimpanan yang digunakan. Jika dibandingkan dengan media penyimpanan jenis HDD, maka kami lebih menyarankan untuk menggunakan web hosting yang sudah menggunakan media penyimpanan SSD.  Karena media penyimpanan SSD terbukti lebih cepat 8 kali dari HDD. Atau kamu juga bisa mencoba teknologi penyimpanan terbaru seperti NVMe yang diklaim lebih baik dari SSD. NVMe sendiri saat ini mulai digunakan oleh beberapa penyedia cloud hosting.
  2. Bandwidth. Bandwidth juga tidak kalah penting, jika layanan hosting yang kamu gunakan memiliki bandwidth yang besar maka website kamu akan termuat dengan lebih cepat saat diakses. Karena dengan bandwidth yang besar server atau hosting dapat mengirim data yang lebih besar dengan cepat.
  3. Random Access Memory (RAM). RAM yaitu sebuah tempat dimana file akan disimpan secara sementara. Semakin besar RAM yang digunakan maka akan semakin cepat juga web hosting untuk memproses akses pada website kamu.
  4. Entry Process (EP). Entry Process (EP) didalam hosting merupakan sebuah tolak ukur untuk menghitung banyaknya script website yang diproses sebuah hosting dalam satu waktu. Satuan waktu yang digunakan yaitu millisecond.
  5. Input Output (I/O). Satu lagi aspek yang tidak boleh ketinggalan yaitu Input dan Output. I/O didalam sebuah hosting juga menjadi salah satu faktor penentu seberapa cepat proses upload dan download pada layanan hosting yang kamu gunakan.
  6. Webmail.  Webmail adalah fitur pengelolaan email pada server hosting yang berfungsi untuk mengelola email masuk & keluar serta menyimpan data email yang Anda miliki. Dengan fitur ini Anda dapat berkirim pesan menggunakan email dengan akhiran nama domain Anda contoh : info@domainku.com) tanpa harus bergantung ke penyedia layanan email seperti gmail, yahoomail & sejenisnya.
  7. Cpanel. Cpanel adalah control panel server hosting yang berfungsi mengelola dan mengatur fitur – fitur pada server hosting dengan tampilan GUI (Graphical User Interface) yang menampilkan gambar, icon, dan tulisan. Ibarat anda menggunakan Smartphone, tampilan smartphone merk A bisa berbeda dengan smartphone merk B , tapi pada dasarnya fitur – fitur yang didalamnya sama, ada fitur panggilan, SMS hingga Kamera, Begitupula dengan hosting. Dengan adanya control panel ini pengguna hosting pemula pun dapat mengelola file websitenya dengan mudah.
  8. Kualitas Data Center. Data center merupakan lokasi penyimpanan server hosting yang dilengkapi dengan infrastruktur yang berfungsi untuk menjaga server dari gangguan, seperti ruangan berpendingin yang cukup, backup cadangan kelistrikan dan keamanan dari kejahatan serta bencana alam. Data center sendiri masih dibagi menjadi beberapa level yang disebut Tier dan memiliki perbedaan pada infrastruktur pendukungnya.

JENIS-JENIS TIER DATA CENTER

Tier 1

Peralatan IT dilayani oleh satu jalur distribusi non-redundat, atau satu uplink per satu server. Ini biasanya banyak di temui pada perusahaan besar yang memiliki data center sendiri, dengan fokus kemampuan untuk dapat melayani aktivitas operasional selama jam kerja dan di back up denga UPS.

Tingkat up time 99.671%, atau dalam setahun batas toleransi gangguan maksimal 28 jam.

Tier 2

Secara mendasar hampir sama dengan Tier 1, namun sdah di tambah dengan komponen redundant (serba memiliki sumber daya cadangan, arti dari redundant). Selain UPS, data center Tier 2 harus dilengkapi genset sebagai persiapan saat ada pemadaman bergilir dari PLN.

Tingkat uptime 99.741%, atau hanya memiliki toleransi down selama 22 jam dalam setahun.

Tier 3

Seperti pada data center tier sebelumnya, tier 3 data center memiliki seluruh sepsifikasi yang ada di tier 2. Namun, tier 3 data center memiliki peralatan dual power dan beberapa uplink. Seluruh fasilitas pada tier 3 harus ditunjang dengan lebih dari 1 sumber daya listrik dan jaringan yang lancar. Jadi, syarat “no shutdown” haruslah terpenuhi. Tingkat uptime pada tier 3 adalah 99,982% dan toleransi gangguan dalam setahun hanya 1,5 jam. Performa tier 3 biasanya tidak jauh berbeda dengan pusat data tier 4.

Tier 4

Tier 4 juga memiliki spesifikasi yang sama dengan tier 3. Yang membedakan adalah tingkat uptimenya yaitu 99,995% dan toleransi downtime-nya hanya 30 menit dalam setahun. Seluruh komponennya, termasuk uplink dan penyimpanan, sudah fault-tolerant.

Heri MS
Heri MS Blogger Influencer dari Kuningan yang suka dengan dunia IT, Data Technology, website dan senang bereksplorasi tentang Ipteks. Semoga artikel saya ini bisa antik, otentik, asyik, unik dan menarik.

Posting Komentar untuk "Hosting : Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, Macam, Jenis Tier Data Center dan Cara Memilih"