Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Metode Waterfall : Pengertian, Tahapan, Kekurangan dan Keunggulan

Dalam mengembangkan suatu perangkat lunak, tentunya ada suatu proses yang harus ditempuh, baik itu cara, metode, prosedur dan tahapan-tahapan dari awal sampai tuntas pengembangan perangkat lunak tersebut (soft ware). 

Salah satu metode yang digunakan dalam pengembangan perangkat lunak adalah Metode Waterfall. Nah, apa sih metode waterfall itu? Apa saja tahapan-tahapan metode waterfall itu? Nah, daripada bingung tidak karuhan, yuk kita simak penjelasan sebagai berikut.

Pengertian Metode Waterfall

Metode Waterfall merupakan sebuah metode dalam mengembangkan suatu perangkat lunak yang memungkinkan pembuatan sistem secara sistematis dan terstruktur (algoritma) sesuai dengan siklus dan tahapan yang berlaku. 

Metode ini disebut Waterfall karena berfilosopi seperti air terjun, dimana dari tahap 1 ke tahap berikutnya adalah berkesinambungan dan berkaitan erat. Apabila tahap 1 belum selesai, maka tahap 2 tidak bisa berjalan (dilakukan), termasuk tahap 2 ke tahap 3 dan selanjutnya. Dalam artian berkesinambungan atau saling berurutan.

Secara umum, ada 5 tahapan (sintaksis) dalam metode Waterfall ini, yakni sebagai berikut.
  1. Requirement
  2. Design
  3. Implementation
  4. Verification dan
  5. Maintenance 
Untuk lebih jelasnya, dijelaskan dalam Tahapan-tahapan Metode Waterfall.

Tahapan-tahapan (Sintaksis) Metode Waterfall

Inilah tahapan-tahapan metode waterfall secara umum ada 5 tahapan, yakni: Requirement, Design, Implementation, Verification dan Maintenance. Untuk penjelasan spesifik sebagai berikut.

1. Requirement (Analisis Kebutuhan)

Requirement adalah proses analisa atau pengumpulan data-data yang berkaitan dengan sistem yang akan dibuat. Pengumpulan data ini bisa dilakukan dengan wawancara, studi literatur, observasi atau penelitian langsung.

Dalam fase ini tim analis akan menggali informasi sebanyak-banyaknya dari klien atau user tentang software apa yang mereka inginkan beserta dengan kebutuhan sistem lainnya. Hasil dari tahapan ini akan menghasilkan dokumen bernama “User Requirement Document” atau “User Requirement Specification” yang dalam bahasa Indonesia dikelan dokumen Spesifikasi kebutuhan user. Tahapan analisis kebutuhan (requirements) memiliki beragam istilah lain, diantaranya adalah system requirements, costumer requirement gathering, analysis ataupun analisa kebutuhan user.

2. Design System (Desain Sistem)

Proses ini akan berfokus pada pembangunan struktur data, arsitekur perangkat lunak, perancangan interface, perancangan fungsi internal dan eksternal serta detail dari setiap algoritma prosedural. Tahapan design akan menghasilkan dokumen bernama “Sofware Requirement” yang nantinya  menjadi landasan para programmer dalam membuat code-code aplikasi.

3. Implementation (Pengerjaan)

Tahap ini adalah tahapan pembuatan aplikasi oleh para programmer dengan menggunakan kode-kode bahasa pemrograman tertentu. Proses penulisan sinkode (coding) aplikasi mengacu pada dokumen-dokumen yang telah dibuat sebelumnya. 

Dalam dokumen tersebut biasanya terdapat pemecahan modul-modul sistem sehingga pengerjaan aplikasi dapat dilakukan oleh beberapa programmer sekaligus tanpa mengganggu sistem lain secara keseluruhan. Tahap implementasi disebut juga tahap code and debug, atau juga disebut tahapan integration and system testing.

4. Verification (Verifikasi)

Tahapan verifikasi meliputi pengintegrasian sistem dan juga melakukan testing terhadap aplikasi yang telah dibuat. Sistem akan diverifikasi untuk diuji sejauh mana kelayakannya.

Dalam tahapan ini semua modul yang dikerjakan oleh programmer berbeda akan digabungkan kemudian diuji apakah telah sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan atau terdapat kesalahan/error dalam sistem sebelum kemudian diperbaiki ulang.

5. Maintenance (Pemeliharaan)

Tahapan ini umumnya meliputi tahapan penginstalasian perangkat lunak dan pengujian aplikasi. Maintenance juga adalah bentuk tanggung jawab tim pengembang untuk memastikan aplikasi dapat berjalan lancar setelah diserah-terima kan pada klien dalam periode waktu tertentu.

Dalam definisi yang lebih luas, maintenance adalah proses memperbaiki aplikasi dari setiap error atau bug celah keamanan, peningkatan kinerja aplikasi, memastikan aplikasi dapat berjalan pada ruang lingkup baru dan juga penambahan modul-modul baru untuk pengembangan aplikasi.

Kekurangan dan Keunggulan Metode Waterfall

Inilah keunggulan dari metode waterfall, yakni sebagai berikut.
  1. Rangkaian Kerja Jelas
  2. Berkomitmen Pada Tujuan Akhir
  3. Dokumentasi yang Baik
  4. Hemat Waktu dan Biaya
  5. Cocok untuk Pembuatan Software Berskala Besar
  6. Metode ini adalah model pengembangan yang paling handal dan paling lama digunakan oleh para developer
  7. Cocok untuk membuat software dengan skala besar
  8. Cocok untuk mengembangkan sistem yang bersifat generic
  9. Pengerjaan proyek sistem akan mudah dikontrol dan terjadwal dengan baik
Inilah kekurangan dari metode waterfall, yakni sebagai berikut.
  1. Membutuhkan Tim dan Manajemen yang Solid
  2. Kurang Flexible Bagi Klien
  3. Waktu Pembuatan Software Lebih Lama
  4. Tidak Bisa Melihat Gambaran Sistem
  5. Kenaikan Biaya dan Tanggal Rilis
  6. Persyaratan sistem harus digambarkan dengan jelas
  7. Rincian proses harus benar-benar jelas dan tidak boleh berubah
  8. Sulit untuk beradaptasi jika ada perubahan spesifikasi pada suatu tahapan pengembangan
Heri MS
Heri MS Blogger Influencer dari Kuningan yang suka dengan dunia IT, Data Technology, website dan senang bereksplorasi tentang Ipteks. Semoga artikel saya ini bisa antik, otentik, asyik, unik dan menarik.

Posting Komentar untuk "Metode Waterfall : Pengertian, Tahapan, Kekurangan dan Keunggulan"