Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

IoT - Internet of Things : Pengertian, Prinsip, Unsur, Cara Kerja dan Kegunaan

Perkembangan dunia teknologi informasi dari hari ke hari semakin pesat. Termasuk pula perkembangan Internet of Things. Internet of Things disingkat dengan IoT.

Nah, apa sih Internet of Things itu? Apa saja prinsip, unsur, cara kerja dan kegunaan IoT? Daripada bingung tidak karuhan, yuk kita simak penjelasan sebagai berikut.

Pengertian IoT

Internet of Things atau IoT merupakan konsep komputasi mengenai objek keseharian yang berhubungan dengan internet serta bisa mengidentifikasi diri dengan perangkat lainnya. Dari metode identifikasi RFID (Radio Frequency Identification) disebutkan jika istilah IoT masuk dalam golongan metode komunikasi meski juga termasuk dalam teknologi sensor lain seperti teknologi nirkabel, microelectromechanical (MEMS), internet dan kode QR (Quick Response). Kemampuan dari IoT sendiri tidak perlu diragukan lagi. Banyak sekali teknologi yang telah menerapkan sistem IoT, sebagai contoh sensor cahaya, sensor suara dari teknologi Google terbaru yaitu Google AI, dan Amazon Alexa.

Prinsip-prinsip IoT

Inilah 7 prinsip dasar dari IoT, yakni sebagai berikut.
  1. Big Analog Data. Big Analod Data bisa diperoleh dari banyak sumber bersifat alami seperti sinyal radio, cahaya, suhu, getaran, peralatan elektronik atau mekanis dan lainnya.
  2. Perpetual Connectivity. Perpetual Connectivity adalah konektivitas yang terjadi terus menerus untuk menghubungkan perangkat dengan internet. Internet of Things akan selalu terhubung dan tetap aktif sehingga bisa memberikan 3 fungsi yakni: Monitor, Maintain dan Motivate.
  3. Really Real Time. Untuk pengertian real time pada Internet of Things ini berbeda dengan real time biasanya. Real time Internet of Things tidak dimulai pada saat data mengenai switch jaringan atau mengenai sistem komputer.
  4. The Spectrum of Insight. Ini berhubungan dengan posisinya pada 5 fase data flow yakni real time, in motion atau bergerak, at rest atau ketika istirahat, early life dan juga arsip.
  5. Immediacy Versus Depth. Anda nantinya bisa langsung memperoleh Time to Insight di analitik yang belum sempurna seperti perbandingan suhu atau transformasi Fourier.
  6. Shift Left. Untuk memperoleh wawasan secara cepat dan juga menyeluruh memang dikatakan sulit. Akan tetapi beberapa orang insinyur sudah bisa mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan beberapa fitur teknologi informasi seperti Drive dan Cloud. Drive nantinya bisa memperoleh wawasan dan akan menghasilkan komputasi serta analisis data yang canggih yang umumnya tersedia untuk pusat data atau cloud.
  7. The Next V. Biasanya, Big Data ditandai dengan V yakni Volume, Variety, Velocity serta Value. The next V yang dimaksud ini adalah Visibility dimana pada saat data dikumpulkan, maka ilmuwan data yang ada di seluruh dunia harus dapat melihat dan mengakses sesuai dengan apa yang diperlukan.

Unsur-unsur IoT

Inilah beberapa unsur IoT, yakni sebagai berikut.
  1. Konektivitas. Dalam pengertian IoT, konektivitas merupakan pembuka jaringan yang baru serta jaringan khusus IoT. Sehingga, jaringan ini bukan lah penyedia jaringan. Melainkan tidak harus mahal serta memiliki skala besar. Konektivitas yang dipakai dapat juga dalam skala yang kecil. Sebab, IoT dapat menjadikan jaringan kecil berada di antara sistem.
  2. Sensor. Sensor adalah pembeda yang menjadikan IoT lebih unik ketimbang mesin canggih yang lainnya. Sensor ini bisa mendefinisikan instrument program serta mengubah IoT sebagai jaringan standar menjadi sistem aktif yang dapat diintegrasikan pada aktivitas sehari-hari.
  3. Kecerdasan Buatan. Kecerdasan buatan disebut juga sebagai Artificial Intelligence atau disingkat saja sebagai AI. Kecerdasan buatan akan memungkinkan bagi mesin-mesin dapat belajar dari pengalaman, melakukan tugas laiknya manusia, serta menyesuaikan berbagai input yang baru.
  4. Perangkat Berukuran Kecil. Perangkat kecil bisa mendukung serta meningkatkan ketepatan, fleksibilitas, serta skalabilitas untuk mengembangkan IoT.

Kegunaan IoT

Inilah beberapa kegunaan IoT, yakni sebagai berikut.
  1. Konektivitas. konektivitas disini bermaksud bisa mengoperasikan banyak hal hanya dengan memakai satu perangkat saja seperti komputer/gawai/gadget.
  2. Lebih efisien. Dengan meningkatnya konektivitas, maka akan mengefisienkan penggunaan waktu yang diperlukan untuk tugas serupa.
  3. Lebih Mudah. bermaksud mempermudah berbagai konektivitas dan tindakan digital dalam satu perangkat saja, sehingga tidak perlu menginstalasi banyak perangkat, sehingga bisa mempermudah konektivitas digital.

Posting Komentar untuk "IoT - Internet of Things : Pengertian, Prinsip, Unsur, Cara Kerja dan Kegunaan"