Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Hosting Unlimited Indonesia

Hipotesis : Definisi, Fungsi, Jenis dan Cara Menyusun

Penelitian merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan masalah dengan mencari solusi dan mengamati masalah tersebut. Dalam melakukan penelitian, kita harus sesuai dengan prosedur metode ilmiah. Salah satu komponen dalam metode ilmiah adalah hipotesis.

Nah, lalu apa itu hipotesis? Apa saja fungsi, jenis-jenis dan cara menyusun hipotesis? Darpada bingung tidak karuhan, mending yuk kita simak penjelasan sebagai berikut.

Definisi Hipotesis

Hipotesis (hypo = sebelum; thesis = pernyataan/pendapat) adalah suatu pernyataan yang pada waktu diungkapkan belum diketahui kebenarannya, tetapi memungkinkan untuk diuji dalam kenyataan empiris (Gulo,2000:57) dalam Riadi (2016). Hipotesis memungkinkan kita menghubungkan teori dengan pengamatan atau pengamatan dengan teori. Hipotesis berkaitan erat dengan teori. Hipotesis adalah dugaan atau jawaban sementara dari pernyataan yang ada pada perumusan masalah penelitian. Dikatakan jawaban sementara oleh karena jawaban yang ada adalah jawaban yang berasal dari teori. Dengan kata lain, jika teori menyatakan bahwa A berpengaruh terhadap B, maka hipotesis adalah sesuai dengan apa yang dikatakan teori tersebut, yakni A berpengaruh terhadap B. Jawaban sesungguhnya hanya baru akan ditemukan apabila peneliti telah melakukan pengumpulan data dan analisis data penelitian (Juliandi, 2014:44) dalam Riadi (2016).

Untuk mengetahui jawaban terhadap masalah penelitian diperlukan hipotesis. Hipotesis itu sendiri merupakan dugaan, asumsi atau kesimpulan sementara yang diajukan oleh seorang peneliti terkait dengan permasalahan yang dikaji. Sedangkan pengertian hipotesis secara umum yaitu jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya harus diuji secara empiris melalui suatu analisis (berdasarkan data di lapangan) dan kesimpulannya bersifat sementara (Riadi, 2016).

Fungsi Hipotesis

Menurut Umi Narimawati (2007:59) menyatakan bahwa hipotesis berfungsi untuk memberikan batasan serta memperkecil ruang lingkup penelitian, untuk mempermudah pengumpulan dan pengolahan data, untuk mengetahui macam, jumlah dan hubungan variabel penelitian, untuk mengetahui variabel tak bebas yang harus dikontrol.

Sedangkan, menurut Nasution (2000) menyebutkan bahwa fungsi hipotesis adalah sebagai berikut.
  1. Untuk menguji kebenaran teori.
  2. Memberikan gagasan baru untuk mengembangkan suatu teori.
  3. Memperluas pengetahuan penelitian mengenai suatu gejala yang sedang dipelajari.
Hipotesis merupakan proposisi yang ditampilkan dalam pernyataan yang akan diuji secara empiris (bukan lagi berupa konsep, namun telah berupa variabel). Sedangkan proposisi itu sendiri merupakan ungkapan atau pernyataan yang dapat dipercaya, disangkal atau diuji kebenarannya, mengenai konsep atau construct yang menjelaskan atau memprediksi fenomena-fenomena.

Jenis-jenis Hipotesis

Menurut Thomas dalam Swarjana (2012:39), menyatakan bahwa jenis-jenis hipotesis adalah sebagai berikut.
  1. Hipotesis Alternatif (Ha). Hipotesis alternatif disebut juga hipotesis kerja. Hipotesis ini menyatakan adanya perbedaan satu variabel dengan variabel yang lainnya atau menyatakan adanya hubungan di antara satu variabel dengan variabel yang lainnya atau bisa juga menyatakan adanya pengaruh satu variabel dengan treatment terhadap variabel yang lainnya. 
  2. Hipotesis nol (H0). Hipotesis nol adalah hipotesis yang menyatakan tidak adanya hubungan di antara variabel penelitian atau menyatakan tidak adanya perbedaan di antara variabel penelitian atau bisa juga menyatakan pengaruh satu variabel atau treatment terhadap variabel lainnya.

Cara Menyusun Hipotesis

Menurut Gulo (2000:57) menyebutkan bahwa Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penyusunan hipotesis adalah sebagai berikut.
Faktor yang Diperhatikan
  1. Hipotesis disusun dalam kalimat deklaratif. Kalimat itu bersifat positif dan tidak normatif. Istilah-istilah seperti seharusnya atau sebaiknya tidak terdapat dalam kalimat hipotesis.
  2. Variabel yang dinyatakan dalam hipotesis adalah variabel yang operasional, dalam arti dapat diamati dan diukur.
  3. Hipotesis menunjukkan hubungan tertentu di antara variabel-variabel.
Menurut Riadi (2016) menyatakan bahwa hipotesis dapat disusun dengan dua pendekatan, yang pertama secara deduktif dan yang kedua secara induktif. Penyusunan hipotesis secara deduktif ditarik dari teori. Suatu teori terdiri dari proposisi-proposisi, sedangkan proposisi menunjukkan hubungan antara dua konsep. Proposisi ini merupakan postulat-postulat yang dari padanya disusun hipotesis.
Menyusun Hipotesis
Sedangkan penyusunan hipotesis secara induktif bertolak dari pengamatan empiris. Sebagai contoh dari pengalaman kita di masa lampau, kita mengetahui bahwa kecelakaan-kecelakaan kendaraan bermotor di jalan raya kebanyakan disebabkan oleh supir yang menjalankan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Bertolak dari pengalaman ini kita menyusun hipotesis: Ada hubungan positif antara kecepatan laju kendaraan dengan kecelakaan lalu lintas.

Referensi

  • Gulo, W. 2002. Metodologi penelitian. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
  • Juliandi, Azuar, Irfan, dan Manurung, Saprinal. 2014. Metodologi penelitian bisnis konsep dan aplikasi: Sukses menulis skripsi & tesis mandiri. Medan: UMSU PRESS.
  • Nasution, S. 2000. Metode Research. Jakarta: Bumi Aksara.
  • Riadi, Muchlisin. 2016. Pengertian, Fungsi, Jenis dan Cara Menyusun Hipotesis. https://www.kajianpustaka.com
  • Swarjana, Ketut. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: ANDI.
  • Umi Narimawati. 2007. Riset Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Agung Media.

Posting Komentar untuk "Hipotesis : Definisi, Fungsi, Jenis dan Cara Menyusun"

Template Blogger Terbaik Rekomendasi

Berlangganan via Email