Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Hosting Unlimited Indonesia

Firewall : Definisi, Fungsi, Cara Kerja, Jenis dan Manfaat

Komputer merupakan sebuah perangkat populer di zaman milenial ini. Dalam dunia bisnis, perusahaan, pendidikan, sekolah, kantor pemerintahan dan sebagainya melibatkan perangkat komputer dan jaringan komputer sebagai sarana dan prasarana untuk menunjang dan mempermudah akses layanan.

Salah satu fitur yang sering kita jumpai dalam error jaringan internet di komputer adalah periksa proxy dan firewall. Nah, proxy sudah kita bahas di postingan sebelumnya. Namun, kali ini kita akan membahas tentang apa itu firewall dan sebagainya? Daripada kebingungan mending kita simak penjelasan sebagai berikut.

Definisi Firewall

Firewall merupakan suatu kombinasi antara perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (Software) yang berfungsi memisahkan antara jaringan komputer menjadi dua atau lebih untuk menjaga keamanan data. Firewall digunakan untuk membatasi atau mengontrol akses terhadap siapa yang memiliki akses ke jaringan pribadi dari jaringan luar. Firewall merujuk pada sitem yang mengatur komunikasi antar dua jenis jaringan yang berbeda.

Pengertian Firewall secara sederhana adalah sebuah sistem keamanan jaringan komputer yang berfungsi melindungi komputer dari beragam jenis serangan dari komputer luar. Fungsi Firewall memonitor dan mengontrol semua lalu lintas jaringan masuk dan keluar yang kamu lakukan berdasarkan aturan keamanan yang telah ditetapkan. Secara umum, firewall komputer adalah program perangkat lunak yang mencegah akses tidak sah ke atau dari jaringan pribadi.

Jadi, firewall adalah alat yang dapat digunakan untuk meningkatkan keamanan komputer yang terhubung ke jaringan, seperti LAN atau Internet. Firewall juga merupakan bagian integral dari kerangka kerja keamanan komprehensif untuk jaringan yang kamu gunakan.

Fungsi Firewall

Fungsi Firewall menjamin keamanan melalui aktvitasi kontrol granular atas jenis fungsi. Firewall juga akan melangsungkan proses sistem yang memiliki akses ke sumber daya jaringan. Kebanyakan orang berpikir bahwa firewall adalah perangkat yang diinstal pada jaringan, dan mengontrol lalu lintas yang melewati segmen jaringan. Namun, kamu juga dapat memiliki firewall berbasis host yang dapat dijalankan pada sistem itu sendiri, seperti ICF (Internet Connection Firewall).

Pada dasarnya, fungsu kedua firewall tersebut sama: untuk menghentikan intrusi dan menyediakan metode kebijakan kontrol akses yang kuat. Dalam definisi yang sederhana, firewall tidak lain adalah sistem yang melindungi komputermu; poin penegakan kebijakan kontrol akses.

Selain itu, inilah fungsi firewall secara spesifik, yakni sebagai berikut.
  1. Sebagai pengawas data yakni firewall akan mengontrol setiap aktivitas data dalam jaringan yang dianunginya.
  2. Firewall akan secara otomatis melakukan filtering data yang dianggap berbahaya dan data yang dianggap aman.
  3. Firewall sebagai authenticator setiap aktifitas.
  4. Firewall akan melakukan scanning seluruh paket data sehingga firewall mampu mendeteksi paket data dengan lebih akurat.
  5. Mencatat seluruh transaksi padahttp, http, udp, tcp, port 80, 88, 433, dll.

Cara Kerja Firewall

Inilah cara kerja firewall secara spesifik, yakni sebagai berikut.
  1. Menolak serta memblokir seluruh paket data yang datang yang berasal dari sumber atau untuk tujuan yang tidak jelas serta tidak dinginkan.
  2. Menolak dan juga dapat menyaring paket data yang itu datang dari jaringan internal masuk ke jaringan internet, seperti pada saat pengguna atau user jaringan internet akan memasuki situs terlarang.
  3. Menolak serta juga dapat menyaring seluruh paket data yang berdasarkan konten tidak jelas serta juga yang tidak di inginkan seperti misalnya situs yang sudah terdeteksi mengandung virus dan lain sebagainya.
  4. Melaporkan seluruh kegiatan atau aktivitas jaringan atau seluruh kegiatan dari firewall.
  5. Penyaringan paket. Paket (potongan kecil data) dianalisis terhadap satu set filter. Paket yang lolos melalui filter dikirim ke sistem yang diminta, sementara paket lainnya dibuang.
  6. Layanan proxy. Informasi dari Internet diambil oleh firewall dan kemudian dikirim ke sistem yang diminta dan sebaliknya.
  7. Inspeksi stateful. Metode lebih baru yang tidak memeriksa konten setiap paket tetapi membandingkan bagian-bagian kunci tertentu dari paket dengan database informasi tepercaya. Informasi dari dalam firewall ke luar dimonitor untuk menentukan karakteristik spesifik, kemudian informasi yang masuk dibandingkan dengan karakteristik ini. Jika perbandingan menghasilkan kecocokan yang masuk akal, informasi tersebut diizinkan masuk. Kalau tidak, dibuang.

Jenis-jenis Firewall

1. Packet Filter

Jenis Firewall yang satu ini merupakan jenis Firewall paling sering digunakan karena paling sederhana, sehingga lebih mudah digunakan.

2. Circuit Level Gateway

Jenis Firewall berikutnya merupakan bagian dari proxy server atau penghubung antara internet dengan komputer klien, sesuai dengan namanya. Secara kinerja, Circuit Level Gateway ini pengoperasiannya lebih tinggi pada model referensi OSI dibandingkan dengan jenis sebelumnya, yaitu Packet Filter. Posisinya juga berada pada bagian Session Layer.

3. Application Level

Jenis Firewall yang satu ini juga sering disebut dengan Application Proxy (Gateway). Jika Anda menggunakan Firewall jenis ini, maka paket tidak diperbolehkan lewat secara langsung yang berarti harus ada penghubung dan dilakukan penyaringan sebelum masuk ke dalam suatu jaringan kompuer.

4. Network Address Translation

Network Address Translation merupakan jenis Firewall yang mampu melakukan proteksi secara otomatis terhadap sistem yang tengah beroperasi di belakang Firewall. Tujuannya untuk melakukan multiplexing terhadap lalu lintas jaringan untuk kemudian dikirimkan ke lingkup jaringan yang lebih luas lagi.

5. Stateful Inspection Firewall

Stateful Inspection Firewall berupa jaringan yang bertugas melacak kondisi karakteristik dan pengoperasian jaringan. Jenis firewall ini dikonfigurasi untuk membeda-bedakan paket jaringan yang ‘baik’ dan patut lewat dalam berbagai jenis koneksi.

6. Virtual Firewall

Virtual Firewall adalah sebutan untuk beberapa firewall logis yang berada dalam sebuah perangkat fisik (komputer atau perangkat firewall lainnya). Pengaturan ini mengizinkan beberapa jaringan agar dapat diproteksi oleh sebuah firewall yang unik yang menjalankan kebijakan keamanan yang juga unik, cukup dengan menggunakan satu buah perangkat.

7. Transparent Firewall

Transparent Firewall (juga dikenal sebagai bridging firewall) bukanlah sebuah firewall yang murni, tetapi ia hanya berupa turunan dari stateful Firewall. Daripada firewall-firewall lainnya yang beroperasi pada lapisan IP ke atas, transparent firewall bekerja pada lapisan Data-Link Layer, dan kemudian ia memantau lapisan-lapisan yang ada di atasnya.

Manfaat Firewall

Inilah beberapa manfaat firewall, yakni sebagai berikut.
  1. Filter yang digunakan untuk mencegah lalu lintas tertentu, mengalir ke suatu subnet jaringan tertentu. Hal itu juga akan mencegah penggunaan banyak file yang bermain-main di jaringan. Aplikasi ini dapat berguna di sektor korporasi.
  2. Memodifikasi setiap paket data yang masuk ke dalam firewall. Proses seperti ini disebut sebagai Network Address Translation atau NAT. terdapat NAT jenis dasar, yang alamat IP pribadinya berasal dari jaringan komputer yang disembunyikan di balik suatu jenis alamat tertentu. Proses tersebut disebut juga dengan IP samaran. Hal tersebut juga akan membantu pengguna di sebuah jaringan, yang terdiri dari sistem tanpa nomor IP publik yang ada alamatnya dalam mengakses internet.
  3. Melindungi komputer dari akses jarak jauh tidak sah. Salah satu hal terburuk yang dapat terjadi pada komputermu adalah jika seseorang mencoba mengambil kendali dari jarak jauh. Melihat mouse bergerak di monitor karena ulah hacker tentu menakutkan. Dengan firewall berkonfigurasi benar (dan OS modern), kamu dapat menonaktifkan akses desktop jarak jauh, sehingga mencegah hacker mengambil alih komputermu.
  4. Dapat memblokir pesan yang menautkan ke konten yang tidak diinginkan. Internet memiliki banyak kode buruk yang melintasi dunia maya, menunggu untuk menerkam PC yang tidak terlindungi. Firewall dapat mencegah hal ini terjadi.
  5. Menjadikan gaming online lebih aman. Setiap upaya hacker menggunakan malware mereka untuk masuk ke sistemmu akan diblokir, membuat sistemmu menjadi aman.
  6. Untuk menjaga suatu informasi rahasia dan juga berharga, yang bisa menyelinap keluar tanpa diketahui oleh pengguna komputer. Contohnya FTP lalu lintas yang berasal dari jaringan komputer organisasi yang dikendalikan oleh firewall. Tujuannya adalah untuk mencegah pengguna pada jaringan yang mengirim file yang rahasia, baik yang disengaja maupun tidak ke pihak lain.
  7. Sebagai akurasi data seperti informasi keuangan, spesifikasi suatu produk, harga produk dan lain sebagainya. Hal ini juga penting dalam perkembangan suatu bisnis. Jika informasi diubah oleh sumber eksternal maka hal itu akan menimbulkan suatu kerugian. Sehingga manfaat dari firewall ini adalah, untuk mencegah terjadinya modifikasi data yang tidak sah dalam suatu website.

Posting Komentar untuk "Firewall : Definisi, Fungsi, Cara Kerja, Jenis dan Manfaat"

Template Blogger Terbaik Rekomendasi

Berlangganan via Email