Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 Tips Menyusun Proposal Penelitian

Penelitian merupakan suatu cara untuk mengamati sesuatu, memecahkan masalah dan mencari solusi dengan menggunakan metode ilmiah. Hasil dari penelitian sendiri yakni pengembangan ilmu pengetahuan, penyanggahan atau penerus terhadap penelitian yang lampau, membuktikan teori yang ada dan sebagainya. 

Dalam melakukan penelitian, supaya terarah dan cepat mencapai tujuan yang diinginkan, maka perlu didampingi oleh ahli-ahli dalam bidang penelitian tertentu. Misalnya, anda fokus di bidang pendidikan, maka kita perlu didampingi oleh orang yang ahli pendidikan. Begitu pula dengan yang lainnya, harus linear, tetapi jika perlu melibatkan beberapa cabang disiplin ilmu pun boleh, apabila diperlukan. Sebagai contoh penelitian tentang efektivitas aplikasi X terhadap hasil belajar siswa pada materi X. Ini sudah barang tentu melibatkan disiplin ilmu pendidikan, teknologi informasi dan sains.

Sebelum melakukan penelitian, kita harus mengajukan terlebih dahulu proposal penelitian. Tujuannya, supaya ketika diterima pengajuan proposal penelitian kita, penelitian tersebut sudah diakui, valid dan reliabilitas. Sama saja dengan proposal kegiatan, proposal penelitian juga ditujukan untuk mendapat persetujuan lembaga penelitian, mencari dukungan dana, dukungan keilmuan dan dukungan teknis.

Maka oleh sebab itu, perlu tips-tips khusus dalam menyusun proposal penelitian supaya tidak bingung dan mudah diselesaikan dalam waktu yang tepat dan cepat, inilah langkah-langkahnya yakni sebagai berikut.

1. Sering Membaca dan Mengetahui Metodologi Penelitian

Sering membaca disini bermaksud kita cari tahu referensi proposal penelitian orang lain, supaya kita mempunyai gambaran apa itu masalah yang harus dituangkan dalam proposal penelitian, bagaimana itu latar belakang masalah, tujuan, rumusan, tinjauan teoretis dan sebagainya. 

Mengetahui metodologi penelitian, nah ini wajib kita tahu apa saja metodologi penelitian. Supaya ketika menyusun proposal penelitian, kita tinggal masuk-masukkan aja masalah penelitian, latar belakang, desain penelitiannya apa, variabel penelitian, instrumen dan sebagainya. Jadi, mudah klop alias nyambung dengan penelitian yang harus dilakukan. Jika masalahnya seperti ini, berarti instrumen apa yang cocok seperti itu. Termasuk pula desain, variabel, langkah-langkah, metode dan sebagainya.

2. Menentukan Masalah

sebelum jauh melangkah ke tahap penelitian, kita harus tahu terlebih dahulu, masalah apa yang melatarbelakangi penelitian ini. Jangan sampai, penelitian tersebut dilakukan tanpa memperhatikan masalah apa yang mau diselesaikan. Penelitian sendiri kan tujuannya untuk menyelesaikan kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Perlu diperhatikan dalam menentukan masalah itu adalah:
  • masalah harus logis
  • masalah harus nyata
  • masalah dapat dibatasi, supaya kita dalam melakukan penelitian mudah sampai tujuan penelitian, tidak mondar-mandir kemana-mana
  • masalah dapat diselesaikan sesuai kemampuan kita, jangan sampai masalah tersebut tidak sesuai dengan bidang kita, yang ada kita malah nambah masalah baru.
  • masalah dapat diselesaikan dalam waktu dan dana yang kita rencanakan, jangan sampai melebihi waktu yang kita canangkan dan dana yang kita anggarkan. Bisa-bisa kalau seperti itu ngaret. Jadi, sesuai keperluan kita aja, kalau waktunya 2 bulan penelitian, ya harus mencari masalah yang bisa selesia dalam waktu 2 bulan, jangan yang 2 tahun jadinya nggk nyambung.

3. Menyusun Latar Belakang Masalah

setelah masalah kita cari dan ada, baru kita susun latar belakang masalah yang logis, nyata dan sesuai hasil observasi terkait masalah yang ada.

4. Merumuskan Masalah

setelah kita menyusun latar belakang masalah, kita harus merumuskan masalah dalam susunan yang benar, supaya ketika kita mau cari solusinya dan masuk ke tahap penelitian masalah tersebut bisa diteliti dan diselesaikan sesuai runtutan atau hierarki yang benar. Contohnya, pengertian dahulu sebelum macam-macam. Apabila macam-macam dulu sebelum pengertian, maka akan membingungkan.

5. Menentukan Tujuan Penelitian

menentukan tujuan penelitian, biasanya tujuan penelitian ini menjawab rumusan masalah. Harus berkesinambungan.

6. Menentukan Judul Penelitian

menentukan judul penelitian, setelah kita tahu masalah yang akan kita selesaikan, latar belakang masalah dan tujuan penelitian, baru kita buat judul penelitian yang relevan dengan masalah yang ada. Kita bisa mengembangkan kata-kata atau kalimat menjadi lebih efektif lagi. Kalau sudah ada masalah kan enak buat judulnya, logis dan nyata. 

Nah, baru setelah enam hal tersebut sudah kita genggam dalam benak kita, kita lanjut ke langkah yang selanjutnya yakni menyusun proposal penelitian. Sistematika proposal penelitian menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku pada lembaga pendidikan dan penelitian masing-masing. 

Namun, yang perlu diperhatikan adalah ke-6 hal diatas, apabila sudah pas tinggal kita masukkan ke dalam proposal. Sehingga, penyusunan proposal bisa disusun dengan efektif dan dalam tempo yang setepat-tepatnya.

Itulah beberapa tips dalam menyusun proposal penelitian yang menurut saya itu adalah efektif. Semoga tips ini walaupun sederhana, bisa menjadi motivasi dan inspirasi bagi teman-teman yang ingin dan sedang menyusun proposal penelitian. Semoga berhasil.
Heri MS
Heri MS Blogger Influencer dari Kuningan yang suka dengan dunia IT, Data Technology, website dan senang bereksplorasi tentang Ipteks. Semoga artikel saya ini bisa antik, otentik, asyik, unik dan menarik.

Posting Komentar untuk "6 Tips Menyusun Proposal Penelitian"