Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MoU : Pengertian, Tujuan, Ciri, Unsur, Jenis dan Manfaatnya

Dalam kehidupan sehari-hari, teurtama bisnis dan kelembagaan biasanya suka ada kegiatan MoU atau Momerandum of Understanding. MoU tersebut diperuntukkan sebagai nota kesepahaman terkait sesuatu hal sesuai keperluan bisnis, kelembagaan, nirlaba dan sebagainya.

Kemudian, apa sih MoU itu secara lengkapnya? bagaimana pengertian, macam-macam, tujuan dan pengaturannya? Nah, daripada bingung tidak karuan, yuk kita simak bersama-sama penjelasannya sebagai berikut.

PENGERTIAN MoU

Secara terminologi, istilah memorandum of understanding berasal dari dua kata, yaitu memorandum dan understanding. Secara gramatikal memorandum of understanding diartikan sebagai nota kesepahaman. Dalam black’s law dictionary yang di maksud memorandum adalah : “is to serve as the basic of future formal contract or deed”, yang artinya adalah dasar untuk memulai penyusunan kontrak atau akta secara formal pada masa datang.

Kemudian, yang dimaksud dengan understanding adalah: “an implied agreement resulting from the express term of another agreement, wheter written or oral”, yang artinya adalah pernyataan persetujuan secara tidak langsung terhadap hubungannya dengan persetujuan lain, baik secara lisan maupun tertulis.

Berarti,  pengertian memorandum of understanding adalah dasar penyusunan kontrak pada masa mendatang yang didasarkan pada hasil pemufakatan para pihak baik secara tertulis maupun tidak tertulis.

Pada beberapa wilayah, terutama di benua Eropa istilah MoU ini sama dengan apa yang disebut gentlement agreement, head agreement dan cooperation agreement. Kalau di negara kita, MoU ini sering disebut dengan Nota Kesepakatan atau Nota Kesepahaman.

MENURUT PARA AHLI

  • Menurut Munir Fuady, beliau menjelaskan bahwa memorandum of understanding sebagai berikut ; perjanjian pendahuluan, dalam arti nantinya akan diikuti dan dijabarkan dalam perjanjian lain yang mengaturnya secara detail, karena itu, memorandum of understanding berisikan hal-hal yang pokok saja. Adapun mengenai lain-lain aspek dari memorandum of understanding relatif sama dengan perjanjian-perjanjian lain.
  • Menurut H. Salim, beliau menjelaskan bahwa memorandum of understanding sebagai berikut ; nota kesepahaman yang dibuat antara subjek hukum yang satu dengan subjek hukum lainnya, baik dalam suatu negara maupun antarnegara untuk melakukan kerjasama dalam berbagai aspek kehidupan dan jangka waktu tertentu.

TUJUAN MoU

Inilah beberapa tujuan spesifik dari momerandum of understanding yakni sebagai berikut.
  1. karena masing-masing pihak dalam perjanjian masih ragu-ragu dan masih perlu waktu untuk pikir-pikir dalam hal menandatangani suatu kontrak, sehingga untuk sementara dibuatlah memorandum of understanding.
  2. karena memorandum of understanding dibuat dan ditandantangani oleh pihak eksekutif teras dari suatu perusahaan, sehingga untuk suatu perjanjian yang telah rinci mesti dirancang dan dinegosiasi khusus oleh staf-stafnya yang lebih rendah tetapi lebih menguasai teknis.
  3. karena prospek bisnisnya belum jelas benar, sehingga belum bisa dipastikan apakah deal kerja sama tersebut akan ditindak lanjuti. Untuk menghindari kesulitan dalam hal pembatalan suatu agreement nantinya, dibuatlah memorandum of understanding yang memang mudah dibatalkan.
  4. karena dianggap penandatangan kontrak masih lama dengan negosiasi yang alot. Karena itu, dari pada tidak ada ikatan apa-apa sebelum ditandantangani kontrak tersebut, dibuatlah memorandum of understanding yang akan berlaku untuk sementara waktu.

UNSUR-UNSUR MoU

Sedangkan, untuk unsur-unsur MoU secara spesifik adalah sebagai berikut.
  • Tanggal pada saat akan menandatangani surat perjanjian tersebut.
  • Tertera dengan jelas, nama serta jabatan dan suatu perusahaan untuk pihak pertama dan kedua.
  • Ada sebuah acuan aturan hukum yang mendasari pembuatan surat penjanjian tersebut.
  • Ketentuan yang dicantumkan juga harus jelas sesuai dengan perjanjian yang dibuat kedua belah pihak dan tentu nya tidak ada pihak yang akan dirugikan dalam ketentuan tersebut. Itu mengapa pada bagian ketentuan ini juga harus dibahas secara rinci dan jelas.
  • Untuk detail dari ketentuan, bisa berupa nomor dan boleh juga berbentuk pasal. Misal pasal satu tentang tanggal, dan pasal pasal yang selanjutnya tentang sebuah kewajiban dan hak yang didapat kedua belah pihak.
  • Harus ada tanda tangan di atas materai 6000 untuk bisa memperkuat surat perjanjian kerja sama antar perusahaan.
  • Dan bisa juga dibawa ke ranah hukum apabila ada yang tidak memenuhi isi dari perjanjian tersebut karena sudah bisa dikatakan sangat kuat di mata hukum disebabkan lampirkan materai 6000.

CIRI-CIRI MoU

Ciri-ciri dari MoU adalah sebagai berikut.
  1. Umumnya isi MoU ini dibuat secara ringkas, bahkan seringkali hanya dibuat satu halaman saja.
  2. Isi di dalam MoU adalah hal-hal yang sifatnya pokok atau juga umum saja.
  3. MoU ini sifatnya pendahuluan, dimana akan diikuti oleh kesepakatan lain yang isinya lebih detail.
  4. MoU jangka juga memiliki jangka waktu yang cukup singkat, misalnya sebulan hingga satu tahun. Jika tidak ada tindak lanjut dengan sebuah perjanjian yang lebih ringci dari kedua belah pihak, maka nota kesepakatan tersebut batal.
  5. Umumnya sebuah nota kesepahaman dibuat dalam bentuk perjanjian di bawah tangan.
  6. MoU juga digunakan sebagai dasar untuk membuat perjanjian untuk suatu kepentingan banyak pihak, misalnya yaitu investor, kreditor, pemegang saham, pemerintah, dan lainnya.

JENIS-JENIS MoU

Jenis-jenis MoU dibagi kedalam dua macam, yakni berdasarkan skala wilayah dan berdasarkan kehendak para pihak, yakni sebagai berikut.

Berdasarkan Negara / Skala Wilayah

  1. MoU yang bersifat nasional, yaitu salah satu bentuk dari Nota Kesepahaman yang dibuat dimana masing-masing pihak terkait adalah semua warga negara atau badan hukum di Indonesia. Misalnya, MoU antara suatu perusahaan publik dan pemerintah daerah.
  2. MoU yang bersifat internasional, yaitu salah satu bentuk dari sebuah Nota Kesepahaman yang dibuat antara suatu negara dan negara lain. Misalnya saja yaitu antara Indonesia dan Cina atau antara badan hukum Indonesia dan badan hukum negara Cina.

Berdasarkan Kehendak Para Pihak

  1. MoU yang sifatnya ikatan moral, pada umumnya ini dibuat oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan tujuan untuk bisa membangun “ikatan moral” saja, dan tidak ada satupun yurisdiksi hukum di antara mereka. Memorandum Saling Pengertian ini biasanya menegaskan bahwa sebuah MoU hanyalah bukti dari niat para pihak untuk dapat bernegosiasi kemudian untuk membuat kontrak.
  2. MoU yang sifatnya ingin mengikatkan diri dalam suatu kontrak, biasanya ini dilakukan oleh pihak terkait tetapi masih dalam tahap untuk bisa mengatur perjanjian umum. Hal-hal terperinci akan dibuat dalam sebuah kontrak lengkap di masa depan. MoU yang dimana para pihak berniat untuk dapat mengikatkan diri dalam suatu kontrak, tetapi tidak dapat dipastikan karena kondisi dan kondisi tertentu tidak pasti.

MANFAAT MoU

Inilah beberapa manfaat dari MoU adalah sebagai berikut.
  1. Manfaat Yuridis, adalah salah satu manfaat yang adanya kepastian hukum bagi kedua belah pihak yang membuat kesepakatan. Selain itu, MoU juga  dapat berlaku sebagai Undang-Undang bagi setiap pihak yang membuatnya.
  2. Manfaaat Ekonomis, adalah sesuatu hal yang adanya penggerakan hak milik sumber daya yang awalnya nilai penggunaannya lebih rendah menjadi lebih tinggi setelah adanya MoU.

Posting Komentar untuk "MoU : Pengertian, Tujuan, Ciri, Unsur, Jenis dan Manfaatnya"