Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kebijakan Fiskal : Pengertian, Fungsi, Tujuan, Jenis, Instrumen dan Contohnya

Dalam kehidupan sehari-hari, sudah barang tentu kita berhadapan dengan masalah perekonomian entah itu isi dompet, pendapatan/gaji, tunjangan dan sebagainya. Begitu pula apabila masalah ekonomi itu dalam ruang lingkup yang go national dan go international, kita akan menemukan sebuah kalimat "kebijakan fiskal dan kebijakan moneter".

Nah, tapi kali ini yang akan dibahas adalah kebijakan fiskal. Apa sih kebijakan fiskal itu? apa saja tujuan, fungsi dan sebagainya kebijakan fiskal itu? Daripada bingung tidak karuan, yuk kita simak penjelasan sebagai berikut.

PENGERTIAN KEBIJAKAN FISKAL

Kebijakan Fiskal berbeda dengan Kebijakan Moneter, walaupun tujuannya sama yaitu untuk memperbaiki kondisi perekonomian. Fiscal policy adalah kebijakan untuk mengatur perekonomian dengan mengelola pendapatan dan pengeluaran negara melalui pengaturan tingkat pajak dan belanja negara. Sedangkan kebijakan moneter adalah kebijakan untuk mengatur perekonomian dengan mengatur jumlah uang yang beredar.

Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dengan cara meningkatkan atau mengurangi pendapatan dan belanja negara untuk mencapai tujuan yang diharapkan, seperti mengurangi jumlah penganguran atau mencapai pertumbuhan ekonomi yang sudah ditargetkan. Instrumen utama yang digunakan untuk melakukannya adalah pengeluaran pemerintah dan pajak.

Selain itu, Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengarahkan dan mengelola kondisi perekonomian negara menjadi lebih baik atau lebih produktif dari sebelumnya. Instrumen utama dari kebijakan fiskal adalah pendapatan dari pajak dan juga pengeluaran/ belanja negara.

Kebijakan ini dilakukan dengan cara mengubah pola penerimaan (berupa pajak) dan pengeluaran negara yang dilakukan oleh pemerintah. Pada pelaksanaannya, kebijakan ini dilakukan dengan mengatur Anggaran Pembelanjaan Negara (APBN) serta mengubah angka-angka di dalamnya untuk mendapatkan keadaan yang ada pada tujuan penyusunan APBN.

MENURUT PARA AHLI

Supaya pemahaman kita semakin konkret tentang kebijakan fiskal, inilah beberapa definisi kebijakan fiskal menurut para ahli, yakni sebagai berikut.

Menurut Haryadi (2014: 82)

Menjelaskan bahwa Fiscal policy adalah kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengarahkan perekonomian suatu negara ke arah yang lebih baik atau sesuai dengan yang diinginkan dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah.

Menurut Zain (2008:12)

Menjelaskan bahwa Instrumen utama kebijakan fiskal adalah pengeluaran pemerintah dan pajak, dimana pajak adalah pungutan yang dilakukan oleh negara baik pemerintah pusat maupun daerah yang diatur oleh undang-undang. Untuk pembiayaan umum dari pemerintah dalam rangka menjalankan fungsi pemerintah dan tidak mengandung unsur imbalan individual oleh pemerintah terhadap pembayaran pajak.

Menurut Alam (2007:57)

Menjelaskan bahwa Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang menyesuaikan pengeluaran dan penerimaan pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi.

Menurut Ahman (2007: 126)

Menjelaskan bahwa Fiscal policy adalah kebijakan dalam ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengendalikan atau mengarahkan perekonomian ke arah yang lebih baik.

FUNGSI KEBIJAKAN FISKAL

Fiscal policy memiliki beberapa fungsi yang saling melengkapi satu dengan lainnya, yakni sebagai berikut.
  1. Mengoptimalkan Penggunaan Sumber Daya. Sumber daya yang dimaksud di sini adalah sumber daya alam dan sumber daya manusia. Tanpa adanya dua komponen ini maka aktivitas ekonomi suatu negara akan terancam. Dengan adanya fiscal policy maka kedua sumber daya tersebut akan menjadi seimbang dan lebih optimal penggunaannya.
  2. Mengoptimalkan Aktivitas Investasi. Investasi merupakan salah satu sumber pemasukan bagi devisa negara. Tentunya hal ini akan memberikan keuntungan bagi pemerintah dan negara karena saling menguntungkan antara pengusaha dan investor.

TUJUAN KEBIJAKAN FISKAL

Kebijakan fiskal memiliki beberapa tujuan spesifik, yakni sebagai berikut.
  1. Mencapai pertumbuhan ekonomi yang diharapkan.
  2. Membuka lapangan pekerjaan.
  3. Untuk mencapai kestabilan ekonomi secara nasional.
  4. Untuk memacu laju pertumbuhan ekonomi nasional.
  5. Untuk memacu laju investasi sebuah negara.
  6. Untuk mewujudkan keadilan nasional.
  7. Untuk menjaga stabilitas harga barang dan jasa agar laju inflasi dapat dikendalikan.
  8. Untuk pemerataan dan pendistribusian pendapatan.

JENIS-JENIS KEBIJAKAN FISKAL

Ada dua macam jenis kebijakan fiskal, yakni sebagai berikut.

Berdasarkan Teori

  1. Kebijakan anggaran pembiayaan fungsional. mengatur pengeluaran pemerintah dengan memperhatikan pengaruhnya pada peningkatan kesempatan kerja.
  2. Kebijakan pengelolaan anggaran. mengatur pengeluaran pemerintah, penerimaan pajak dan pembiayaan untuk mencapai stabilitas perekonomian.
  3. Kebijakan stabilisasi anggaran otomatis. mengatur jumlah pengeluaran pemerintah dengan menimbang dan menganalisa biaya dan manfaat dari berbagai pengeluaran yang dilakukan.

Berdasarkan Penerimaan dan Pengeluaran

  1. Kebijakan Anggaran Surplus. merupakan kebijakan pemerintah untuk tidak menggunakan semua pendapatan untuk digunakan pengeluaran atau belanja. Dengan begitu pemerintah dapat menabung atau menambah tabungan serta dapat menekan angka inflasi.
  2. Kebijakan Fiskal Seimbang. merupakan kebijakan pemerintah dengan membuat jumlah penerimaan dan pengeluaran menjadi seimbang atau sama. Kelebihan kebijakan ini adalah negara tidak perlu meminjam dana dari negara asing. Sedangkan kekurangan kebijakan ini adalah kondisi ekonomi nasional menjadi tidak menguntungkan atau bahkan terpuruk.
  3. Kebijakan Fiskal Dinamis. merupakan kebijakan yang mirip dengan kebijakan seimbang, namun terdapat improvisasi di dalamnya yaitu jumlah pengeluaran dan pemasukan sama tapi dapat keduanya akan bertambah besar seiring berjalannya waktu. Kebijakan ini dilakukan untuk mengakomodir kebutuhan pemerintah yang bertambah seiring waktu.
  4. Kebijakan Fiskal Defisit. merupakan kebijakan yang berlawanan dengan kebijakan surplus. Dengan kata lain, jumlah pendapatan lebih rendah dibandingkan jumlah pengeluaran. Kebijakan ini dilakukan ketika terjadi kelesuan dan depresi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, kebijakan ini memiliki kekurangan yaitu anggaran negara selalu dalam kondisi kekurangan.

INSTRUMEN KEBIJAKAN FISKAL

Inilah instrumen kebijakan fiskal, yakni sebagai berikut.
  1. Pendapatan Negara (Pajak). Pajak adalah instrumen fiskal yang dipakai oleh pemerintah untuk membiayai pembangunan. Pajak tersebut bersifat memaksa dan tercantum dalam konstitusi, dimana semua wajib pajak (perorangan dan badan usaha) wajib memberikan kontribusi pada negara.
  2. Pengeluaran Negara. Semua pengeluaran negara disusun dalam Anggaran Pembelanjaan Negara (APBN). Pengeluaran pemerintah ini ada banyak sekali jenisnya, mulai dari biaya untuk pembangunan infrastruktur, biaya pembangunan untuk masyarakat umum, hingga biaya untuk keperluan operasional pemerintah sendiri.

CONTOH KEBIJAKAN FISKAL

Berikut ini adalah beberapa contoh penerapan kebijakan fiskal, yakni sebagai berikut.
  1. Pemerintah memutuskan untuk menaikkan pajak untuk menambah pendapatan negara.
  2. Pemerintah mengeluarkan obligasi untuk meminjam uang dari negara asing.
  3. Pemerintah mewajibkan masyarakat agar memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk menambah wajib pajak.
  4. Mengelola anggaran dengan mengurangi pembelajaan negara dan atau menaikkan pajak agar perekonomian menjadi lebih stabil.
Heri MS
Heri MS Blogger Influencer dari Kuningan yang suka dengan dunia IT, Data Technology, website dan senang bereksplorasi tentang Ipteks. Semoga artikel saya ini bisa antik, otentik, asyik, unik dan menarik.

Posting Komentar untuk "Kebijakan Fiskal : Pengertian, Fungsi, Tujuan, Jenis, Instrumen dan Contohnya"