Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Budget : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Karakteristik, Cara dan Manfaatnya

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali orang yang berkata budget saya tidak cukup ataupun sebaliknya. Tapi, kadang kita heran apa sih arti budget itu sendiri, apakah isi dompet? ternyata bukan isi dompet, tetapi budget itu adalah Anggaran. Hehe, daripada bingung tidak karuan, yuk kita simak penjelasannya sebagai berikut.

PENGERTIAN BUDGET

Secara umum, Budget atau Anggaran adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan, yang dinyatakan dalam satuan keuangan (unit moneter), dan berlaku untuk jangka waktu tertentu yang akan datang. Untuk memperkuat pemahaman kita tentang arti budget, inilah beberapa definisi budget menurut para ahli, yakni sebagai berikut.

Menurut Harahap (2001:15)

Budget adalah adalah konsep yang membantu manajemen, ia larut dalam fungsi manajemen, membantu, dan mempermudah manajemen dalam mencapai tujuan. budget terdiri dari serangkaian taksiran-taksiran yang dapat dipakai sebagai suatu program untuk menjalankan kegiatan perusahaan pada suatu periode, khususnya pada masa yang akan datang.

Menurut Nafarin (2004:12)

Budget adalah suatu rencana keuangan periodik yang disusun berdasarkan program yang telah disahkan. Budget merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif dan umumnya dinyatakan dengan satuan uang untuk jangka waktu tertentu.

Menurut Suharman (2006:76)

Pada dasarnya budget adalah alat yang dipergunakan dalam suatu organisasi perusahaan atau bisnis untuk mengungkapkan rencana kegiatan dalam satuan kuantitatif, koordinasi dan implementasi serta mengendalikan kegiatan operasional maupun menilai kinerja manajerial dalam suatu organisasi perusahaan.

TUJUAN PENYUSUNAN BUDGET

Menurut Nafarin (2004), tujuan penyusunan budget adalah sebagai berikut.
  1. Digunakan sebagai landasan yuridis formal dalam memilih sumber dan investasi dana.
  2. Memberikan batasan atas jumlah dana yang dicari dan digunakan.
  3. Merinci jenis sumber dana yang dicari maupun jenis investasi dana sehingga dapat memudahkan pengawasan.
  4. Merasionalkan sumber dan investasi dana agar dapat mencapai hasil yang maksimal.
  5. Menyempurnakan rencana yang telah disusun karena dengan budget lebih jelas dan nyata terlihat.
  6. Menampung dan menganalisis serta memutuskan setiap usulan yang berkaitan dengan keuangan.
Menurut Cristina (2001:4), menyebutkan bahwasannya tujuan dari penyusunan budget adalah sebagai berikut.
  1. Menyatakan harapan atau sasaran perusahaan secara jelas dan formal, sehingga dapat menghindari kerancuan dan memberikan arah terhadap apa yang akan dicapai manajemen.
  2. Mengkomunikasikan harapan manajemen kepada pihak terkait sehingga budget dimengerti, didukung, dan dilaksanakan.
  3. Menyediakan rencana terinci mengenai aktivitas dengan maksud mengurangi ketidakpastian dan memberikan pengarahan yang jelas bagi individu dan kelompok dalam upaya mencapai tujuan perusahaan.
  4. Mengkoordinasikan cara atau metode yang akan ditempuh dalam rangka memaksimalkan sumber daya.
  5. Menyediakan alat pengukur dan mengendalikan kinerja individu dan kelompok, serta menyediakan informasi yang mendasar perlu tidaknya tindakan koreksi.

FUNGSI BUDGET

Penyusunan budget tentunya mempunyai fungsi tersendiri terhadap beberapa aspek. Menurut Nafarin (2004), Budget mempunyai beberapa fungsi, yakni sebagai berikut.

Fungsi Perencanaan

Budget merupakan alat perencanaan tertulis menuntut pemikiran yang teliti dan akan memberikan gambaran yang lebih nyata/jelas dalam unit dan uang. Sebagai contoh yaitu dengam merencanakan laba yang setinggi-tingginya. Dalam budget, rencana laba yang setinggi-tingginya tersebut dirumuskan secara teliti dan nyata yaitu dinyatakan secara kuantitatif.

Fungsi Pelaksanaan

Budget merupakan pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan, sehingga setiap pekerjaan yang ada dalam kegiatan di perusahaan akan dapat dijalankan secara selaras dalam upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, budget penting untuk menyelaraskan “koordinasi” setiap bagian kegiatan, seperti: bagian pemasaran, bagian umum, bagian produksi dan bagian keuangan.

Apabila salah satu bagian “departemen” saja tidak dapat melaksanakan tugas sesuai dengan yang telah direncanakan, maka mengakibatkan bagian “departemen” yang lain juga tidak dapat melaksanakan tugasnya secara selaras, terarah dan terkoordinir sesuai yang direncanakan atau yang telah disepakati dalam budget. Hal tersebut menunjukkan peran aktif dari budget sebagai alat pengkoordinasian kerja dalam membantu manajemen perusahaan melaksanakan fungsi dan tugasnya.

Fungsi Pengawasan

Budget berfungsi sebagai alat pengawasan “Controlling” yang berarti mengevaluasi “menilai” setiap pelaksanaan pekerjaan, dengan cara memperbandingkan realisasi dengan rencana “budget” dan melakukan tindakan perbaikan apabila dipandang perlu “apabila terdapat penyimpangan yang merugikan”.

KARAKTERISTIK BUDGET

Menurut Mulyadi (2001:490)

Karakteristik budget menurut Mulyadi (2001) adalah sebagai berikut.
  1. Dinyatakan dalam satuan keuangan dan satuan selain keuangan. Mencakup jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun.
  2. Berisi komitmen atau kesanggupan manajemen untuk menerima tanggung jawab dalam mencapai sasaran yang ditetapkan.
  3. Akan menjadi bahan review dan disetujui oleh pihak yang memiliki wewenang lebih tinggi.
  4. Secara berkala, kinerja keuangan sesungguhnya dibandingkan dengan budget, jika terdapat selisih dijelaskan penyebabnya.

Menurut Gunawan dan Asri (2003)

Inilah karakteristik budget menurut Gunawan dan Asri (2003), yakni sebagai berikut.
  1. Budgeting harus bersifat realistis. Artinya harus sesuai dengan kondisi keuangan perusahaan. Tidak sengaja melebihkan untuk mendapatkan ekspetasi lebih walau secara laporan yang ada hal itu tidak mungkin.
  2. Budgeting harus bersifat fleksibel. Dapat menyesuaikan dengan kondisi.
  3. Budgeting harus bersifat kontinu. Budget adalah proses yang harus diperhatikan secara terus menerus, supaya biaya yang dikeluarkan tidak melenceng dan sesuai dengan yang telah disusun dan penerimaan minimal sesuai dengan yang diperkirakan.
  4. Budgeting harus terkomunikasikan Baik. Komunikasi merupakan kunci utama dalam kesuksesan budgeting.
  5. Dapat memberi motivasi anggota perusahaan. Motivasi untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah disepakati bersama.
  6. Mendorong adanya partisipasi. Mendorong para pekerja untuk sama-sama berpatisipasi dalam menyusun dan menjalankan anggaran. Efeknya adalah mereka akan bekerja dengan semangat karena merasa “memiliki” bisnis itu juga.

CARA PENYUSUNAN BUDGET

Menurut Gunawan & Asri (2003:7)

Menurut Gunawan & Asri (2003:7), syarat menyusun budget yakni sebagai berikut.
  1. Realistis, ini berarti tidak terlalu optimis dan tidak terlalu pesimis.
  2. Luwes, ini berarti tidak kaku dan mudah untuk disesuaikan dengan keadaan yang mudah berubah.
  3. Continue, ini berarti membutuhkan perhatian secara terus menerus.
  4. Memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif.
  5. Memiliki kemampuan untuk memberikan motivasi kepada para anggotanya.
  6. Memiliki kemampuan untuk mendorong adanya partisipasi.

Menurut Stoner dan Freeman (1995:570)

Menurut Stoner dan Freeman (1995:570), ada 2 (dua) cara penyusunan budget yakni sebagai berikut.
  • Top- Down Budgeting ialah metode penataan budget yang ditetapkan oleh pimpinan paling tinggi industri dengan sedikit ataupun tanpa terdapat konsultasi dengan manajer tingkatan dasar. Keuntungan Top- Down Budgeting ialah mempersingkat waktu penataan budget. Sebaliknya kelemahan Top- Down Budgeting ialah tidak diperhitungkannya kebutuhan masing- masing bagian dengan pas, sebab seluruhnya ialah keputusan sepihak dari manajer tingkatan atas( top manager).
  • Bottom- Up Budgeting ialah metode penataan budget yang disiapkan oleh pihak yang hendak melakukan budget tersebut. Keuntungan memakai Bottom- Up Budgeting ialah budget disusun memanglah bersumber pada bagian yang memerlukan dana ataupun bagian yang hendak membagikan pemasukan untuk industri, sehingga alokasi dana jadi lebih akurat ataupun dengan kata lain tingkatan keakuratan budget sangat besar. Tetapi kelemahan Bottom- Up Budgeting ialah memakan waktu yang lumayan lama.

MANFAAT BUDGET

Berikut ini terdapat beberapa manfaat budget, yakni sebagai berikut.
  1. Memaksa para manajer untuk melakukan perencanaan. Anggaran memaksa manajer untuk mengembangkan arah umum bagi organisasi, mengantisipasi masalah dan mengembangkan kebijakan untuk masa depan
  2. Menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk memperbaiki pembuatan keputusan. Bila suatu perusahaan telah mengetahui perkiraan pendapatan, biaya perlengkapan, biaya lab, utilitas, gaji, dan hal lainnya maka dengan otomatis perusahaan tersebut akan melakukan keputusan yang bisa mencegah timbulnya masalah dan menghasilkan status keuangan yang lebih baik.
  3. Menyediakan standar untuk evaluasi kinerja. Anggaran memberikan standar yang dapat mengendalikan penggunaan berbagai sumber daya perusahaan dan memotivasi karyawan.
  4. Memperbaiki komunikasi dan koordinasi. Anggaran secara formal mengomunikasikan rencana organisasi pada tiap karyawan. Jadi semua karyawan dapat menyadari peranan dan pencapaian tujuan-tujuan tersebut.

Posting Komentar untuk "Budget : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Karakteristik, Cara dan Manfaatnya"