Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Artificial Intelligence : Definisi, Sudut Pandang, Jenis dan Ruang Lingkupnya

Dalam era globalisasi abad 21 ini, perkembangan teknologi informasi dari hari ke hari semakin canggih. Apalagi, negara-negara maju saling berlomba-lomba membuat kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence yang disingkat AI ini dalam berbagai bidang. Biasanya, AI ini dibenamkan pada sebuah robot, komputer, mesin dan sebagainya yang berbau listrik.

Lalu, apa itu artificial intelligence? apa saja definisi, sudut pandang, jenis dan ruang lingkup artificial intelligence? Nah, dari pada bingung dan pusing, mending kita simak langsung penjelasan tentang AI ini sebagai berikut.

DEFINISI AI

Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) adalah teknologi di bidang ilmu komputer yang mensimulasikan kecerdasan manusia ke dalam mesin (komputer) untuk menyelesaikan berbagai persoalan dan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan manusia.

Kecerdasan buatan dikenalkan pada tahun 1956 dalam acara Dartmouth Conference oleh John McCarthy, seorang profesor dari Massachusetts Institute of Technology. Pada konferensi tersebut dijelaskan tujuan utama kecerdasan buatan, yaitu: mengetahui dan memodelkan proses-proses berfikir manusia dan mendesain mesin agar dapat menirukan kelakuan manusia tersebut.

Berikut definisi dan pengertian kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence dari beberapa sumber buku sebagai berikut.
  1. Menurut Kristianto (2004), Kecerdasan buatan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan komputer yang khusus ditujukan dalam perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas dalam sistem kecerdasan komputer. 
  2. Menurut Simon (1987), kecerdasan buatan adalah kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas. 
  3. Menurut Rich dan Knight (1991), kecerdasan buatan merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat computer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.
  4. Menurut Gaskin (2008), kecerdasan buatan adalah kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas buatan. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. 
  5. Menurut Kusumadewi (2003), kecerdasan buatan merupakan studi bagaimana membuat agar komputer dapat melakukan sesuatu sebaik yang dilakukan manusia.

SUDUT PANDANG AI

Pengertian Kecerdasan buatan dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, yaitu sebagai berikut.
  1. Sudut pandang Kecerdasan (Intelligence). Kecerdasan buatan adalah bagaimana membuat mesin yang cerdas dan dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya dapat dilakukan oleh manusia.
  2. Sudut pandang Penelitian. Studi bagaimana membuat agar komputer dapat melakukan sesuatu sebaik yang dilakukan oleh manusia. 
  3. Sudut pandang Bisnis. Kumpulan peralatan yang sangat powerfull dan metodologis dalam menyelesaikan masalah-masalah bisnis.
  4. Sudut pandang Pemrograman (Programming). Kecerdasan buatan termasuk di dalamnya adalah studi tentang pemrograman simbolik, pemecahan masalah, proses pencarian (search).

RUANG LINGKUP AI

Menurut Budiharto (2014), kecerdasan buatan atau artificial intelligence memiliki ruang lingkup sebagai berikut.

Natural Language Processing (NLP) 

NLP mempelajari bagaimana bahasa alami itu diolah sedemikian hingga user dapat berkomunikasi dengan komputer. Konsentrasi ilmu ini adalah interaksi antara komputer dengan bahasa natural yang digunakan manusia, yakni bagaimana komputer melakukan ekstraksi informasi dari input yang berupa natural language dan atau menghasilkan output yang juga berupa natural language.

Computer Vision 

Cabang ilmu ini erat kaitannya dengan pembangunan arti/makna dari image ke obyek secara fisik. Yang dibutuhkan di dalamnya adalah metode-metode untuk memperoleh, melakukan proses, menganalisis dan memahami image. Apabila cabang ilmu ini dikombinasikan dengan Artificial Intelligence secara umum akan mampu menghasilkan sebuah visual intelligence system.

Robotika dan Sistem Navigasi 

Bidang ilmu inilah yang mempelajari bagaimana merancang robot yang berguna bagi industri dan mampu membantu manusia, bahkan yang nantinya bisa menggantikan fungsi manusia. Robot mampu melakukan beberapa task dengan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Untuk melakukan hal tersebut, robot diperlengkapi dengan actuator seperti lengan, roda, kaki, dll.

Game Playing 

Game biasanya memiliki karakter yang dikontrol oleh user, dan karakter lawan yang dikontrol oleh game itu sendiri. Di mana kita harus merancang aturanaturan yang nantinya akan dikerjakan oleh karakter lawan. Game akan menjadi menarik apabila karakter lawan (non-player) bereaksi dengan baik terhadap apa yang dilakukan oleh player. Hal ini akan memancing penasaran user dan membuat game menarik untuk dimainkan. Tujuan intinya adalah membuat nonplayer memiliki strategi yang cerdas untuk mengalahkan player. Pada bidang ini, AI dibutuhkan, yaitu untuk merancang dan menghasilkan game yang fun serta antarmuka antara man-machine yang cerdas dan menarik untuk dimainkan.

Sistem Pakar 

Bidang ilmu ini mempelajari bagaimana membangun sistem atau komputer yang memiliki keahlian untuk memecahkan masalah dan menggunakan penalaran dengan meniru atau mengadopsi keahlian yang dimiliki oleh pakar. Dengan sistem ini, permasalahan yang seharusnya hanya bisa diselesaikan oleh para pakar/ahli, dapat diselesaikan oleh orang biasa/awam. Sedangkan, untuk para ahli, sistem pakar juga akan membantu aktivitas mereka sebagai asisten yang seolah-olah sudah mempunyai banyak pengalaman.

JENIS-JENIS AI

Artificial intelligence ini tak hanya terbatas pada mesin robot yang menyerupai manusia saja, tapi ada beberapa jenis AI lainnya seperti berikut.

Symbol-manipulating AI

Jenis AI yang satu ini merupakan jenis yang jumlah eksperimennya paling banyak. Cara kerja dari jenis ini menyerupai simbol abstrak. Inti eksperimen yang terdapat pada Symbol-manipulating AI adalah manusia yang direkontruksikan di tingkat yang paling logis dan hierarki.

Informasi itu nantinya akan diproses, kemudian bekerja dengan simbol yang bisa dibaca oleh manusia. Koneksi dari Symbol-manipulating AI ini juga bersifat abstrak serta memiliki hasil kesimpulan yang logis.

Neural AI

Jenis AI yang cukup terkenal khususnya di kalangan para ilmuwan komputer adalah jenis Neural AI. Pengetahuan tidak akan direpresentasikan melalui simbol, jika menggunakan Neural AI ini, maka neuron buatan dan juga koneksinya direkonstruksikan.

Pengetahuan yang telah terkumpul nanti akan terpecah menjadi bagian-bagian kecil, lalu dibangun lagi menjadi beberapa kelompok. Sistem saraf pada Neural AI ini dapat dilatih, agar jaringannya dapat mengumpulkan pengetahuan lainnya, sehingga jumlahnya bisa bertambah besar.

Neural Networks

Jenis AI berikutnya yang juga sudah cukup dikenal, memiliki lapisan yang terhubung satu dengan yang lainnya melalui simulasi. Lapisan yang paling atasnya disebut dengan lapisan input yang kegunaannya adalah hampir menyerupai sensor.

Artinya, penerima informasi dapat memproses kemudian melanjutkannya pada sistem berikutnya. Lebih dari 20 lapisan yang ada di dalam sistem yang besar, terdapat lapisan yang telah tersusun dengan cara hierarki. Lapisan itulah yang mengirim serta mengklarifikasikan informasinya melalui koneksi yang ada. Pada bagian paling bawah secara umum memiliki neuron buatan yang jumlahnya paling sedikit.
Heri MS
Heri MS Blogger Influencer dari Kuningan yang suka dengan dunia IT, Data Technology, website dan senang bereksplorasi tentang Ipteks. Semoga artikel saya ini bisa antik, otentik, asyik, unik dan menarik.

Posting Komentar untuk "Artificial Intelligence : Definisi, Sudut Pandang, Jenis dan Ruang Lingkupnya"