Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sosiologi : Pengertian, Fungsi, Ciri-ciri dan Objek

Dalam kehidupan sehari-hari kata sosiologi sudah bukan kata sing lagi. Bahkan, banyak ilmuwan yang menyebut jika Sosiologi merupakan ilmu tentang masyarakat. Objek kajian Sosiologi adalah masyarakat yang memiliki tujuan untuk mempelajari perilaku, sikap, dan juga kebiasaan sosial yang dilakukan.

Sebelum kemunculannya, Sosiologi masih berupa ilmu yang menjadi pemikiran para ilmuwan. Mereka memikirkan cara-cara yang bisa dilakukan agar ilmu pengetahuan mampu mengakomodasi masyarakat dan juga menjelaskan fenomena-fenomena yang terjadi di dalamnya. Pada dasarnya, latar belakang yang akhirnya menjadi tujuan utama Sosiologi bisa dibentuk adalah agar bisa mengetahui pola perilaku masyarakat sehingga mampu mewujudkan interaksi masyarakat yang berhasil. Hal tersebut juga selaras dengan pengertian Sosiologi yang mengatakan jika ilmunya mengatur tentang kehidupan masyarakat.

Istilah Sosiologi ini pertama kali diperkenalkan oleh August Comte yang kemudian dikenal sebagai bapak Sosiologi dunia. August Comte mengatakan jika Sosiologi merupakan ilmu yang menggunakan masyarakat sebagai objeknya. Sebenarnya, sebelum August Comte menggagas tentang Sosiologi, Ibnu Khaldun yang merupakan tokoh pemikir Islam telah memperkenalkan kajian tentang masyarakat sekitar tahun 1332. Namun, memang kajian tentang Sosiologi secara umum dan lengkap dibahas oleh August Comte.

PENGERTIAN SOSIOLOGI SECARA UMUM

Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798–1857). Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Para sarjana, praktisi, atau ahli di bidang sosiologi disebut sosiolog.

Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.

PENGERTIAN SOSIOLOGI MENURUT PARA AHLI

Untuk memperkuat dan mempertegas pengertian sosiologi secara umum, inilah pengertian sosiologi menurut para ahli, yakni sebagai berikut.
  1. Emile Durkheim. Pengertian Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta sosial. Fakta sosial adalah cara bertindak, berpikir, dan mampu melakukan pemaksaan dari luar terhadap individu.
  2. Max Weber. Pengertian Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial. Tindakan sosial adalah tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan dan berorientasi pada perilaku orang lain.
  3. William Kornblum. Pengertian Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.
  4. Soerjono Soekanto. Pengertian Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.
  5. Drs. Ary H. Gunawan. Pengertian Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang berusaha memecahkan masalah dengan analisis atau pendekatan sosiologis.
  6. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi. Pengertian Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.
  7. Allan Johnson. Pengertian Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat di dalamnya mempengaruhi sistem tersebut.
  8. Gustav Ratzenhofer. Pengertian Sosiologi adalah pengetahuan tentang hubungan manusia dengan kewajibannya untuk menyelidiki dasar dan terjadinya evolusi sosial serta kemakmuran umum bagi anggota-anggotanya.
  9. Mayor Polak. Pengertian Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat secara keseluruhan, yaitu hubungan antara manusia satu dengan manusia lain, manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik kelompok formal maupun kelompok informal atau baik kelompok statis maupun kelompok dinamis.
  10. Hassan Shandily. Pengertian Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antara manusia yang menguasai kehidupan dengan mencoba mengerti sifat dan maksud hidup bersama cara terbentuk dan tumbuh, serta berubahnya perserikatan-perserikatan hidup serta kepercayaan.

FUNGSI SOSIOLOGI

  1. Fungsi Sosiologi dalam Perencanaan Sosial, Perencanaan sosial merupakan alat atau sarana yang bisa digunakan untuk mengetahui dan mempelajari perkembangan dari masyarakat. Pada interaksi sehari-hari, masyarakat pasti akan selalu melakukan kontak dengan masyarakat lainnya. Dengan adanya perencanaan sosial terlebih dahulu maka akan lebih meminimalisir konflik yang terjadi pada kehidupan masyarakat. Hal tersebut karena perencanaan sosial yang dilakukan disusun berdasarkan fakta.
  2. Fungsi Sosiologi dalam Penelitian, di dalam penelitian, Sosiologi memberikan kontribusi untuk terus meningkatkan khasanah ilmu pengetahuan. Pengetahuan yang diperoleh tentunya berhubungan dengan kehidupan masyarakat, baik itu gambaran secara umum atau lebih spesifik. Pada proses penelitian, akan terlihat berbagai gejala sosial serta perubahan yang terjadi pada lingkungan masyarakat. Hal tersebut nantinya akan secara perlahan membentuk masyarakat yang rasional dan selalu berhati-hati.
  3. Fungsi Sosiologi dalam Pembangunan, dalam proses pembangunan tujuan utama yang ingin dicapai adalah perencanaan yang terarah. Melalui perencanaan tersebut akan disusun pembangunan masyarakat yang mampu meningkatkan tingkat kehidupan mereka, baik dari segi material maupun spiritual. Hal-hal yang menjadi kebutuhan sosial masyarakat harus dipenuhi agar nantinya perubahan sosial yang terjadi bisa menuju arah yang lebih baik.
  4. Fungsi Sosiologi dalam Memecahkan Masalah Sosial, Masalah sosial yang timbul diantara masyarakat sebagian besar terjadi karena adanya kesenjangan sosial yang tidak dapat dipungkiri. Selain itu, interaksi yang terjadi pasti akan menimbulkan berbagai pandangan yang berbeda di antara masyarakat. Untuk itu, Sosiologi hadir dengan fungsi untuk memecahkan masalah yang terjadi. Hal tersebut bisa dilakukan karena ilmu tersebut mampu membeberkan fakta-fakta mengenai hal-hal yang terjadi di dalam masyarakat.

CIRI-CIRI SOSIOLOGI

  1. Empiris. Ciri-ciri yang pertama adalah bersifat empiris. Empiris memiliki makna jika Sosiologi bersifat nyata, tidak berdasarkan kira-kira atau spekulatif. Ada penelitian secara ilmiah terlebih dahulu sebelum menyimpulkan berbagai ilmu yang ada di Sosiologi. Dengan begitu, bisa dipastikan jika hal-hal yang berkaitan dengan Sosiologi adalah hal-hal yang bersifat benar-benar terjadi karena sebelumnya dilakukan penelitian terlebih dahulu.
  2. Teoritis. Ciri-ciri yang kedua dari Sosiologi adalah teoritis. Teoritis mengarahkan jika Sosiologi merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang dibangun menjadi sebuah teori-teori. Meskipun teori bersifat abstrak, tetap saja disusun berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. Melalui teori tersebut bisa ditemukan sebab akibat dari sebuah fenomena sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Hal ini tentunya akan sangat membantu dalam menemukan pemecahan pada setiap masalah interaksi sosial sehari-hari.
  3. Kumulatif. Selain empiris dan teoritis, ciri Sosiologi yang selanjutnya adalah kumulatif. Kumulatif memiliki arti jika Sosiologi berasal atau disusun dari teori-teori yang telah ada sebelumnya. Meski begitu, Sosiologi merupakan ilmu yang dinamis dalam artian selalu berkembang sesuai dengan kondisi masyarakat terbaru. Melalui teori-teori yang telah ada sebelumnya, diperbaiki, dikritisi, dan sesuaikan dengan perkembangan zaman. Maka tidak mengherankan apabila pengertian Sosiologi akan tetap relevan dengan perkembangan zaman yang ada.
  4. Nonetis. Ciri-ciri Sosiologi yang terakhir adalah nonetis. Ciri ini memiliki pengertian apabila Sosiologi tidak menilai masyarakat berdasarkan baik buruknya, tetapi lebih kepada mempersoalkan masalah-masalah yang terjadi diantara mereka. Pada proses berjalannya interaksi, konflik diantara masyarakat pasti akan muncul. Nah, melalui konflik-konflik tersebut, Sosiologi mempersoalkan banyak hal yang kemudian bisa menjadi koreksi terhadap masalah yang terjadi. Dengan begitu, akan muncul pemecahan-pemecahan masalah baru yang bisa dilakukan.

OBJEK-OBJEK SOSIOLOGI

Pengertian Sosiologi sebagai ilmu tentang kemasyarakatan menjadikannya memiliki beberapa objek yang dijadikan sebagai bahan kajian. Ada empat macam objek kajian dari Sosiologi, yakni material, formal, budaya, dan agama. Keempat objek kajian tersebut akan dibahas sebagai berikut.
  1. Objek Material. Objek material mencakup tentang gejala-gejala sosial, kehidupan sosial, hingga proses interaksi yang terjadi antar sesama manusia. Pada objek ini ditekankan mengenai berjalannya interaksi diantara masyarakat, mengenai berhasil tidaknya. Jika interaksi tersebut berhasil, maka akan terjadi keselarasan hubungan diantara masyarakat. Namun, apabila sebaliknya maka yang muncul adalah konflik sosial.
  2. Objek Formal. Pada objek formal, manusia menjadi pokok bahasan atau sasaran utama. Dalam Sosiologi, manusia memang berlaku sebagai makhluk sosial yang akan selalu berinteraksi dengan manusia lainnya. Hal ini tidak akan pernah bisa dihindari karena setiap manusia pasti saling membutuhkan bantuan dari manusia lainnya atau orang lain. Maka dari itu, perlu untuk menumbuhkan kesadaran pada diri sendiri apabila merupakan makhluk sosial.
  3. Objek Budaya. Objek Sosiologi yang selanjutnya adalah budaya. Faktor budaya akan banyak memberikan pengaruh terhadap interaksi yang dijalankan oleh masyarakat. Pada lingkungan masyarakat tertentu, pasti ada kebudayaan atau kebiasaan yang dianut dan dijalankan oleh mereka. Melalui kebiasaan-kebiasaan tersebut akhirnya muncul hal-hal yang kemudian menjadi budaya atau ciri khas dari masyarakat tersebut.
  4. Objek Agama. Selain ketiga objek sebelumnya, agama juga menjadi faktor penting yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat. Agama menjadi salah satu hal yang memberikan pengaruh besar terhadap pola perilaku serta kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh mereka. Selain itu, agama juga bisa menjadi pedoman agar perilaku masyarakat tidak banyak yang menyimpang sehingga perannya bisa menjadi pencegah.

Posting Komentar untuk "Sosiologi : Pengertian, Fungsi, Ciri-ciri dan Objek"