Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Proposal : Pengertian, Jenis, Ciri, Fungsi, Struktur dan Sebagainya

Dalam kehidupan sehari-hari kebanyakan orang sudah tidak asing lagi dengan Proposal. Bahkan, proposal dijadikan sebagai bahan pengajuan untuk berbagai program dan proyek, entah itu proyek pembangunan, program kegiatan dan sebagainya.

Lalu, apa sih yang dimaksud dengan proposal itu? penting kah proposal itu dipakai sebagai bahan ajuan atau bagaimana?? Nah, daripada penasaran tidak karuan, yuk kita simak penjelasan mendalam tentang proposal sebagai berikut.

PENGERTIAN PROPOSAL

  1. Menurut Rieefky, proposal adalah  suatu bentuk rancangan  kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan standar. Senada dengan pendapat di atas, nenghepi  berpendapat bahwa proposal adalah rancangan kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang ingin dilakukan. Rieefky juga berpendapat bahwa penulisan proposal adalah suatu langkah penggabungan dari berbagai perencanaan yang telah dibuat dalam tahap¬tahap sebelumnya. Proposal dalam bahasa Indonesia berasal dari kata “Propos” yang berarti mengusulkan. Secara umum proposal berarti suatu konsep pemikiran dalam bentuk tulisan tentang sesuatu proyek kegiatan yang akan dilaksanakan.
  2. Menurut Hasnun Anwar (2004:73), proposal adalah rencana yang disusun untuk kegiatan tertentu. Jay (2006:1)  menyatakan proposal adalah alat bantu  menejemen standar agar manajemen dapat berfungsi secara efisien.
  3. Menurut Hadi, menyatakan proposal adalah suatu usulan tersruktur untuk agenda kerjasama bisnis antar lembaga, perusahaan, usulan kegiatan sampai pada pemecahan masalah.
  4. Keraf (2001:302), mempunyai pendefinisian yang agak berbeda dengan pendapat-pendapat diatas  yaitu  proposal adalah suatu saran atau permintaan kepada seseorang  atau suatu badan untuk mengerjakan atau melakukan suatu  pekerjaan.
  5. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), proposal berarti rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja.

JENIS-JENIS PROPOSAL

Terdapat beberapa Jenis Proposal, berikut dibawah ini penjelasannya.
  • Proposal Bisnis. Proposal bisnis atau proposal usaha merupakan jenis proposal yang berkaitan dengan dunia usaha atau rancangan rencana kerja yang disampaikan baik itu oleh perseorangan maupun kelompok kepada investor.
  • Proposal Kegiatan. Proposal kegiatan merupakan pengajuan rencana suatu kegiatan baik itu bersifat individu maupun kelompok. Contoh proposal kegiatan, diantaranya proposal kegiatan pentas seni budaya, proposal kegiatan perpisahan sekolah dan proposal kegiatan perkemahan dll.
  • Proposal Penelitian. Proposal penelitian merupakan suatu acuan, ide, usulan, ide atau gagasan yang ditujukan pada badan, instansi atau yang lainnya untuk mengadakan sebuah penelitian terhadap sebuah masalah. Proposal berisi tentang gambaran singkat penelitian, latar belakang dan maksud serta tujuan, alasan mengapa isi atau topik terut diangkat, waktu yang dibutuhkan, lokasi penelitian dll.
  • Proposal Wirausaha. Dalam proposal wirausaha perlu dipahami pada siapa proposal anak ditujukan, apakah pada Owner (pihak intern yang mempunyai jabatan lebih tinggi), Mitra (partner yang akan diajak kerjasama), lembaga perizinan dan atau pada pihak sponsor.

JENIS-JENIS PROPOSAL BERDASARKAN BENTUK

Adapun Jenis Proposal Berdasarkan Bentuk Proposal. berikut di antaranya sebagai berikut.
  • Formal. Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu bagian pendahuluan, isi proposal, dan bagian pelengkap penutup. Bagian pendahuluan terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan. Bagian isi proposal terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya. Sedangkan bagian pelengkap penutup berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.
  • Non Formal. Proposal non formal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti bentuk formal. Proposal non formal biasanya disampaikan dalam bentuk memorandum atau surat sehingga sebuah proposal non formal harus selalu mengandung hal-hal berikut yaitu, masalah, saran, pemecahan, dan permohonan.
  • Semi Formal. Proposal semi formal hampir sama dengan proposal non formal yaitu variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti bentuk formal

JENIS PROPOSAL BERDASARKAN TUJUAN PENULISNYA

  1. Proposal riset/penelitian. Adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan pengadaan riset maupun penelitian.
  2. Proposal penelitian pengembangan. Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan.
  3. Proposal penelitian kajian pustaka. Proposal kajian pustaka menggunakan telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah dan pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbgai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru.
  4. Proposal penelitian kualitatif. Proposal penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.
  5. Proposal penelitian kuantitatif. Proposal kuantitatif pada dasarnya menggunakan suatu penelitian dengan pendekatan deduktif-induktif.
  6. Proposal acara. Adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan pengadaan suatu acara/kegiatan.
  7. Proposal kerjasama. Adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan usulan kerja sam dengan pihak/lembaga lain.
  8. Proposal permohonan dana. Adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan permohonan/ permintaan dana.
  9. Proposal kerja praktek. Adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan permohonan kerja praktek.
  10. Proposal usaha. Adalah proposal yang disusun oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mendirikan suatu usaha.

CIRI-CIRI PROPOSAL

Adapun ciri-ciri proposal sebagai berikut.
  1. Proposal dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan.
  2. Proposal dibuat dengan singkat agar donatur atau pihak tertentu mengetahui pokok isi acara yang akan diselenggarakan
  3. Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan
  4. Proposal seharusnya diberikan kepada donatur atau instansi terkait minimal satu bulan sebelum acara sebagai pemberitahuan kepada instansi  atau donatur tersebut.
  5. Berisikan tujuan-tujuan, latar belakang acara.
  6. Proposal disusun dengan tujuan-tujuan yang biasanya disesuaikan dengan latar belakang sebuah acara.
  7. Berupa lembaran-lembaran pemberitahuan yang telah dijilid yang nantinya diserahkan kepada yang penyelenggara acara.
  8. Proposal pada dasarnya berupa lembaran-lembaran yang berisi sebuah susunan acara atau kegiatan yang diserahkan penyelenggara kepada donatur.
  9. Ada pihak yang mengajukan.
Salah satu ciri proposal adalah adanya pihak yang mengajukan. Pihak yang mengajukan tersebut sebagai pihak yang mengusulkan suatu rencana atau kegiatan.
  • Ada pihak yang menyetujui. Adanya pihak yang menyetujui menjadi salah satu dari ciri dari proposal. Hal ini berkaitan dengan salah satu fungsi proposal yakni sebagai legalisasi suatu rencana kegiatan. Terdapat gambaran kegiatan secara umum. Gambaran kegiatan disertakan dalam proposal berguna untuk memberikan informasi pada siapapun yang hendak ditunjukan proposal tersebut agar memiliki/mengetahui apa yang sebenarnya keinginan/maksud yang terkandung dalam proposal tersebut.
  • Mempunyai kekuatan persuasif. Proposal mempunyai ciri persuasif yaitu dapat diartikan sebagai bentuk seni baik verbal maupun non verbal yang bertujuan untuk menyakinkan seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki pada waktu sekarang maupun yang akan datang.
  • Disusun sebelum rencana kerja. Proposal disusun sebelum membuat rencana kerja secara keseluruhan, ini bermaksud agar penerima mengetahui gambaran kegiatan secara keseluruhan kegiatan yang akan disetujuinya.
  • Bersifat bisnis. Proposal bersifat bisnis, maksudnya proposal dibuat dengan tujuan untuk mengajukan kerjasama dan perjanjian atas suatu kegiatan.
  • Memiliki sasaran dan tujuan yang jelas. Proposal disusun harus mempunyai sasarn dan tujuan yang jelas agar proposal tersebut bisa diterima dan disetujui oleh pihak yang menerima proposal dalam mengadakan pertimbangan.

MANFAAT PROPOSAL

Adapun manfaat pembuatan proposal sebagai berikut.
  • Menjadi rencana yang mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Proposal digunakan sebagai pegangan pelaksanaan, sehingga acara atau kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dan sistematis sesuai dengan rencana dan agar tujuan dari acara tersebut memperoleh hsil yang diharapkan.
  • Menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan tersebut. Proposal disusun untuk memberitahukan kepada donatur kegiatan apa saja yang akan dilakukan pada aacara tersebut.
  • Untuk meyakinkan para donatur atau sponsor agar mereka memberikan dukungan material maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan. Proposal dibuat sebagai alat untuk meyakinkan donatur agar pihak dari donatur mau untuk menjalin kerjasama kepada pihak penyelenggara.
  • Sebagai gambaran awal sebuah kegiatan. Pada dasarnya sebuah proposal diuraikan secara rinci mengenai awal kegiatan, mulai dari tujuan kegiatan hingga dana kegiatan.
  • Sebagai alat untuk memperoleh persetujuan dari pihak berwenang. Proposal digunakan sebagai usulan atau perjanjian untuk melegalkan suatu kegiatan sehingga perlu mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari pihak yang berwenang.
  • Sebagai alat pengontrol jalannya kegiatan. Proposal digunakan sebagai pegangan pelaksanaan setiap tahapan kegiatan.
  • Sebagai alat evaluasi kegiatan. Proposal digunakan sebagai alat evaluasi kegiatan yaitu sebagai cerminan sukses tidaknya suatu kegiatan yang dapat dilihat dari rancangan yang ada di dalam proposal.
  • Sebagai salah satu alat untuk memperluan jaringan kerja dan komunikasi. Dilihat dari segi hubungan sosial, proposal tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk memperoleh persetujuan dari pihak lain melainkan sebagai alat yang mendukung hubungan kerja yang lebih komunikatif.

TESTIMONI PROPOSAL

Keunggulan Proposal

  1. Dapat menarik sponsor untuk memberikan sumbangan dana
  2. Dapat menjadi bukti legalitas
  3. Memperlancar dan mempermudah pelaksanaan kegiatan
  4. Memperkecil masalah yang timbul dalam suatu kegiatan
  5. Sebagai rancangan biaya
  6. Transparan, efektif, dan efisien

Kelemahan Proposal

  1. Tidak memiliki kekuatan tanpa adanya juru bicara
  2. Memiliki tingkat kepercayaan yang rendah

FUNGSI PROPOSAL

Berikut ini adalah fungsi dari suatu proposal:
  1. Untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan agama, sosial, budaya, ekonomi dan sebagainya.
  2. Dapat digunakan untuk mendirikan suatu usaha.
  3. Dapat digunakan untuk mengajukan suatu tender dari berbagai macam lembaga.
  4. Dapat digunakan untuk mengadakan acara-acara kegiatan tertentu seperti acara perayaan, pelatihan, perlombaan, seminar.
  5. Dapat untuk mengajukan dana pada lembaga sebagai bantuan terhadap suatu acara atau pengembangan daerah.

TUJUAN PROPOSAL

Tujuan dari pembuatan proposal adalah sebagai berikut.
  • Agar memperoleh bantuan dana
  • Agar memperoleh perizinan suatu acara
  • Agar memperoleh dukungan
  • Agar memperoleh sponsor
  • Menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan tersebut.
  • Menjadi rencana yang mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut.
  • Untuk menyakinkan para donatur/sponsor agar mereka memberikan dukungan meterial maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan.
  • Mendapatkan persetujuan.
  • Sebagai titik acuan.

UNSUR-UNSUR PROPOSAL

Dalam pembuatan harus ada unsur-unsur agar dapat disetujui. Berikut penjelasannya sebagai berikut.
  1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan. Harus dijelaskan waktu dan tempat dilaksanakannya kegiatan secara tepat dan jelas.
  2. Sasaran Kegiatan. Sasaran kegiatan yang merupakan objek yang menjadi  sasaran dari pelaksanaan kegiatan yang diajukan. Contoh dalam suatu kegiatan “LKMM”, sasaran kegiatannya adalah mahasiswa.
  3. Susunan Panitia. Susunan panitia merupakan pelaksana dari kegiatan yang diajukan. Harus disusun secara jelas dengan sistematika yang mudah dipahami.
  4. Susunan Acara. Susunan acara merupakan pelaksanaan dari kegiatan yang diajukan. Harus disusun secara jelas dengan sistematika yang mudah  dipahami. Denngan minimal memuat unsur waktu, kegiatan, tempat dan penanggung jawab.
  5. Rancangan Anggaran Biaya. Merupakan rancangan perkiraan pengeluaran yang akan digunakan dalam kegiatan yang diajukan. Format anggaran terdiri atas, nomor urut, kebutuhan seksi, volume, jumlah (contoh terlampir)
  6. Penutup. Merupakan kata penutup dari proposal yang diajukan.Berisi kata harapan dan terima-kasih.
  7. Pengesahan. Bagian pengesahan digabung dengan sub bab sebelumnya (tidak dibuat  dalam lembar tersendiri) yang berisi :
  • Tanggal pengesahan
  • Instansi pelaksana kegiatan
  • Pengesahan

STRUKTUR PROPOSAL

  1. Judul Proposal. Judul proposal kegiatan dibuat singkat dan jelas. Harus dapat mengambarkan kegiatan yang akan dilaksanakan. Perlu diperhatikan pemenggalan kata yang tepat saat pergantian baris. Judul proposal diletakkan pada baris pertama seelum latar belakang.
  2. Latar Belakang. Latar belakang berisi hal hal yang melatarbelakangi keinginan/daya  dorong untuk melaksanakan kegiatan yang diajukan.
  3. Nama Kegiatan. Nama kegiatan merupakan nama kegiatan yang diajukan. Disajikan secara menarik untuk publikasi.
  4. Tema Kegiatan. Tema kegiatan adalah tema dari pelaksanaan kegiatan yang diajukan. Merupakan materi yang diangkat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
  5. Tujuan Kegiatan. Tujuan kegiatan adalah hal yang ingin dicapai dari pelaksanaan kegiatan yang diajukan.
  6. Landasan Kegiatan. Landasan  kegiatan adalah hal yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan yang diajukan.

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENYUSUNAN PROPOSAL

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun proposal sebagai berikut.
  • Penempatan dan penggunaan kata yang tepat
  • Menghindari penggunaan kalimat panjang dan bertele-tele
  • Penggunaan paragraf
  • Penggunaan ejaan
  • Sebaiknya proposal ditulis dengan huruf yang mudah dibaca
  • Tidak menyisakan kekosongan yang luas
  • Menggunakan spasi 1.5
  • Margin
  • Diberi nomer halaman
  • Format bullet atau angka dapat digunakan ketika ada tiga poin atau lebih dalam satu paragraf
  • Menggunakan jenis kertas yang netral
  • Sebaiknya tidak menggunakan kemasan yang tampak mahal
  • Ejaan dan tata bahasa sebaiknya diperiksa ulang
  • Sumber referensi luar harus disebut dengan tepat
  • Proposal beserta doumen lain diletakkan dalam sebuah folder atau binder
  • Sebaiknya disertakan surat pengantar
  • Proposal perlu memiliki struktur dan logika yang jelas
  • Penulisan kegiatan harus jelas
  • Hasilnya harus dapat diukur/dinilai dengan angka-angka yang pasti
  • Kirimkan proposal hanya jika telah pasti bahwa proposal telah memenuhi kriteria donatur
  • Mencantumkan nama organisasi dan tanggal pada setiap dokumen
  • Jelaskan berapa banyak dana dan moril yang dibutuhkan dari doonatur
  • Jumlah dana yang diperlukan dalam kegiatan harus rasional
  • Jelaskan tujuan jangka panjang organisasi dan tujuan jangka pendek dari kegiatan yang dilakukan.
  • Penyusunan proposal hendaknya menunjuk orang atau beberapa orang yang ahli dalam menyusun proposal, sebaiknya yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan yang diselenggarakan.
  • Penyusun proposal mempersiapkan bahan-bahan dan informasi yang diperlukan, yaitu berupa bahan-bahan hasil kesepakatan seluruh panitia
  • Menyusun draft proposal dengan sistematis, menarik, dan realistis.
  • Proposal dibicarakan dalam forum musyawarah untuk dibahas, direvisi dan disetujui.
  • Dibuat proposal yang telah disempurnakan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
  • Proposal diperbanyak dan didistribusikan kepada pihak-pihak yang dituju, baik internal maupun eksternal.

RINGKASAN MENGENAI PROPOSAL

Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinciu ntuk suatu kegiatan yang bersifat formal, dan untuk mendapat persetujuan maupun bantuan dari pihak lain.

Adapun ciri-ciri proposal sebagai berikut: Ada pihak yang mengajukan, Ada pihak yang menyetujui, Terdapat gambaran kegiatan secara umum, Dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan, Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan.

Manfaat proposal adalah dapat mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut dan menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak pihak yang ingin mengetahui kegiatan tersebut yntuk meyakinkan para donatur/sponsor agar mereka memberikan dukungan material maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan tersebut.

Proposal dibuat bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Dan dari proposal tersebut diharapkan dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan.

Hal-hal yang perlu dimuat dalam proposal antara lain : nama proposal, Pendahuluan, Tujuan, bentuk/jenis kegiatan, Pelaksanaan, panitia pelaksana (terlampir), biaya/dana (rincian terlampir), Harapan dan Lampiran

REFERENSI

  • Scribd.com
  • Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
  • Hadi, I.P. 2000. Penulisan Laporan dan Proposal. (online), (http://pustaka.ut.ac.id/learning, diakses 18 Januari 2012).
  • Hasnun, Anwar. 2007. Pedoman dan Petunjuk Praktis Karya Tulis. Yogyakarta: Absolut.
  • Jay, R. 2006. Menulis Proposal dan Laporan. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer.
  • Keraf, Gorys. 2001. Komposisi. Ende: Nusa Indah.
  • Nenghepi.blogspot.com

Posting Komentar untuk "Proposal : Pengertian, Jenis, Ciri, Fungsi, Struktur dan Sebagainya"

Berlangganan via Email