Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Devisa : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Jenis, Bentuk dan Manfaatnya

Menjadi warga negara yang baik, pasti sering mendengar kata "Devisa". Sering ada berita Devisa negara bla...bla..bla... Bahkan, jikalau mendengar berita seperti itu, rata-rata dibenak kita berpikir itu sebuah apa gitu, mengerti tidak mengerti.

Lantas, sebenarnya devisa itu apa?? Apakah gimana sih?? Nah, daripada pusing tidak karuan yuk kita simak penjelasan mendalam tentang devisa, sebagai berikut.

PENGERTIAN DEVISA

Devisa adalah valas yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran luar negeri dan dapat diterima di dunia internasional yang biasanya berada dalam pengawasan otoritas moneter, yaitu Bank Sentral. Dalam kegiatan perdagangan internasional, misalnya kegiatan ekspor dan impor, diperlukan alat pembayaran yang diakui oleh dunia yang alat pembayaran tersebut menggunakan mata uang kuat (hard currencies).

Dunia mengakui ada delapan mata uang sebagai hard currencies, yaitu Amerika Serikat dengan mata uangnya US Dolar, Jepang-Yen, Inggris-Poundsterling, Prancis-Franc, Switzerland-Franc, Germany-DM (Deutsche Mark), Canada-Dollar, dan European-Euro. Devisa memiliki fungsi yang pada umumnya sama seperti fungsi uang, hanya saja digunakan dalam lingkup transaksi internasional atau antarnegara sebagai pembayaran antarnegara, pertukaran barang dan jasa, mengukur kekayaan, menimbun kekayaan, dan cadangan moneter.

Baik pemerintah maupun swasta dalam melakukan perdagangan internasional harus memiliki cadangan devisa guna menjaga stabilitas moneter dan ekonomi makro suatu negara. Cadangan devisa sendiri merupakan indikator moneter yang menunjukkan kuat lemahnya ekonomi suatu negara. Cadangan devisa didefinisikan sebagai sejumlah valas yang dicadangkan Bank Sentral (Bank Indonesia) untuk keperluan pembiayaan dan kewajiban luar negeri, seperti pembiayaan impor dan pembayaran lainnya kepada pihak asing. Jenis devisa dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu devisa umum dan devisa kredit.
  • Devisa umum, adalah devisa yang diperoleh dari aktivitas perdagangan (ekspor).
  • Devisa kredit, adalah devisa yang diperoleh dari pinjaman luar negeri.

TUJUAN DEVISA

Sesuai dengan fungsinya, devisa digunakan dengan tujuan sebagai berikut.
  • Untuk membayar barang-barang konsumsi yang masih diimpor, seperti handphone dan kain.
  • Untuk membayar barang-barang modal yang masih diimpor, seperti mesin.
  • Untuk membayar jasa-jasa ke luar negeri seperti jasa pelayaran.
  • Untuk membiayai pengiriman tim kesenian dan olahraga.
  • Untuk membiayai perjalanan dinas para pejabat ke luar negeri.
  • Untuk membiayai korps diplomatik di luar negeri.
  • Untuk membiayai para pemuda dan mahasiswa yang belajar di luar negeri.
  • Untuk memberikan sumbangan ke negara-negara lain yang mengalami musibah.
  • Untuk membangun berbagai fasilitas umum di dalam negeri.
Contohnya, sebagian devisa yang diperoleh dari pinjaman luar negeri, selain digunakan untuk mengangsur cicilan utang dan bunga, juga digunakan untuk membiayai berbagai proyek pembangunan di dalam negeri. Anda sekarang sudah mengetahui Devisa. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

FUNGSI DEVISA

Devisa memiliki beberapa fungsi, yaitu:
  1. Sebagai alat pembayaran barang-barang dan jasa impor.
  2. Sebagai alat pembayaran cicilan utang luar negeri termasuk bunganya.
  3. Sebagai alat pembiayaan hubungan luar negeri seperti biaya misi kesenian, biaya perjalanan dinas, biaya korp diplomatik dan pemberian bantuan luar negeri.
  4. Sebagai sumber pendapatan negara yang digunakan untuk membiayai pembangunan.

JENIS-JENIS DEVISA

Adapun untuk jenis-jenis dari devisa yang diantaranya yaitu:
  1. Devisa umum ialah jenis devisa yang bisa diperoleh tanpa ada kewajiban untuk mengembalikannya, misalnya seperti: ekspor, penyelenggaraan jasa-jasa dan lain-lain.
  2. Devisa kredit ialah jenis devisa yang bisa diperoleh dengan syarat untuk mengembalikannya, misalnya seperti: pinjaman luar negeri.

MACAM-MACAM DEVISA

Berikut ini terdapat beberapa macam-macam devisa, terdiri atas sebagai berikut.

Berdasarkan Sumbernya

  1. Devisa kredit, adalah devisa yang berasal dari kredit (pinjaman) luar negeri.
  2. Devisa umum, adalah devisa yang berasal dari sumber lain (selain kredit) seperti dari ekspor, penyelenggaraan jasa dan penerimaan bunga modal.

Berdasarkan Wujudnya

  1. Devisa kartal, adalah devisa yang berwujud uang logam dan uang kertas.
  2. Devisa giral, adalah devisa yang berwujud surat-surat berharga seperti wesel, cek, cek perjalanan (travellers chegue), IMO (International Money Order) dan lain-lain. Apabila diinginkan, devisa giral bisa diubah(dicairkan) menjadi devisa kartal.

BENTUK-BENTUK DEVISA

Adapun bentuk-bentuk devisa yang diantaranya yaitu sebagai berikut.

Valuta Asing

Jika kita melakukan kegiatan perdagangan dengan negara lain baik dalam bentuk ekspor maupun impor, kita tidak dapat memaksakan mata uang kita sebagai alat pembayaran. Kita harus menggunakan mata uang asing. Mata uang asing yang dipakai sebagai alat pembayaran luar negeri yang dapat diterima dunia internasional disebut valuta asing. Jenis devisa ini diperoleh dari hasil ekspor “devisa umum” atau dari kredit luar negeri “devisa kredit”.

Misalnya seorang pengusaha di Jakarta mendatangkan mesin dari sebuah pabrik mesin di Jepang. Pengusaha Jepang minta dibayar dalam yen. Bagaimana jika pengusaha Jakarta hanya memiliki rupiah?? pada kenyataannya pihak asing minta dibayar dalam dolar Amerika Serikat (US$) atau valas yang memiliki nilai relatif stabil seperti £ (pound sterling Inggris) atau ¥ (yen Jepang).

Oleh karena itu, pengusaha di Jakarta dapat menghubungi bank devisa untuk membeli valas sebanyak yang dibutuhkan dan dibayar dengan rupiah. Harga yang harus dibayar melalui pembelian valas disebut kurs “rate of exchange”, kurs valas ialah harga valas, misalnya US$= Rp10.000,00.

Surat-Surat Berharga

Contoh surat-surat berharga antara lain obligasi, commercial papers, maupun saham.

Surat-Surat Wesel Luar Negeri

Contoh surat wesel ini ialah wesel yang dikirim oleh tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri untuk keluarganya di Indonesia. Oleh karena besarnya devisa yang dikirim Tenaga Kerja Asing atau Tenaga Kerja Indonesia masuk ke negara, mereka sering dijuluki sebagai pahlawan devisa.

MANFAAT DEVISA

Berikut ini terdapat beberapa manfaat devisa negara, terdiri atas sebagai berikut.

Proses pembelian barang dan jasa

Tidak dapat dipungkiri, suatu negara pasti membutuhkan transaksi-transaksi yang berjenis impor, atau pembelian barang dan jasa yang berasal dari luar negeri. Tentu saja pembelian dari luar negeri atau impor ini tidak dapat menggunakan mata uang lokal, dan harus menggunakan mata uang yang sesuai dengan alat pembayaran yang diakui. Manfaat devisa negara yang dimiliki, maka proses transaksi barang-barang impor ini dapat berjalan dengan lancar dan tidak terhambat.

Membayar hutang

Suatu Negara mirip seperti sebuat perusahaan. Memiliki hal untuk meminjam uang kepada penyedia uang internasional. Untuk membayar sejumlah hutang dan juga bunga yang dibebankan kepada suatu Negara, haruslah menggunakan devisa, bisa berupa bentuk emas, dan juga valuta asing yang berlaku dan diakui secara internasional. Dengan begitu, proses pelunasan dan juga pembayaran dari hutan beserta bunga-bunga hutang pun akan menjadi lebih lancar dan dapat berjalan fengan sukses.

Untuk membiayai kegiatan perdagangan yang berhubungan dengan Negara lain (luar negeri)
Manfaat devisa dalam perdagangan internasional adalah memberikan modal dan pembiayaan terhadap segala kegiatan perdagangan yang harus berhubungan dengan luar negeri. Terutama yang membutuhkan biaya pajak dan juga biaya operasional dalam bentuk valuta asing.

Pembiayaan kegiatan kenegaraan di luar negeri

Segala macam bentuk kegiatan kenegaraan resmi yang diadakan di luar negeri, biayanya ditanggung oleh pemerintah. Untuk menanggung biaya ini, pemerintah suatu Negara tidak dapat menggunakan mata uang local, karena berbeda dengan mata uang yang digunakan pada Negara tujuan. Karena itu, dengan memanfaatkan devisa Negara, segala kegiatan yang berjalan di luar negeri, terutama dari segi pembiayaannya akan menjadi lebih lancar tanpa adanya hampatan. Berikut ini beberapa kegiatan yang sering dibiayai oleh Negara dengan menggunakan devisa, yakni:
  1. Kunjungan kerja pejabat Negara
  2. Kegiatan kompetisi, baik olahraga maupun pendidikan
  3. Seminar internasional

Pembiayaan terhadap perwakilan dari negara di luar negeri

Setiap negara pastilah memiliki perwakilannya masing-masing pada negara lain. Untuk menjamin kehidupan dan biaya hidup para perwakilan negara, maka manfaat devisa negara dibutuhkan untuk membiayai kehidupan dan juga kegiatan kenegaraan yang dilakukan oleh perwakilan negara tersebut.

Alat ukur perkembangan ekonomi

Negara yang memiliki cadangan devisa yang banyak dan tinggi dapat menjadi indikator dari meningkatnya dan bertambah baiknya pertumbuhan ekonomi. Namun sebaliknya, apabila kondisi cadangan devisa dari Negara semakin menipis, dapat diartikan sebagai salah satu indikator pertumbuhan ekonomi yang kurang baik dari suatu Negara. Maka dari itu, kondisi devisa yang dimiliiki oleh Negara sering dijadikan salah satu indikator dari pertumbuhan ekonomi suatu Negara.

Sebagai cadangan suatu Negara

Devisa juga merupakan cadangan modal yang dimiliki oleh suatu negara. Hal ini sering dikaitkan dengan cadangan devisa. Manfaat cadangan devisa ini dapat digunakan sewaktu-waktu, ketika negara sedang membutuhkan keperluan mendadak. Sama seperti masalah rumah tangga, yang butuh dana cadangan untuk menghadapi masalah, dan ketika biaya cadangan menipis, maka terpaksa menggunakan devisa untuk memperoleh biaya tersebut.

Sebagai penggerak roda ekonomi

Devisa merupakan salah satu faktor penting yang dapat menggerakkan roda ekonomi suatu negara, terutama ekonomi internasional suatu negara. Dengan manfaat devisa, maka segala proses ekspor impor, penyediaan jasa, serta berbagai macam kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan dunia internasional dan negara-negara sahabat akan menjadi lebih lancar, dan dapat memberikan manfaat penting di bidang ekonomi.

Untuk memperoleh devisa, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh devisa, sebagai berikut:
  1. Pinjaman luar negeri
  2. Hibah dan bantuan dari luar negeri
  3. Penerimaan bunga dan keuntungan atau deviden dari luar negeri
  4. Penukaran valas oleh turis asing
  5. Hasil penjualan ekspor barang dan jasa
  6. Kiriman Valas dari luar negeri
  7. Pungutan pajak bea masuk barang impor

Posting Komentar untuk "Devisa : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Jenis, Bentuk dan Manfaatnya"