Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pengertian Evolusi beserta Prinsip dan Mekanismenya

Zaman peradaban dari waktu ke waktu mengalami perubahan, etanh itu perubahan drastis ataupun perubahan secara pelan-pelan atau step by step. Termasuk pula, perubahan tingkah laku dan kebudayaan peradaban manusia. Memang, perubahan itu adalah ciri psikis suatu keadaan dinamis.

Terlebih, perubahan dalam diri kita itu sendiri, seperti dari kurang baik menjadi lebih baik, dari tidak tahu menjadi tahu dan sebagainya. Perubahan secara drastis atau dalam waktu atau periode yang cepat dan singkat disebut dengan Revolusi (revolution). Sedangkan, perubahan secara lambat laun atau pelan-pelan dalam periode atau waktu yang bertahap disebut dengan Evolusi (evolution). Apalagi, teori evolusi selalu berhubungan dengan ilmu biologi.

PENGERTIAN EVOLUSI

Evolusi berasal dari bahasa Latin, "evolvo", yang berarti membentang. Secara utuh, evolusi adlaha suatu perubahan secara berangsur dan pelan. Dilihat dari bagian yang mengalami evolusi, evolusi dapat dibedakan menjadi evolusi kosmik dan evolusi organik.

Evolusi adalah perubahan struktur tubuh makhluk hidup yang berlangsung secara perlahan-lahan (lambat laun) dalam waktu yang sangat lama. Evolusi dalam ranah biologi memiliki arti perubahan terhadap sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan tersebut disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama, yakni variasi, reproduksi dan seleksi.

Sifat-sifat yang mendasari evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu keanekaragaman hayati dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen yang diakibatkan oleh mutasi maupun transfer gen antar spesies dan antar populasi.

EVOLUSI KOSMIK DAN EVOLUSI ORGANIK

Evolusi kosmik adalah perubahan yang terus menerus yang terjadi di alam raya (evolusi universe/universal). Sedangkan, Evolusi Organik adalah perubahan yang terjadi pada makhluk hidup atau komponen biotik dari satu generasi ke generasi lainnya baik morfologis maupun fisiologis. Hal itu dikenal juga dengan evolusi biologis. Sedangkan, evolusi geologis adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada permukaan bumi, sebab dari waktu ke waktu terjadi pelapukan.

SELEKSI ALAM DAN HANYUTAN GENETIK

Evolusi ditopang oleh dua mekanisme utama, yakni seleksi alam dan hanyutan genetik. Seleksi alam ini adalah proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme menjadi lebih umum dalam suatu populasi dan sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang. Hal tersebut terjadi dikarenakan individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih berpeluang besar bereproduksi, sehingga lebih banyak individu pada generasi selanjutnya yang mewarisi sifat-sifat yang menguntungkan tersebut. Setelah beberapa generasi, adaptasi terjadi melalui kombinasi perubahan kecil sifat yang terjadi secara terus menerus dan acak tersebut dengan seleksi alam.

Sedangkan, hanyutan genetik adalah sebuah proses bebas yang menghasilkan perubahan acak pada frekuensi sifat suatu populasi. Hanyutan genetik dihasilkan oleh probabilitas apakah suatu sifat akan diwariskan ketika suatu individu bertahan hidup dan bereproduksi.

PRINSIP EVOLUSI

Materi dasar dalam evolusi adalah perubahan yang terjadi pada kromosom dan gen. Inilah prinsip-prinsip evolusi, sebagai berikut.
1. Pada suatu saat evolusi terjadi lebih cepat dari yang lainnya. Bentuk-bentuk baru muncul dan bentuk lama punah.
2. Pada tiap-tiap organisme yang berbeda, laju kecepatan evolusi tidak berlangsung sama.
3. Spesies baru berasal dari bentuk sederhana yang belum tersepsialisasi.
4. Evolusi tidak selalu dari sederhana ke kompleks, ternyata ada juga yang evolusi regresif (dari kompleks ke sederhana).
5. Evolusi terjadi dalam populasi bukan individu, yang disebabkan oleh proses mutasi, reproduksi differensial dan seleksi alam.

MEKANISME EVOLUSI

1. Seleksi Alam, makhluk hidup yang mampu beradaptasi akan mampu bertahan hidup.
2. Mutasi Gen, perubahan susunan DNA dapat menimbulkan sifat baru.
3. Frekuensi Gen dalam Populasi, perbandingan frekuensi gen dapat mengalami perubahan, adanya perubahan keseimbangan frekuensi gen dalam populasi.
4. Hubungan antara waktu dengan perubahan sifat organisme, karena evolusi berubah dalam waktu yang cukup lama atau berangsur-angsur dan pelan.
Heri MS
Heri MS Blogger Influencer dari Kuningan yang suka dengan dunia IT, Data Technology, website dan senang bereksplorasi tentang Ipteks. Semoga artikel saya ini bisa antik, otentik, asyik, unik dan menarik.

Posting Komentar untuk "Pengertian Evolusi beserta Prinsip dan Mekanismenya"