Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Majas : Pengertian, Macam-macam dan Contohnya

Dalam kehidupan sehari-hari sudah pastinya kita dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain (sesama manusia) pasti menggunakan bahasa. Baik bahasa lisan, tulisan maupun isyarat. Di dunia ini banyak sekali keanekaragaman bahasa, seperti ada bahasa Arab, Inggris, Indonesia, Mandarin, Prancis, Jerman, Sunda, Jawa dan sebagainya. Semua itu adalah keanekaragaman bahasa yang ada di dunia.

Nah, tentunya dalam berbahasa itu ada ilmunya dan adabnya. Salah satu yang perlu kita pelajari dan pahami dalam berbahasa adalah Gaya Bahasa, atau yang lebih dikenal dengan Majas. Majas ini perlu kita pahami, supaya dalam praktik kehidupan sehari-hari kita sudah bisa mengimplementasikannya (mengamalkan) dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah bahasa. Untuk itu, yuk kita pahami pengertian Majas beserta macam-macamnya dan contoh-contohnya sebagai berikut.


PENGERTIAN MAJAS

Majas adalah suatu gaya bahasa yang digunakan dalam berbahasa untuk menyampaikan suatu ragam tertentu untuk memperoleh atau memberikan efek-efek tertentu dalam berbahasa supaya semakin hidup dalam menyampaikan pikiran dan perasaan baik secara lisan maupun tulisan ataupun juga isyarat dengan kecenderungan bersifat konotasi (bersifat tidak sebenarnya ataupun kias/kiasan).


MACAM-MACAM MAJAS

A. MAJAS PERTENTANGAN

Majas pertentangan merupakan suatu gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kiasan yang bertentangan dengan fakta sesungguhnya. Majas pertentangan dibagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut.
1. Litotes
Majas litotes merupakan majas dengan gaya bahasa melebih-lebihkan tetapi dipersempit pada makna untuk merendahkan diri.
Contoh: Kakak membeli mobil butut dengan seluruh uang yang dimilikinya.

2. Kontradiksi Interminis
Majas Kontradiksi Interminis adalah majas yang menyangkal suatu ujaran yang telah disebutkan sebelumnya yang biasanya diikuti dengan konjungsi.
Contoh: Kawasan perkotaan memiliki tata ruang yang idanh dan rapih, kecuali daerah pinggiran yang dekar dengan pedesaan.

3. Paradoks
Majas paradoks adalah majas yang membandingkan situasi asli atau fakta dengan situasi yang berkebalikannya.
Contoh: Di dalam kesunyian malam, saya merasakan keramaian tersendiri.

4. Antitesis
Majas antitesi adalah majas yang memadukan suatu pasangan kata yang artinya bertentangan.
Contoh: Baik buruknya persahabatan, tetaplah persahabatan.


B. MAJAS PERBANDINGAN

Majas perbandingan ini adalah suatu gaya bahasa yang bertujuan untuk membandingkan suatu objek dengan objek lainnya. Proses yang dilakukan dalam membandingkan objek bisa dilakukan dengan proses menyamakan objek, proses melebihkan obejk yang satu dengan yang lainnya, ataupun dengan mengantikan posisi objek. Majas perbandingan dibagi dalam beberapa jenis, yakni sebagai berikut.
1. Personifikasi
Majas personifikasi adalah majas yang mengibaratkan benda seperti layaknya manusia.
Contoh: Daun kelapa melambai-lambai layaknya mengajak sesuatu.

2. Metafora
Majas metafora adalah majas yang menggunakan objek dengan sifat sama seperti pesan yang akan diutarakan. Objek tersebut akan dibandingkan dengan objek dengan sifat sama, tetapi bukan manusia.
Contoh: Sebagai anak emas, seharusnya tidak terlalu manja kepada orang tuanya supaya kelak menjadi mandiri. (Anak Emas = anak kesayangan).

3. Hiperbola
Majas hiperbola adalah suatu gaya bahasa yang mengutarakan sesuatu dengan kesan yang berlebihan, bahkan bisa saja tidak masuk akal.
Contoh: Sahabatku sangat baik bagaikan malaikat shubuh.

4. Asosiasi
Majas asosiasi adalah majas yang mebandingkan dua objek yang berbeda, tetapi dianggap sama. Majas asosiasi ini ditandai dengan kata sambung bagaikan, bak ataupun seperti.
Contoh: Lamar pemuda itu diterima bak gayung bersambut.

5. Metonimia
Majas metonimia adalah majas yang membandingkan suatu istilah atau merek yang merujuk terhadap benda umum.
Contoh: Supaya jalan kaki lebih aman dan nyaman, lebih baik pakai Adidas. (Adidas disini bermaksud sepatu).

6. Eufemisme
Majas eufemisme adalah suatu maja yang mengganti atau mengubah kata-kata yang kurang baik diubah/diganti dengan kata-kata yang lebih halus atau enak didengar.
Contoh: Penyandang difabel sebaiknya diberikan fasilitas khusus ketika kuliah. (Difabel disini adalah menggantikan frasa “orang cacat”)

7. Alegori
Majas Alegori adalah majas yang membandingkan suatu objek atau benda dengan kata-kata kiasan.
Contoh: Guru adalah lampu kehidupan. (Lampu disini bermaksud pemberi petunjuk bagi muridnya).


C. MAJAS PENEGASAN

Majas penegasan adalah suatu majas yang bemaksud untuk mempengaruhi dan menegaskan pembaca atau pendengarnya supaya setuju terhadap kata-kata yang diungkapkan. Majas penegasan ada berberapa jenis, yakni sebagai berikut.
1. Pleonasme
Majas pleonasme adalah majas yang menggunakan dua kata yang bermakna sama untuk menegaskan sesuatu.
Contoh: Jangan berharap bisa maju ke masa depan jika kamu masih bergantung pada masa lalu.

2. Repetisi
Majas repetisi adalah suatu majas yang menggunakan kata berulang dalam sebuah kalimat.
Contoh: Dia adalah pemimpin yang hebat, dia si petarung ulung, dia yang membuat bangsa ini jadi ulung.

3. Klimaks
Majas klimaks adalah majas yang mengurutkan sesuatu dari yang terkecil hingga yang terbesar atau dari yang terendah hingga yang tertinggi.
Contoh: SD, SMP, SMA, dan Universitas seharusnya bisa menjadi lembaga pendidikan yang berdaulat dan mencerdaskan bangsa.



D. MAJAS SINDIRIAN
Majas sindiran adalah suatu majas yang menggunakan kata kiasan yang bertujuan untuk menyindir suatu keadaan ataupun seseorang. Majas sindiran ini ada beberapa jenis, yakni sebagai berikut.
1. Ironi
Majas ironi adalah majas yang menyindir sesuatu yang menggunakan kata-kata bertentangan dengan fakta yang sebenarnya.
Contoh: Rajin sekali, jam dua belas siang baru bangun.

2. Sinisme
Majas sinisme adalah suatu majas yang menyindir suatu keadaan atau seseorang secara langsung.
Contoh: Badanmu kurus sekali, seperti orang kekurangan uang.

Posting Komentar untuk "Majas : Pengertian, Macam-macam dan Contohnya"

Berlangganan via Email