Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Biosfer : Pengertian, Fungsi, Ciri dan Jenisnya

Bumi sebagai tempat tinggal kita umat manusia merupakan sebuah planet yang berisi dengan kekayaan alam yang melimpah dari lautan hingga daratan, dari timur hingga barat. Bahkan, setiap letak geografis di berbagai belahan bumi ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Dari bioma  tundra hingga sabana luas yang terhampar di beberapa belahan bumi menjadi suatu keanekaragaman tersendiri. Termasuk pula lapisan-lapisan yang ada di planet bumi ini yang kita kenal dengan biosfer.

PENGERTIAN BIOSFER

Menurut Vladimir Wanouich Veinadsky, menyatakan bahwa biosfer merupakan suatu sistem yang terbuka dan berkembang sejak dimulainya sejarah makhluk hidup yang ada di bumi. Sedangkan, menurut Eduard Sues yang merupakan seorang ahli geologi menyatakan bahwa biosfer merupakan sebuah tempat yang ada pada permukaan bumi di mana disana terkandung kehidupan berdiam.

Secara umum, biosfer merupakan istilah geografi yang menggambarkan kondisi sebuah lingkungan yang memungkinkan untuk ditempati oleh makhluk hidup. Secara etimologi, biosfer berasal dari dua kata yakni bio yang berarti hidup, dan sphere yang berarti lapisan. Jadi, secara lengkapnya biosfer adalah lapisan struktur habitat kehidupan yang ada di planet bumi.

FUNGSI BIOSFER

1. Menjadi sumber makanan
2. Sebagai objek penelitian
3. Sebagai tempat rekreasi

JENIS-JENIS BIOSFER

1. Hidrosfer
Hidrosfer adalah lapisan biosfer yang terdiri dari air seperti sungai, samudera, laut maupun danau. Hidrosfer ini merupakan biosfer yang meliputi bagian bumi sebesar 70 persen yakni berupa air/lautan.

2. Litosfer
Litosfer adalah susunan batuan yang berada di permukaan bumi yang mempunyai bentuk berbeda-beda.

3. Atmosfer
Atmosfer adalah lapisan bumi terluar yang mempunyai fungsi untuk melindungi bumi dari meteor, sinar ultaviolet, penyumbang udara, dan sebagainya.

KARAKTERISTIK BIOSFER

1. Flora


  • Hutan hujan tropis, memiliki curah hujan yang cukup lebat (tinggi) dan penyinaran matahari yang cukup pula. Sehingga, flora di daerah hutan hujan memiliki daun lebih lebat, subur dan tinggi flora tersebut bisa mencapai 20 meter lebih.
  • Hutan iklim sedang, ditumbuhi oleh pepohonan yang tumbuh menjulang lebih tinggi seperti pinus.
  • Hutan musim, ditumbuhi oleh pepohonan yang ketika musim kemarau akan menggugurkan daunnya.
  • Hutan gugur, ditumbuhi oleh habitat pohon yang tinggi, memiliki daun lebar dan kokoh serta berada di daerah yang sedikit lebih kering (kurang lembab).
  • Taiga, berada di daerah yang dekat dengan kutub utara maupun selatan, sehingga lebih dingin dibanding di daerah tropis. Pepohonan yang tumbuh di daerah hutan taiga memiliki ukuran pohon yang menjulang tinggi dan dau yang berbentuk seperti jarum.
  • Sabana, lebih didominasi oleh tumbuhan rerumputan. Walaupun banyak pohon, tetapi kebanyakan adalah pohon berukuran kerdil.
  • Stepa, banyak ditemukan di daerah kering dengan banyak ditumbuhi rumput sehingga membentuk padang rumput yang luas dengan sedikit pohon bahkan ada yang tidak ada pohon sama sekali. Hal tersebut diakibatkan karena daerah ini memiliki cadangan air yang sedikit dan kelembaban yang sangat tidak lembab (kering).

2. Fauna


  • Gurun, wilayah gurun ini memiliki cadangan air yang jumlahnya sangat sedikit, bahkan daerah ini sangat kering dan panas (panas terjadi pada siang hari). Hewan yang menghuni di wilayah gurun biasanya adalah ular dan unta.
  • Tundra, wilayah ini dekat dengan kutub utara maupun kutub selatan. Daratannya selalu diselimuti oleh salju, sehingga terasa lebih dingin dibanding di wilayah lain. Hewan yang menghuni wilayah tundra ini biasanya adalah hewan yang berbulu tebal dan berdarah hangat seperti singa laut, pinguin dan sebagainya.
  • Hutan hujan tropis, wilayah ini curah hujannya cukup tinggi bahkan banyak ditumbuhi pepohonan berbagai jenis. Sehingga wilayah hutan hujan tropis ini sangat bersahabat bagi beberapa hewan.
  • Taiga, habitat taiga ini biasnaya dihuni oleh berbagai jenis burung yang sedang melakukan migrasi.
  • Padang rumput, wilayah ini memiliki cadangan makanan hewan yang lebih mudah didapatkan dibanding di wilayah lain. Hewan yang menghuni daerah ini biasanya seperti singa, harimau, jerapah, kuda, banteng, kuda nil dan sebagainya.

Sedangkan, untuk faktor-faktor yang mempengaruhi biosfer ini adalah kondisi geologi, faktor biotik, iklim, ketinggian tempat dan polusi. Untuk cagar biosfer terdiri dari 3 zona, yakni zona inti, penyangga dan transisi. Zona inti adalah kawasan yang dilindungi untuk konservasi berbagai keanekaragaman hayati dan ekosistemnya. Zona penyangga adalah zona yang mengelilingi zona inti atau yang menyangga dan menyokong zona inti, zona penyangga ini dimanfaatkan untuk kegiatan yang tidak merusak sumber daya alam. Sedangkan, zona transisi adalah zona yang mengelilingi zona penyangga atau zona terluar dalam cagar biosfer yang diperbolehkan untuk kegiatan pertanian, perkebunan, pemukiman dan sebagainya asalkan tidak merusak ekosistem.

Posting Komentar untuk "Biosfer : Pengertian, Fungsi, Ciri dan Jenisnya"

Berlangganan via Email