Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pengertian Tulang sebagai Alat Gerak Pasif beserta Jenis, Susunan, Bentuk dan Gangguannya

Menurut KBBI, tulang adalah rangka atau bagian rangka tubuh manusia dan binatang. Tulang merupakan salah satu penyokong dan penopang tubuh manusia dan binatang. Tulang merupakan alat gerak pasif pada tubuh kita manusia. Tubuh kita memiliki ± 206 buah tulang yang menyusun rangka tubuh kita. Tulang memiliki fungsi yakni penopang, penyokong, dan penunjang tegaknya tubuh; membentuk bentuk tubuh; pelindung bagi organ-organ tubuh yang lunak; alat gerak pasif; tempat melekatnya otot rangka; dan tempat pembentukan sel darah dan penimbunan mineral (kalsium); serta tempat pembentukan eritrosit dan leukosit.

SUSUNAN TULANG

Dalam tubuh kita, tulang-tulang tersusun berbagai rupa dan bentuk dengan sistem tertentu, sehingga membentuk suatu rangka atau kerangka. Rangka pada manusia dan hewan vertebrata disebut dengan rangka dalam (endoskeleton). Dalam rangka manusia dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yakni skeleton aksial dan skeleton apendikuler. Nah, skeleton aksial adalah skeleton sumbu tubuh yang meliputi tengkorak, ruas-ruas tulang belakang dan tulang ekor, tulang dada, dan tulang rusuk. Sedangkan, untuk skeleton apendikuler terdiri dari tungkai atas (tulang anggota depan) dan tungkai bawah (tulang anggota belakang). Untuk penjelasan lebih rincinya sebagai berikut.
1. Tulang tengkorak, terdiri dari 28 buah tulang yang berfungsi mleindungi mata, otak, dan telinga dalam. Tulang pembentuk tengkorak dibedakan menjadi tulang muka, tulang rahang dan tulang kepala.
2. Ruas tulang belakang dan tulang ekor, ruas tulang belakang terdiri dari 33 buah ruas tulang. Sedangkan, 6 ruas tulang kelangkang (sakrum) dan 4 ruas tulang ekor telah menyatu sejak dari embrio. Fungsi tulang ini menegakkan tubuh, penyangga tengkorak, dan sebagai tempat melekatnya tulang rusuk yang membentang ke kanan dan ke kiri.
3. Tulang rusuk dan tulang dada, mempunyai fungsi dalam melindungi paru-paru dan jantung. Tulang dada terdiri dari manubrium (tulang hulu), corpus (badan), dan processus xiphoideus (ekor) yang berupa tulang rawan. Selain itu, pada tulang dada melekat costae (tulang rusuk) yang terdiri dari 12 pasang. Ujung belakangnya melekat dengan ruas tulang belakang. Costae (tulang rusuk) dibedakan menjadi 3 macam, yakni:
  • tulang rusuk sejati, terdiri dari 7 pasang dengan ujung depan melekat pada tulang dada, dan ujung belakang melekat pada ruas tulang belakang.
  • tulang rusuk palsu, terdiri dari 3 pasang dengan ujung depan melekat pada tulang rusuk diatasnya, dan ujung belakang melekat pada ruas tulang belakang.
  • tulang rusuk melayang, terdiri dari 2 pasang dengan ujung depan bebas tidak melekat, dan ujung belakang melekat pada ruas tulang belakang.

JENIS TULANG

Sesuai dengan jaringan penyusun dan sifatnya, tulang dibedakan menjadi tulang keras dan tulang rawan, yakni sebagai berikut.
1. Tulang keras, merupakan kumpulan sel-sel tulang dewasa (osteosit) yang dibentuk oleh sel tulang muda (osteoblas). Di sekitar permukaan tulang terdapat osteoklas yang mempunyai fungsi untuk pemeliharaan, perkembangan, perawatan dan perombakan tulang. Nah, osteosit ini ada di dalam lakuna. Lakuna ini, antara yang satu dengan yang lainnya dihubungkan oleh kanalikuli. Sesuai susunan matriksnya, tulang keras terdiri dari tulang kompak dengan matriksnya yang padat dan rapat, dan tulang spons dengan matriksnya berongga.
2. Tulang rawan, merupakan tulang yang terdiri dari sel-sel tulang kondrosit (rawan) yang dibentuk oleh kondroblas. Kondroblas ini mengeluarkan matriks yang disebut dengan kondrin. Selain itu, matriks tulang rawan mengandung kolagen dan zat kapur. Tulang ini bersifat lentur dan kuat, sebab memiliki kolagen dan kondrin.

BENTUK TULANG

Tulang ini dibedakan menjadi 3 macam bentuk, yakni tulang pendek, pipa dan pipih. Untuk penjelasannya, yakni sebagai berikut.
1. Tulang pendek, berbentuk mirip seperti kubus, pendek tidak beraturan, ataupun bulat. Adanya tulang ini mampu meredam goncangan yang keras dan gerakan tulang yang bebas dapat dilakukan. Contoh dari tulang pendek adalah ruas tulang belakang, tulang telapak tangan dan tulang telapak kaki.
2. Tulang pipa, berbentuk seperti pipa ataupun tabung dengan kedua ujungnya bulat. Tulang pipa terdiri dari 3 bagian, yakni epifisis (bagian ujung), bagian tengah, yang berongga (diafisis), serta bagian antara epifisis dan diafisis yang disebut dengan cakra epifisis (metafisis). Contoh tulang ini adalah tulang paha, tulang hasta dan tulang kering.
3. Tulang pipih, berbentuk gepeng atau pipih yang berupa lempengan-lempengan lebar.  Contoh tulang pipih ini adalah tulang tengkorak, tulang rusuk dan tulang belikat.

PEMBENTUKAN TULANG

Pembentukan tulang tentunya memilik proses-proses tertentu. Nah, inilah urutan proses-proses pembentukan tulang atau yang disebut dengan osifikasi ini, yakni sebagai berikut.
1. Osteoblas banyak terdapat pada tulang rawan embrio, terutama pada bagian tengah epifisis dan bagian tengah diafisis, serta pada jaringan ikat pembungkus tulang rawan. 
2. Osteoblas membentuk osteosit, tersusun melingkar dari arah dalam ke arah luar membentuk sistem Havers. Pada tengah sistem Havers ini, terdapat saluran Havers yang banyak mengandung pembuluh darah  dan saraf.
3. Osteosis mensekresikan zat protein yang akan menjadi matriks tulang, setelah mendapat tambahan kalsium dan fosfat, tulang akan mengeras.
4. Selama terjadi penulangan, bagian epifisis dan diafisis membentuk daerah antara yang tidak terjadi pengerasan, yang disebut dengan metafisis (cakra epifisis). 
5. Metafisis (cakra epifisis) terus mengalami penulangan.
6. Pada bagian tengah tulang pipa terdapat osteoklas yang merusak tulang, sehingga tulang menjadi berongga, kemudian rongga tersebut terisi oleh sumsum tulang.

PERSENDIAN (ARTIKULASI)

Persendian ini terdiri dari 3 jenis, yakni sinartrosis, sinfibrosis dan diartrosis.
1. Sinartrosis atau sendi mati ini merupakan hubungan antara tulang yang tidak dapat digerakkan karena direkatkan oleh jaringan ikat yang mengalami osifikasi. Ada dua tipe utama sinartrosis, yakni sutura atau sinostosis (hubungan antar tulang yang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut padat, coontohnya pada tengkorak), dan sinkondrosis (hubungan antar tulang yang dihubungkan oleh kartilago hialin, contohnya adalah hubungan antara epifisis dan diafisis pada tulang dewasa).
2. Sinfibrosis (sendi kaku) atau bisa juga disebut Amfiartrosis ini merupakan persendian yang dihubungkan oleh kartilago (tulang rawan), jaringan ikat serabut, dan ligamen. Sehingga, memungkinkan terjadinya sedikit gerakan. Contoh sinfibrosis ini adalah antara tulang betis dengan tulang kering.
3. Diartrosis (sendi gerak) ini merupakan persendian yang memungkinkan tulang-tulang dapat bergerak dengan leluasa. Setiap permukaan dilapisi dengan tulang rawan hialin, dan dibungkus dengan selaput sinovial. Dalam selaput sinovial, didalamnya terdapat cairan, yang disebut dengan cairan sinovial. Cairan atau minyak sendi ini berfungsi untuk melicinkan gerakan dalam bergerak. Diartrosis ini berdasarkan arah gerakan dapat dibedakan menjadi 6 macam, yakni sendi engsel, sendi pelana, sendi geser, sendi peluru, sendi putar dan sendi kondiloid.

GANGGUAN PADA TULANG

Gangguan pada tulang terdiri dari gangguan mekanis, fisiologis, kebiasaan, persendian dan infeksi sendi, dengan penjelasan sebagai berikut.
1. Gangguan mekanis, disebabkan oleh benturan, jatuh dan sebagainya. Gangguan mekanis dapat menyebabkan fisura (retak tulang), fraktura (patah tulang), memar sendi dan urai sendi.
2. Gangguan fisiologis ini dapat mengakibatkan hidrocephalus, mikrocephalus, osteoporosis, dan rakhitis.
3. Gangguan karena kebiasaan sikap badan, dapat mengakibatkan lordosis, kifosis dan skoliosis.
4. Gangguan persendian dapat mengakibatkan dislokasi, terkilir atau keseleo, dan artritis (terbagi jadi dua, yakni gout artritis dan osteoartritis).
5. Gangguan infeksi sendi dapat mengakibatkan artritis eksudatif, artritis sika, layuh sendi (layuh semu), dan nekrosis.

Nah, itulah pengenalan tentang tulang sebagai alat gerak pasif. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita harus menikmati dan mensyukuri dengan cara menggunakan tubuh kita untuk hal-hal yang baik dan maslahat, serta menjaganya dengan baik dan benar, dan yang paling utama kita selalu bersyukur kepada Allah Swt. dan cinta kepada Rasulullah Saw.

Posting Komentar untuk "Pengertian Tulang sebagai Alat Gerak Pasif beserta Jenis, Susunan, Bentuk dan Gangguannya"

Berlangganan via Email