Semakin Dewasa Semakin Banyak Tuntutan dan Semakin Sadar

Kehidupan di dunia ini hanyalah sebentar saja, kita disini hanya mengembara atau berkelana. Kita di dunia tidak akan hidup lama-lama, semakin bertambah usia, semakin umur kita berkurang. Dalam hidup sudah pasti kita berkembang dan tumbuh. Dari bayi sampai sekarang menjadi orang dewasa yang sudah mempunyai tanggung jawab masing-masing. 

Dulu, ketika kita masih menjadi bayi mungil, kita masih dirayu manja oleh ayahanda dan ibunda kita, di belai mesra bagaikan seorang mahkota dan mutiara. Apapun yang kita mau orang tua berikan. Kemudian, kita beranjak remaja dimana saat-saat menggemaskan dan lumayan mengkhawatirkan orang tua kita. Usia dimana kita dipertemukan dengan dunia baru, dunia yang penuh dengan hal sosial. Dimulai dari harus punya pintar, harus cerdas, harus ini harus itu. Pada fase remaja inilah titik-titik kita banyak meminta kepada orang tua, dari mulai uang jajajn hingga uang sekolah. Itulah fase remaja yang menggemaskan.

Lanjut, ketika kita menginjak dewasa, kita akan benar-benar bertemu dengan dunia sebenarnya. Dunia yang penuh fatamorgana dan penuh tipu daya. Dimana kita harus berhati-hati berselancar dengan dunia sebenarnya ini. Dimana kawan bisa jadi lawan, dan lawan bisa jadi kawan. Dimana kita dituntut banyak hal, dimulai dari kemandirian, kedisiplinan, kemapanan dan terutama kesiapan untuk masa akhir hayat hidup kita nanti (akhirat). Dimana pada masa ini, kita wajib hidup berjalan sendiri. Membanggakan orang tua dan mengasihinya. Dimana hidup sudah tidak ada lagi ketergantungan terhadap orang lain, harus mandiri!. Dimana hidup sudah harus bisa cari uang sendiri, termasuk menjemput rezeki sendiri, bukan mengandalkan orang lain. Dimana hidup sudah harus tau makna dan tau rasa. Dimana hidup sudah harus punya pasangan yang sesuai. Dimana hidup jangan salah pilah dan jangan salah pilih. Dimana hidup akan menemukan titik jenuh dan titik renungan. Dimana hidup akan semakin terasa perihnya, dari mulai masalah perekonomian sampai dengan hal cinta. Dimana hidup sudah saatnya meningkatkan iman dan taqwa yang sungguh-sungguh dan tangguh. Dimana hidup sudah sangat wajib untuk mempersiapkan masa depan di dunia dan akhirat.

Itulah kehidupan ketika kita sudah dewasa. Apa-apa bisa jadi hambar. Bahkan soal cinta pun kadang merasa gimana. Banyak halang rintang menghadang yang harus kita terjang. Kesuksesan adalah hal yang relatif. Proses adalah hal yang inspiratif. Sudah saatnya kita berubah. Kita sudah dewasa, kita sudah berumur, umur kita hanya sebentar saja. Di dunia ini tidak akan lama. Bahkan umur dunia saja, hanya sebentar, lebih lama bahkan abadi akhirat. Kita persiapkan dari sekarang. Kita Action sekarang. Kita bahagiakan orang sekitar kita. Kita pergi haji kan orang tua kita. Berikan kebahagiaan untuk mereka, sebagaimana mereka merangkul, mengasuh dan mengasihi kita ketika kita waktu kecil. Sudah saatnya kita produktif, sudah saatnya kita kreatif, sudah saatnya kita mulai sesuatu dengan Bismillah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian - Perbedaan Silabus dan RPP

10 Perusahaan Internet Terbesar Dunia versi Wikipedia

Kumpulan Pupujian atau Nadoman Bahasa Sunda Lumayan Lengkap