Mengenal Unsur 9M dalam Kepemimpinan, Keorganisasian dan Kemasyarakatan menurut Sidik

Dalam kepemimpinan, keorganisasian dan kemasyarakatan sudah barang tentu diperlukan sebuah gebrakan gagasan dan pemikiran yang mumpuni guna keberlangsungan kepemimpinan, keorganisasian dan kemasyarakatan yang baik pula, apalagi sampai bisa mencapai puncak kejayaan atau puncak keemasan. 

Menurut Sidik (2020) menjelaskan bahwa Kepemimpinan adalah hal fundamental dalam menjalankan sebuah keorganisasian dan kemasyarakatan. Kepemimpinan dapat mempengaruhi keberlangsungan keorganisasian dan kemasyarakatan, sebab pemimpin secara realitanya adalah seseorang yang tangguh dan berpengaruh. Dalam sebuah organisasi, pasti terdapat seorang pemimpin yang menjalankan roda keorganisasian tersebut. Begitu pula, dalam kemasyarakatan, pasti ada tokoh-tokoh yang berperan sebagai motor (penggerak) dalam artian pemimpin masyarakat tersebut. Ketiga hal itu, yakni Kepemimpinan, Keorganisasian dan Kemasyarakatan saling berkaitan dan berikatan satu sama lain, saling menyokong dan saling melengkapi. Bahkan, sebuah peradaban pun ditentukan oleh kepemimpinan yang memimpin keorganisasian dan kemasyarakatan tersebut. Baik atau buruknya suatu organisasi maupun masyarakat tergantung dengan kebijakan, kebajikan dan kebijaksanaan dari pemimpin tersebut. Pemimpin harus menguasai dan memegang kebijakan, kebajikan dan kebijaksanaan sebagai upaya legislasi dan eksekusi dalam kepemimpinannya. Prinsip 3K (Kebijakan, Kebajikan dan Kebijaksanaan) itulah yang harus dikuasai oleh seorang pemimpin. 

Menurut Rifa’i, dkk (2013) dalam Sidik (2020) menyatakan bahwa organisasi secara sistemik adalah sistem yang bersifat terbuka, seperti halnya sistem sosial. Sebab organisasi mencakup orang dan tujuan-tujuan yang bergantung atas usaha orang untuk mencapai kinerja, hasil, yang menjadi arah yang benar sebagai sistem sosial. Bahkan melalui perpaduan usaha orang maka organisasi lebih dari sekedar perkumpulan orang belaka. Organisasi juga merupakan usaha orang yang dinamis dengan memanfaatkan mesin, peralatan, bahan mentah, fasilitas dan uang yang memungkinkan orang-orang menghasilkan sejumlah barang dan pelayanan. Tegasnya dalam organisasi ada sejumlah sumberdaya manusia dan material yang terpadu untuk mencapai tujuan organisasi yang disepakati. Organisasi merupakan perpaduan kerjasama sumberdaya pisik dan manusia. Selain itu di dalamnya juga ada tujuan, pembagian kerja, dan hirarki kewenangan.

Sedangkan, menurut Nasdian (2014) dalam Sidik (2020) menyatakan bahwa istilah “masyarakat” dalam bahasa Indonesia sering merupakan terjemahan dari Bahasa Inggris society dan community. Konsep masyarakat yang berasal dari society berbeda dengan konsep masyarakat yang bersumber dari community, karena dari perspektif Sosiologi pengertian society berbeda dari community.

Nah, Unsur 9M adalah sebuah unsur-unsur dalam kepemimpinan, keorganisasian dan kemasyarakatan menurut Heri Maulana Sidik. Unsur 9M itu sendiri merupakan pengembangan dari Unsur 5M Manajemen.

Menurut Harrington Emerson dalam Phiffner John F. dan Presthus Robert V. (1960) dalam Herujito (2001) dalam Sidik (2020) menyatakan bahwa manajemen mempunyai lima unsur (5M) yakni Man (Manusia), Money (Uang), Material (Bahan), Machines (Mesin) dan Methodes (Metode/Cara).

Menurut Sidik (2020) menjelaskan bahwa Unsur 9M dalam kepemimpinan, keorganisasian dan kemasyarakatan ini dikembangkan dari Unsur 5M dalam Manajemen. Dalam unsur 5M Manajemen, Menurut Harrington Emerson dalam Phiffner John F. dan Presthus Robert V. (1960) dalam Herujito (2001) dalam Sidik (2020) menyatakan bahwa manajemen mempunyai lima unsur (5M) yakni Man (Manusia), Money (Uang), Material (Bahan), Machines (Mesin) dan Methode (Metode/Cara). Menurut mereka dalam memanajemen sesuatu tersebut membutuhkan manusia, uang, bahan, mesin dan metode. Dilihat dari berbagai aspek kelima unsur tersebut sangatlah penting dikuasai. Terutama hal yang lebih sensitif yakni memanajemen manusia lain (orang banyak, jadi pemimpin) dan uang (duit). 

Menurut Sidik (2020) Dalam 9M terdapat 9 elemen (faktor) yang harus di atur, dikelola dan diurus (manage) yakni sebagai berikut.
1.Man (manusia)
2.Material (bahan, alat)
3.Money (uang, anggaran)
4. Media
5. Methode (metode, cara, jalan)
6. Mission (visi, misi, tujuan dan maksud)
7. Mapping (pemetaan)
8. Moral
9. Movement (gerakan, tindakan, kegiatan)

Menurut Sidik (2020) menjelaskan Persamaan antara unsur 9M ini dengan 5M dalah terletak pada semua aspek. Sebab, dalam hal ini, unsur 9M merupakan pengembangan dari Unsur 5M. Walaupun demikian, unsur-unsur yang sama antara 5M dan 9M adalah Man, Materials, Methodes, dan Money. Sedangkan untuk Machines (bagian unsur 5M), pada Unsur 9M diubah menjadi Media. Mengapa demikian? Sebab Machines juga merupakan salah satu Media untuk membuat atau mengerjakan sesuatu, serta kata Media mempunyai makna yang lebih luas. Sehingga pada unsur 9M, Machines  diubah menjadi Media. Untuk unsur-unsur 9M yang tambahannya adalah Moral, Mission, Mapping dan Movement. Dari ke-9 unsur yang berada pada Unsur 9M dalam kepemimpinan, keorganisasian dan kemasyarakatan, ada 2 produk yakni produk pengembangan dari unsur 5M (yakni Man, Money, Materials, Methodes dan Machines) dan produk baru atau tambahan, yakni Moral, Mission, Mapping dan Movement. Hasil dari pengembangan, unsur Machines diubah menjadi Media, sedangkan untuk hasil tambahannya ditambahkan 4 unsur baru yang semata-mata itu adalah unsur-unsur yang penting harus diketahui dalam kepemimpinan, keorganisasian dan kemasyarakatan. Secara umum, unsur 5M dalam manajemen lebih luas cakupannya. Sedangkan, untuk Unsur 9M itu sendiri lebih difokuskan terhadap kepemimpinan, keorganisasian dan kemasyarakatan. Walaupun demikian, unsur 9M bisa dikaitkan dengan pelbagai seluk-beluk kehidupan, bukan hanya tentang kepemimpinan, keorganisasian dan kemasyarakatan. Secara garis besar, pentingnya unsur-unsur 9M ini diterapkan dalam proses tatanan dan keberlangsungan kepemimpinan, keorganisasian dan kemasyarakatan adalah untuk mengukur, menilai, mengevaluasi, menjelajahi dan mengetahui seluk-beluk kepemimpinan, keorganisasian dan kemasyarakatan dari A sampai Z, dan dari angka 0 hingga tak terhingga. Unsur 9M ini memiliki validitas kematangan atau kemapanan dalam manajemen kepemimpinan, keorganisasian dan kemasyarakatan yang lebih baik, efektif, efisien, desentralisasi dan sudah terfokus kedalam beberapa pokok unsur-unsur tertentu yang notabenenya dilupakan di masyarakat. Unsur-unsur tersebut seperti Mapping dan Moral selalu dikesampingkan, atau tidak terlalu dihiraukan. Padahal, kedua unsur tersebut begitu bermakna, sekaligus mempunyai seluk-beluk tersendiri. 

Menurut Sidik (2020) kunci utama dari Unsur 9M ini adalah 4S yakni sebagai berikut.
1. Spiritual
2. Social
3. Smart
4. Skill

Kemudian, menurut Sidik (2020) menjelaskan bahwa kunci utama dalam kepemimpinan adalah 3K
1. Kebijakan
2. Kebajikan
3. Kebijaksanaan

Demikianlah, Unsur 9M dalam kepemimpinan, keorganisasian dan kemasyarakatan menurut Heri Maulana Sidik.

Referensi
Herujito, Y. M. (2001). Dasar-dasar manajemen. Jakarta: PT Gramedia.

Nasdian, F. T. (2014). Pengembangan masyarakat. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Rifa'i, M., Fadhli, M., & Wijaya, C. (2013). Manajemen Organisasi.

Sidik, Heri M. 2020. “Unsur 9M Dalam Kepemimpinan, Keorganisasian Dan Kemasyarakatan Sebagai Pengembangan Dari Unsur 5M Manajemen.” SocArXiv. March 2. doi:10.31235/osf.io/s6cta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian - Perbedaan Silabus dan RPP

10 Perusahaan Internet Terbesar Dunia versi Wikipedia

Kumpulan Pupujian atau Nadoman Bahasa Sunda Lumayan Lengkap