Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

10 Istilah dalam Fisika Lingkungan

Fisika Lingkungan adalah ilmu Fisika yang mempelajari aspek-aspek fisis dan matematis terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi pada lingkungan alam dan lingkungan sekitar. Biasanya materi fisika lingkungan dipelajari dan diperdalam di perguruan tinggi, biasanya dalam bentuk mata kuliah Fisika Lingkungan. Tentu saja, fisika lingkungan ini sangat bermanfaat terhadap aktivitas kehidupan kita sehari-hari. Apalagi bagi peneliti yang ingin mengetahui gejala fisis dan secara matematis hal-hal yang terjadi di lingkungan sekitar. Contohnya, ketika hujan tiba, kita bisa secara perlahan-lahan mendalami gejala fisis dan hitungan matematisnya secara fisika. Contoh lainnya adalah mengetahui gejala fisis dan matematis proses terjadinya petir dan kilat. Nah, itulah salah satu kebermanfaatan fisika lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Nah, lebih lanjut, inilah 10 Istilah dalam Fisika Lingkungan, walaupun sebenarnya begitu banyak sekali istilah dalam fisika lingkungan, tetapi ini salah satu istilah saja, yakni 10 istilah sebagai berikut.

1. Waktu tinggal
Waktu tinggal atau Residence time adalah lamanya waktu elemen kimia tinggal dalam suatu kolom lautan atau waktu dimana zat tertentu, tetap berada dalam kompartemen tertentu dari siklus biogeochemical. Residence time air di sungai beberapa hari, sedangkan di danau-danau yang besar rentang waktu tinggal hingga beberapa dekade. Waktu tinggal rata-rata sebuah elemen tertentu adalah menghabiskan air laut dalam larutan antara waktu yang pertama masuk (pemasukan) dan waktu tersebut akan hilang dari laut (pengeluaran). Karena lautan itu bersifat steadystate (tetap) sehingga dilautan terjadi siklus hidrologi pada unsur-unsur kimia yang terkandung di laut. Residence time merupakan suatu konsep yang berguna secara luas untuk mengungkapkan seberapa cepat sesuatu yang bergerak, melalui suatu sistem dalam kesetimbangan. Residence time adalah waktu rata-rata untuk menghabiskan suatu zat dalam ruang wilayah tertentu, seperti reservoir. Misalnya, waktu tinggal air yang disimpan di dalam tanah, sebagai bagian dari siklus air yaitu sekitar 10.000 tahun. Metode yang umum untuk menentukan tempat tinggal adalah untuk menghitung berapa lama waktu yang diperlukan untuk suatu wilayah ruang, untuk menjadi penuh dengan sesuatu zat.

2. Polusi fotokimia 
Polusi fotokimia atau biasa yang disebut Asbut, istilah adaptasi dari bahasa Inggris, yakni smog (smoke and fog), adalah kasus pencemaran udara berat yang bisa terjadi berhari-hari hingga hitungan bulan. Di bawah keadaan cuaca yang menghalang sirkulasi udara, asbut bisa menutupi suatu kawasan dalam waktu yang lama. Perkataan "asbut" adalah singkatan dari "asap" dan "kabut", walaupun pada perkembangan selanjutnya asbut tidak harus memiliki salah satu komponen kabut atau asap. Asbut juga sering dikaitkan dengan pencemaran udara. Asbut sendiri merupakan koloid jenis aerosol padat dan aerosol cair. Sedangkan secara ilmiah Smog fotokimia merupakan koloid (aerosol) yang mengandung gas nitrogen dioksida (NO2) dan gas ozon (O3) yang berasal dari reaksi gas buang kendaraan bermotor dengan sinar matahari. Gas buang kendaraan bermotor umumnya mengandung gas NO, CO, dan hidrokarbon. Gas-gas itu disebut sebagai polutan primer, sebab gas-gas tersebut selanjutnya akan mengalami reaksi fotokimia yaitu reaksi yang terjadi akibat adanya foton (cahaya). Reaksi fotokimia ini menghasilkan polutan sekunder yang mengandung gas NO2 dan ozon (O3) yang akhirnya membentuk smog. Asbut dapat mengurangi jarak pandang. Namun yang lebih penting dari itu adalah, asbut merupakan ancaman serius bagi kesehatan. Asbut terbentuk sebagai hasil dari tingginya konsentrasi polutan yang terperangkap di dekat permukaan oleh inversi suhu. Banyak dari komponen pembentuk asbuk yang tidak hanya menyebabkan iritasi pernapasan, tetapi juga bersifat karsinogen.Penyebab utama dari asbut (asap kabut) fotokimia adalah polutan nitrogen oksida dan hidrokarbon. Nitrogen oksida berasal dari kendaraan bermotor sedangkan Hidrokarbon berasal dari berbagai sumber. Kedua zat pencemaran tersebut mengalami reaksi fotokimia membentuk ozone.

3. Aerosol atmosferik 
Aerosol amosferik adalah Aerosol (singkatan dari "aero-solution") adalah suspensi partikel padat atau tetesan cairan di udara atau gas lain. Aerosol bisa alami atau antropogenik. Contoh aerosol alami adalah kabut, debu, eksudat hutan dan uap air mancur panas. Contoh aerosol antropogenik adalah kabut, polutan udara partikulat, dan asap. Partikel cair atau padat memiliki diameter biasanya kurang dari 1 μm; partikel yang lebih besar dengan kecepatan pengendapan yang signifikan menjadikan campuran sebagai suspensi, tetapi perbedaannya tidak jelas. Dalam percakapan umum, aerosol biasanya mengacu pada semprotan aerosol yang mengirimkan produk konsumen dari kaleng atau wadah serupa. Aplikasi teknologi aerosol lainnya termasuk penyebaran pestisida, perawatan medis penyakit pernapasan, dan teknologi pembakaran. Penyakit juga dapat menyebar melalui tetesan kecil dalam napas, juga disebut aerosol (atau terkadang bioaerosol). Campuran dari berbagai macam gas dan aerosol yang menyelubungi permukaan bumi.

4. Tekanan atmosfer 
Tekanan atmosfer adalah tekanan pada titik manapun di atmosfer bumi. Umumnya, tekanan atmosfer hampir sama dengan tekanan hidrostatik yang disebabkan oleh berat udara di atas titik pengukuran. Massa udara dipengaruhi tekanan atmosfer umum di dalam massa tersebut, yang menciptakan daerah dengan tekanan tinggi (antisiklon) dan tekanan rendah (depresi). Daerah bertekanan rendah memiliki massa atmosfer yang lebih sedikit di atas lokasinya, di mana sebaliknya, daerah bertekanan tinggi memiliki massa atmosfer lebih besar di atas lokasinya.

5. Kecepatan lepas 
Kecepatan lepas adalah kecepatan ketika energi kinetis dan energi potensial gravitasi suatu objek adalah nol. Inilah kecepatan yang dibutuhkan untuk "terlepas" dari medan gravitasi tanpa dorongan lebih lanjut.

6. Ozon 
Ozon atau lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer pada ketinggian 20−35 km di atas permukaan Bumi yang mengandung molekul-molekul ozon. Konsentrasi ozon di lapisan ini mencapai 10 ppm dan terbentuk akibat pengaruh sinar ultraviolet Matahari terhadap molekul-molekul oksigen. Peristiwa ini telah terjadi sejak berjuta-juta tahun yang lalu, tetapi campuran molekul-molekul nitrogen yang muncul di atmosfer menjaga konsentrasi ozon relatif stabil.

7. Lubang ozon 
Lubang ozon adalah lapisan ozon yang berada sekitar ketinggian 19 – 48 km diatas permukaan laut yang mana molekul ozonnya lebih minim daripada daerah sekitarnya. lubang ozon berada di cakrawala benua antartika, konsentrasi ozon di daerah lubang ozon sekitar 10 ppm, hal ini disebabkan oleh radiasi sinar matahari, gas halogen yang mencemari Di saat temperatur turun melebihi ambang batas, awan terbentuk di stratosfer, khususnya polutan, seperti klorin dan brom, berubah menjadi senyawa kimia yang bereaksi dengan cepat di ozon, aktifitas manusia yang menggunakan gas pencemar seperti Klorofluorokarbon, biasanya terdapat pada pendingin ruangan, kulkas, alat semprot yang tidak ramah lingkungan, dan lain sebagainya. sebenarnya, penyebab menipisnya lapisan ozon ini adalah aktifitas manusia yang merusak dan mencemari lingkungan, pemakaian bahan bakar fosil, dan pembakaran hutan.

8. Efek rumah kaca 
Efek rumah kaca adalah merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan bumi memiliki efek seperti rumah kaca diatas dimana panas matahari terperangkap oleh atmosfer bumi. Gas-gas di atmosfer seperti karbon dioksida (CO2) dapat menahan panas matahari sehingga panas matahari terperangkap di dalam atmosfer bumi. Normalnya, pada siang hari matahari menyinari bumi sehingga permukaan bumi menjadi hangat, dan pada malam hari permukaan bumi mendingin. Akan tetapi, akibat adanya efek rumah kaca, sebagian panas yang harusnya dipantulkan permukaan bumi diperangkap oleh gas-gas rumah kaca di atmosfer. Inilah mengapa bumi menjadi semakin hangat dari tahun-ketahun.

9. Gas rumah kaca 
Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia.

10. Pemanasan global 
Pemanasan globl adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C selama seratus tahun terakhir.

Nah, itulah 10 istilah dalam ilmu Fisika Lingkungan. Sebenarnya masih banyak istilah-istilah dalam fisika lingkunga, tetapi hanya dituangkan 10 saja untuk wawasan awal terlebih dahulu tentang fisika lingkungan.

Referensi
Google.com
Wikipedia.org

Posting Komentar untuk "10 Istilah dalam Fisika Lingkungan"

Berlangganan via Email