Peran Mahasiswa dalam Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0

Sariksa.com - Dewasa ini perkembangan teknologi informasi kian meningkat setiap harinya. Bahkan, setiap tahun muncul beribu-ribu inovasi teknologi, baik itu yang sudah jadi produk maupun sedang dirancang. Hal itu disebabkan oleh peradaban revolusi industri yang terus berkembang pesat. Hampir setiap seluk beluk sektor perekonomian, pertanian, pendidikan, riset, kesehatan, dan sebagainya sudah terlibat dalam revolusi Industri 4.0 ini. Disamping itu, selain revolusi industri 4.0 yang terus digencarkan, sudah muncul kembali revolusi baru yakni Society 5.0 yang fokus terhadap penerapan teknologi baru seperti artificial intellegence, cloud computing, and big data yang berbasis kepada kemanusiaan.

Salah satu faktor utama untuk menyikapi perkembangan revolusi industri ini adalah peran mahasiswa yang harus ikut andil bagian dalam tatanan revolusi industri. Mahasiswa tidak boleh berdiam diri, bahkan mahasiswa harus menjadi salah satu innovation centre to society atau pusat inovasi yang mewakili masyarakat luas. Mahasiswa yang dipandang sebagai kaum intelektual, harus benar dan bersungguh-sungguh menjiwai keintelektualannya. Sebab, sapaan "kaum intelektual" tidak semua orang bisa mendapatkannya, bahkan hanya beberapa ribu sampai juta orang saja.

Kita sebagai mahasiswa generasi bangsa yang sedang menempuh keilmuan di sebuah kampus (miniatur negara) harus meenjiwai sikap ilmiah. Buktikan! bahwa kita memang adalah kaum intelektual yang benar-benar intelektual. Buktikan! bahwa kita adalah mahasiswa yang beda dari mahasiswa lainnya. Jangan menyia-nyiakan kesempatan menjadi mahasiswa. Tidak semua orang bisa berkecimpung dalam dunia perguruan tinggi. Tidak semua mahasiswa bisa menjadi benar-benar mahasiswa. Tunjukkan!! bahwa kita bisa jadi ilmuwan, setidaknya bisa menerapkan dalam kehidupan, apalagi menjadi penemu inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

Peran kita sebagai mahasiswa terhadap revolusi industri 4.0 dan society 5.0 harus dimunculkan dalam benak kita. Peran kita adalah memikirkan inovasi-inovasi baru, Bukan hanya dalam ilmu kognitif saja, tetapi afektifnya juga. Bukan hanya kecerdasan otaknya saja, tetapi kecerdasan hatinya juga. Jangan sampai cerdas otak, tapi karakter mati. Karena, kecerdasan yang baik adalah kecerdasan otak dan hati. Selain itu, kita harus terjun langsung ke dalam tatanan masyarakat luas. Kita jangan berdiam diri! sekali lagi. Supaya kelak ilmu kita bermanfaat. Kita awasi pergerakan revolusi industri dan society 5.0 jangan sampai menyalahi kemanusiawian. Sebab, itu adalah peran kita untuk ikut andil bagian dalam teknologi informasi.
Salam perubahan, Salam peradaban
Hidup Mahasiswa!!!

Hidup Rakyat Indonesia!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian - Perbedaan Silabus dan RPP

10 Perusahaan Internet Terbesar Dunia versi Wikipedia

Kumpulan Pupujian atau Nadoman Bahasa Sunda Lumayan Lengkap