Organisasi bukan Tempat Cari Eksistensi Diri

Sariksa.com - Kata 'Organisasi' ditelinga kita sudah tidak asing lagi, bahkan sudah menjadi hal yang wajar (lumrah) di kalangan masyarakat, dari kaum muda hingga tua, dari rakyat hingga pejabat. Mengapa demikian?? Sebab, organisasi sering dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh sederhananya adalah kehidupan berkeluarga. Ada seorang ayah sebagai pimpinan, seorang ibu sebagai asisten pimpinan, dan seorang anak sebagai anggota keluarga. Begitupula dalam kehidupan bernegara, ada pejabat ada juga rakyat.
Hal demikian memang sudah sangat lumrah didengar, dilihat, dipraktekkan dalam kehidupan bersosial. Sebab, melalui organisasi kita dituntut belajar sistematis, praktis, prosedural dan mengetahui siapa yang berhak mengintruksikan (mengkomandoi) dan yang berhak mengkoordinasikan.

Tetapi, sayangnya banyak orang yang berkecimpung dalam dunia organisasi (menjadi organisatoris) yang hanya mencari eksistensi belaka. Dengan alasan biar dikenal, biar populer, biar tersohor. Wah, inilah yang tidak wajar, kurang ajar. Seharusnya, kita niat berorganisasi itu untuk belajar hidup bersosial, hidup dalam tatanan yang baik, bukan yang tidak baik. Kalau hanya cari eksistensi belaka, percuma!! Bahaya, khawatir tidak berkah, khawatir tidak berguna.


Oleh karena itu, mari kita bersama-sama belajar berorganisasi dengan niat belajar hidup bersosial yang baik. Soal eksistensi, nanti juga dengan sendirinya muncul sendiri apabila kita sudah sesuai dengan profesionalitasnya dan proporsionalitasnya. Paling utama Kita harus bersyukur.

Organisatoris Memang Eksis, Bukan Cari Eksistensi!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian - Perbedaan Silabus dan RPP

10 Perusahaan Internet Terbesar Dunia versi Wikipedia

Kumpulan Pupujian atau Nadoman Bahasa Sunda Lumayan Lengkap