Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Musyawarah pada Organisasi Kemahasiswaan

Sariksa.com - Musyawarah menurut KBBI adalah forum pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan atas penyelesaian masalah; perundingan; perembukan. Dari arti kata diatas bisa kita garis bawahi bahwasannya Musyawarah merupakan sesuatu ruang diskusi atau forum yang didalamnya menyelasaikan suatu permasalahan dengan perundingan dan perembukan untuk mencapai mufakat.

Dalam dunia organisasi kemahasiswaan, sudah tidak heran dan tidak aneh lagi kata 'Musyawarah' itu. Biasanya pada kampus yang menerapkan sistem Keluarga Mahasiswa (KEMA atau KM), musyawarah dijadikan sebagai forum pembahasan dan penetapan Tata Tertib Persidangan, Pemilihan Pimpinan Sidang (Presidium), Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Badan Eksekutif Mahasiswa, Anggaran Dasar (AD) atau Aturan Umum (AU), Anggaran Rumah Tangga (ART) atau Aturan Khusus (AK), Garis-garis Besar Haluan Organisasi (GBHO), Tata Cara Pemilihan Ketua Umum Badan Legislatif Mahasiswa, Tata Cara Pemilihan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa, Pemilihan Ketua Umum BLM, Pemilihan Ketua BEM. Agenda sidang tersebut merupakan sebuah rangkaian yang berurutan secara runtut dengan waktu yang fleksibel.

Dalam pemilihan Ketua Umum BLM (bisa BPM, DPM, Kongres Mahasiswa, Senat Mahasiswa, BPO, BLM-U, BLM-F, BLM-J, BLM-PS dan lain sebagainya yang berhubungan dengan fungsi legislasi pada organisasi kemahasiswaan) dan pemilihan Ketua BEM (bisa DEM, BEM-U, BEM-F, BEM-J, HMJ, HMPS, dan lain sebaginya yang berhubungan dengan fungsi eksekutif pada organisasi kemahasiswaan) dengan cara Musyawarah pada organisasi kemahasiswaan terhadap kampus yang menerapkan sistem Keluarga Mahsiswa (KEMA atau KM) sangatlah cocok diterapkan. Mengapa demikian? sebab, sistem Keluarga Mahasiswa menandakan utnuk setiap perkara atau perihal harus dimusyawarahkan terlebih dahulu, termasuk pemilihan ketua.

Beda lagi apabila dalam kampus tersebut memakai sistem Republik Mahasiswa (REMA), musyawarah hanya dilaksanakan untuk membahas dan menetapkan Aturan-aturan saja (ex. TATIB Persidangan, AD, ART, AU, AK, GBHO, Tata Cara Pemilihan Ketua, dst.), sedangkan untuk pemilihan ketua dilaksanakan dengan cara demokratis, yakni pemungutan suara melalui pemilihan umum (ex. votting, pencoblosan surat suara) oleh seluruh mahasiswa (tanpa ada perwakilan dari fraksi).


Jadi, Musyawarah pada organisasi kemahasiswaan sangatlah penting dan merupakan kegiatan yang sangat vital untuk dilakukan, baik itu sistem KEMA/KM ataupun REMA. Untuk itu, musyawarah perlu terus diterapkan dalam berbagai sistem ORMAWA.

Posting Komentar untuk "Musyawarah pada Organisasi Kemahasiswaan"

Berlangganan via Email